Permukaan Air Sungai Naik, Warga Kembali Mengungsi
Sinjai, Kompas - Hingga Senin (17/7) sore warga di sejumlah tempat di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, masih mengungsi karena waswas menyusul naiknya permukaan air sungai pada Minggu malam.
Ketika itu ribuan warga panik dan mengungsi sebab khawatir banjir susulan setelah turun hujan lebat dua hari terakhir. Di perbatasan Gantarang-Kompang longsoran membuat jalan ambles setengah bagian badan jalan.
Minggu malam sekitar pukul 20.00 Wita, warga Sinjai yang umumnya tinggal di bantaran sungai dan pesisir pantai serta di daerah rawan longsor mengungsi karena air sungai meningkat disertai sedimen dan lumpur. Hal serupa terjadi di Bulukumba dan Bantaeng. Di tiga daerah ini air sungai naik sekitar dua meter.
Warga yang bermukim di Kelurahan Biringere dan Lappa mengungsi ke tempat-tempat seperti Gojeng, Terminal Angkutan Darat, dan masjid serta ke tempat ketinggian.
Pantauan di Desa Kompang dan Gantarang serta sejumlah tempat di Sinjai, Senin, menunjukkan, titik longsor yang baru seminggu terbuka kembali tertutup akibat ada longsoran baru. Kondisi ini diperparah dengan hujan yang turun terus-menerus.
Hasnia, warga Dusun Burungeng, Desa Kompang, yang ditemui mengatakan, "Hujan lebat sudah dua hari turun dan ada longsoran baru. Maka, kami diminta mengungsi. Di rumah saya, air naik sampai 30 sentimeter."
Hal sama dikatakan warga yang bermukim di Gantarang. "Di depan rumah saya muncul sejumlah retakan baru disusul longsoran kecil hingga besar di sejumlah titik dan membuat jalan yang sebelumnya sudah bisa dilalui kembali tertutup. Maka, kami diminta mengungsi. Saya sudah kembali ke rumah, tapi karena takut longsor mengungsi kembali," ujar Sumarni, warga Gantarang. Dia mengungsi di SDN 175 Burungeng, Desa Kompang.
"Saya terpaksa meminta anak-anak pulang lebih cepat walau ini hari pertama sekolah, karena khawatir akan keselamatan mereka. Kami khawatir terjadi longsoran baru lagi karena hujan turun terus," ujar Hamsah, guru kelas IV SDN 66 Gantarang.
Di sejumlah sekolah di Sinjai, hari pertama sekolah memang belum berjalan normal. Selain karena bangunan sekolah masih rusak, juga beberapa masih dipakai untuk pengungsian. Di SDN 175 Burungeng, Kompang, sekolah hanya dipakai hingga pukul 10.00. Umumnya para murid hanya membersihkan sekolah. Untuk belajar, mereka bergantian menggunakan kelas. (Ren)


How low will we go? Check out Yahoo! Messenger’s low PC-to-Phone call rates. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **





YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke