| Opini | |||||||||
| |||||||||
Utang dan Kemiskinan Afrika
Manfaat pinjaman asing untuk mengurangi kemiskinan di Afrika semakin dipertanyakan. Gejala kemiskinan justru memburuk setiap tahun.
Upaya mengatasi kemiskinan juga menghadirkan persoalan yang kompleks, mulai dari masalah komitmen negara donor dalam memberikan pinjaman sampai dengan manajemen penggunaan dana pinjaman.
Janji bantuan negara-negara industri maju yang bergabung dalam Grup 8 (G-8), misalnya, dinilai palsu. Tahun lalu G-8
menjanjikan peningkatan bantuan rutin hingga tahun 2010 mencapai 50 miliar dollar AS, separuh dialokasikan ke Afrika.
Namun, pelaksanaannya kedodoran. Janji tinggal janji. Itulah sebabnya, tidak banyak yang dapat diharapkan dari janji bantuan yang akan kembali disampaikan G-8 dalam pertemuan puncak akhir bulan ini di Petersburg, Rusia.
Persoalan serius lainnya juga terletak pada kelemahan mengelola pinjaman, yang sampai saat ini tidak pernah berhasil mengatasi kemiskinan. Berbeda dengan kawasan lain, kemiskinan terus memburuk setiap tahun.
Kemiskinan di Afrika menjadi benang kusut yang sulit diurai. Paling tidak, sekitar 600 juta penduduk termiskin di dunia tinggal di Afrika. Upaya mengatasi kemiskinan terkesan buntu. Ada yang berpendapat sebaiknya Barat tidak berbuat
apa-apa terhadap Afrika. Bantuan keuangan atau utang hanya memperparah keadaan.
Jika uang pinjaman berada di tangan penguasa diktator, dana itu akan dikorupsi atau dipakai untuk membeli senjata guna mempertahankan kekuasaan. Bukan untuk mengatasi kemiskinan.
Tidak kurang peliknya jika uang utang dikelola penguasa demokratis. Proses demokratisasi justru terhenti karena dana tidak digunakan untuk meningkatkan partisipasi publik dalam politik dan ekonomi karena para pemimpin lebih berkonsentrasi memikirkan kepentingan negara donor.
Kemiskinan di Afrika diperparah oleh salah urus dan salah kelola pemerintahan. Sekalipun menghadapi krisis keuangan, misalnya, pemerintah tetap saja mengimpor bahan pangan yang menghabiskan dana. Padahal, swasembada pangan bisa dan mudah
dilakukan.
Afrika pun terjebak dalam pusaran kesulitan. Sudah sering disebut Afrika adalah benua yang hilang, the lost continent, karena hilang tertelan tumpukan persoalan dan kesulitan yang telah menjadi benang kusut.
How low will we go? Check out Yahoo! Messengers low PC-to-Phone call rates. __._,_.___
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
