Dari: "Zawawi" <[EMAIL PROTECTED]>

Met pagi, Pak Hud, Apa kabar?
Saya jadi bingung, pernah dengar pernyataan dari seorang teman dari 
hasil sebuah workshop enterpreneurship, mental kebanyakan kita 
(indonesian people) itu MENGALIR  saja kayak (maaf) kotoran disungai, 
bukankah ini persepsi negatif tentang filosofi mengalir seperti air, 
sama enggak ini konteksnya, mohon penjelasan, apakah sikap mengalir 
seperti air itu memang bagus dan tepat.

Salam,
Zawawi
======================================
HUDOYO:

Rekan Zawawi yg baik,

Sudah tentu konteks yang berbeda akan menghasilkan pengertian yang 
berbeda pula. Dalam konteks kewiraswastaan (entreprenuership), 
pikiran yang "mengalir seperti air" dipahami seperti pikiran yang 
santai, melamun, berkhayal, tidak realistik dsb. Orang yg  berpikiran 
seperti itu tidak cocok untuk berwiraswasta, karena akan dilindas 
oleh orang-orang yang berpikir pragmatis, mempunyai goal yang pasti, 
rencana kerja yang konkrit, cita-cita yang tinggi dsb.

Sebaliknya, dalam konteks spiritual, "mengalir seperti air" pun 
hendaknya jangan dijadikan filsafat belaka. Kalau cuma sekadar 
filsafat, orang akan cenderung memperdebatkan bagus-tidaknya, tepat-tidaknya.

Sebaiknya, Anda mengalami sendiri apa itu "mengalir seperti air", 
dengan mengamati batin Anda sendiri yang kini hiruk-pikuk itu. Dengan 
kata lain, cobalah bermeditasi mengenali batin sendiri. Kalau Anda 
sudah mengalami sendiri apa yang disebut "mengalir seperti air" itu, 
tidak ada argumentasi apa pun yang bisa menggoyahkan pengalaman Anda.

Akan ternyata bahwa "mengalir seperti air" itu sangat bermanfaat dan 
perlu dalam setiap bidang kehidupan, termasuk sebagai wiraswasta. 
Seorang wiraswasta tidak akan selama 24 jam sehari menekuni 
pekerjaannya, bukan?

Salam,
Hudoyo




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
See what's inside the new Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/2pRQfA/bOaOAA/yQLSAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke