Sekuntum teratai untuk Anda semua, para calon Buddha.
Pertama maaf sekali karena sharingnya tertunda lama sekali, karena satu dan lain hal hehehe........
Jadi kali ini kita bakal sharing untuk yang ke enam kali......
========================================================
Sharing Daily INEB Training (6)
Tgl 26 Mei 2006
Hari ini kita berkunjung ke Desa Kut Chum.
Nah, desa ini punya satu keistimewaan dalam menjalankan perekonomian mereka. Mereka punya : mata uang sendiri!! Namanya :Piah. Mata uang yang terpisah dengan mata uang yang sedang beredar di negara Thai.
Cerita tentang mata uang ini berawal dari krisis moneter yang terjadi pada tahun 1997. Kemudian mereka punya satu ide bahwa jika mereka punya mata uang sendiri akan bisa menyiasati keadaan ini. Desa ini menjadi msikin, ditambah tidak banyak sungai yang airnya bisa diminum. Jadi mereka menciptakan mata uang sendiri yang hanya digunakan di desa ini saja. Pada awalnya ide ini mendapat reaksi keras dari pemerintah, bahkan mereka dicurigai sebagai pembelot. Tapi setelah pemerintah melakukan semacam percobaan untuk melihat bagaimana sistem mata uang ini bekerja, akhirnya pemerintah mengijinkan.
Aspek lain dari desa ini adalah mereka menyadari bahwa banyak penduduk yang terjangkit penyakit, dan mereka sangat tergantung pada gaya pengobatan barat. Disamping biaya yang harus mereka keluarkan cukup mahal, mereka juga tidak kunjung sembuh. Jadi kemudian mereka mencoba untuk menciptakan obat-obatan alami dari tumbuh-tumbuhan yang jauh lebih aman dan murah.
Ternyata selain memproduksi juice buah, mereka juga memproduksi obat-obatan pengusir nyamuk, antara lain dalam bentuk balsem, spray, atau lilin. Dan fungsinya pun beda-beda, ada yang khusus untuk anti, untuk mengobati, dan untuk menyembuhkan luka akibat gigitan nyamuk yang membengkak.
Setelah puas bertanya dan melihat, kami melanjutkan kunjungan kami ke tempat pembuatan beras. Jadi disini kami diajak untuk melihat proses penerimaan beras sampai kemudian dijual ke pasar. Begitu mereka menerima beras, langsung dipisahkan menurut jenisnya (beras putih, beras merah,dll), diteruskan dengan pemisahan beras berdasarkan kualitas dalam negeri. Baru dari sini beras tsb dimasukkan dalam karung.
Perjalanan kami selanjutnya ke pusat herbal. Disini kami melihat mereka sedang membuat minyak dari wijen. Ada 2 jenis minyak wijen yaitu warna putih dan hitam. Tapi hasil akhir dari minyak ini tetap sama yaitu berwarna putih agak kekuningan. Selain itu mereka juga memproduksi obat untuk diminum dalam bentuk kapsul dan tablet.
Sampai disini dulu sharing untuk desa Kut Chum. Desa berikut adalah desa yang cukup kontroversial yaitu sebuah desa Buddhis. Benar-benar desa Buddhis dalam arti yang sebenarnya. Dan mereka hidup dengan cara yang sama seperti cara hidup Bhikshu. Sangat ketat dalam menjalankan sila dan di desa ini sama sekali tidak diperlukan uang. Penasaran? Yuk tungguin yah sharing selanjutnya...
metta,
Julie
How low will we go? Check out Yahoo! Messengers low PC-to-Phone call rates. __._,_.___
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
