Hi Bro Brianz,

Wah pertanyaannya berat nih. Saya juga masih belajar.

by logic aja, kalau kita lihat arti kata bodhisatva, artinya calon Buddha. Artinya mahluk yang masih berusaha mencapai tingkat kebuddhaan. Istilah bodhisatva itukan tidak diberikan pada suatu mahluk pada kehidupan tertentu saja. Selama dia sudah mengiklarkan diri dan berusaha mencapai tingkat kebuddhaan, maka dia sudah bisa disebut bodhisatva. Hanya masalah waktu saja kapan akan tercapainya (hitungannya bukan tahun tapi maha kalpa :D).
Para bodhisatva tsb sama seperti kita, masih terlahir dan mati sampai dia mencapai tingkat kebuddhaan. Artinya sudah ada dari dulu kala, seperti kita. Bodhisatva bisa berupa mahluk apa saja. Bisa binatang bisa manusia bisa deva bisa peta bisa asura bisa brahma. No body knows.

Relic itu adalah sisa2x pembakaran dari jasad kan ? Kalau para bodhisatva sendiri tidak bisa kita identifikasi misalnya sebagai manusia, bagaimana bisa diambil relicnya ? :D. Eniway, relic itu kan hanya sisa2x pembakaran jasad saja. no more no less. Tidak akan bisa membuat kita menjadi lebih maju bathinnya. Apakah mereka kekal ? Yah tidak lah, sesuai dengan uraian dari Sang Buddha, Sabbe Sankhara Anicca. Tidak ada yang berkondisi itu yang kekal. Selama masih terlahir masih akan sakit, tua dan mati.

CMIIW

with Metta
Sumedho Benny

On 7/1/06, Brianz Liu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Salam...

Bro.. maaf kali ini pertanyaan agak kritis.....
Boleh tahu Bodhisatva Manjusri dan Avalokitesvara hidup di jaman apa ya?
sesudah atau pada masa Gotama Buddha?
Apakah Bodhisatva masih sebagai manusia, atau jenis lainnya?
Jika manusia mengapa tidak ditemukan Sarira / relix mereka? Ataukah
mereka masih exist kekal?

Thx.



[EMAIL PROTECTED] wrote:
>
> Salam,
>
> Adanya abinna utk melihat kemasa lampau, bukan kembali ke masa lampau.
> Seperti nonton filem saja melihat masa lampau/depan. Tidak secara fisik
> bisa berinteraksi.
>
> Jadi apakah sang Buddha memproyeksikan ? yah tidak.
>
> with Metta
>
> Sumedho Benny
>
>
>
> *Brianz Liu <[EMAIL PROTECTED]>*
> Sent by: [email protected]
>
> 07/01/2006 09:54 AM
> Please respond to
> [email protected]
>
>
>
> To
> [email protected], [EMAIL PROTECTED]
> cc
>
> Subject
> [Dharmajala] Waktu
>
>
>
>
>
>
>
>
> Salam,
>
> Dapatkah seseorang katakanlah telah mencapai tingkat kesucian atau
> memiliki Waskita / Super Sakti / Abhinna - kembali ke masa lampau, masa
> kehidupan Buddha Gotama atau Buddha lainnya, duduk disana, berbincang
> dan mendengarkan Dhamma Nya?
> Atau Sebaliknya....
> Buddha dengan kekuatan supranaturalnya memproyeksikan diri dan murid2nya
> ke masa depan / masa kini?
>
> Mohon pencerahannya...
>
>
>
>


__._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **





SPONSORED LINKS
Beyond belief Religion and spirituality Woman and spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke