Sekuntum teratai untuk Anda semua, para calon Buddha.
Secara tidak terduga, kita kedatangan Ajahn Sulak yg sekarang menginap di wisma anak asuh Ekayana hingga minggu tgl 30 Juli '06.
Setelah menuliskan artikel yang mengkritik orang-orang yang mengelilingi raja, beliau kembali harus keluar dari negerinya karena dikejar oleh PM Thaksin yang menggunakan kesempatan ini untuk menjerat beliau dengan tuduhan menghina kerajaan karena beliau termasuk salah satu tokoh yang mengondisikan pengunduran diri Thaksin beberapa bulan lalu.
Jangan kehilangan kesempatan untuk bertemu dengan salah satu sesepuh SEB kita yang udah berusia 73 tahun tapi masih bersemangat juang seperti anak muda ini.
Berikut adalah jadwal kegiatan beliau:
1. Rabu tgl 26 Juli: bermalam di Pondok Sadhana Amitayus, Cipayung.
2. Kamis tgl 27 Juli: Makan siang dgn PP MBI. Pukul 11.30-14.00.
3. Sabtu tgl 29 Juli: Ajahn memberikan waktu 1 jam yaitu dari pukul 09.00-10.00 di sharing pengalaman training INEB.
4. Minggu tgl 30 Juli:
a. Ceramah kebaktian pagi di Ekayana: Pkl 11.00-12.00
b. Ceramah dan tanya jawab dengan para aktivis Buddhis: Pkl 13.00-14.00.
Jangan sia-siakan kesempatan ini. Kalau Anda adalah aktivis, mustahil tidak akan berkobar semangat saat mendengarkan ceramah Ajahn Sulak. Melihat beliau sendiri sudah merupakan inspirasi.
Di bawah adalah sekilas riwayat beliau.
Salam Perjuangan
JL
(Sugatadasa)
Menghormati tujuh puluh tahun hidup dan bekerja untuk keadilan, kedamaian, demokrasi, dan mata pencaharian yang berkelanjutan.
Sulak Sivaraksa, lahir tahun 1933, adalah kritikus sosial dan intelektual Thai yang terkemuka dan vocal. Dia adalah guru, scholar, penerbit, aktivis, pendiri banyak organisasi, dan penulis ratusan buku dan monografi dalam bahasa Thai maupun Inggris.
Sekilas Kehidupan Sulak
Mulai akhir tahun 1960an, dalam pergaulannya dengan para rahib Buddhis dan komunitas aktivis mahasiswa, dia menjadi terlibat dalam berbagai proyek pembangunan daerah pedesaan yang berorientasi pada pelayanan.
Selama tahun 1970an, Sulak menjadi tokoh sentral dari berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di
Siam. LSM-LSM ini termasuk Yayasan Komol Keemthong (dinamakan untuk guru muda yang tewas dibantai pada 1971), Institut Pridi Banomyong (dinamakan untuk Bapak demokrasi Thai), Yayasan Perawatan Anak-Anak Kampung Kumuh (the Slum Childcare Foundation), Kelompok Koordinasi untuk Agama dan Masyarakat (the Co-ordinating Group for Religion and Society), Komisi Antaragama Thai untuk Pembangunan (the Thai Inter-Religious Commission for Development), dan Institut Santi Pracha Dhamma.
Melalui keterlibatannya dengan organisasi-organisasi ini, Sulak mulai mengembangkan model-model untuk
perubahan yang muncul dari orang Siam sendiri, yang berkelanjutan, dan bersifat spiritual. Sejak saat itu dia telah mengembangkan kerjanya ke tingkat regional dan internasional.
Bersama kawan-kawannya, dia dirikan Forum Kebudayaan Asia untuk Pembangunan (the Asian Cultural Forum on Development) dan Jaringan Engaged Buddhist Internasional (the International Network of Engaged Buddhists).
Pada tahun 1976 Siam mengalami kudeta paling berdarah.![[Photo of Sulak]]()
Ratusan mahasiswa tewas dan ribuan dipenjara.
Militer membakar habis seluruh stok buku Sulak dan mengeluarkan surat perintah penangkapannya.
Walaupun dipaksa berada dalam pengasingan selama 2 tahun, Sulak dapat melanjutkan kegiatan aktivisnya di Barat.
Dia berceramah di Universitas California Berkeley, Universitas Cornell, Universitas Toronto, dan seluruh Eropa. Pada tahun 1984 dia ditangkap di Bangkok dengan tuduhan mengritik Raja, namun dunia Internasional melakukan protes yang berakhir dengan pembebasannya.
Pada tahun 1991 surat penangkapan lain dikeluarkan untuk menangkapnya dan Sulak sekali lagi dipaksa masuk ke dalam pengasingan politik. Dia kembali untuk memperjuangkan kasus itu di pengadilan pada tahun 1992 dan menang pada tahun 1995. Pada akhir tahun itu dia dianugerahkan Penghargaan Mata Pencaharian Benar (Right Livelihood Award) yang juga dikenal sebagai Hadiah Nobel Alternatif.
Dia melihat Agama Buddha sebagai sebuah proses mempertanyakan. Pertanyakan segala hal, termasuk diri sendiri, melihat secara mendalam, lalu bertindak dari insight tersebut.
Dia berada di antara segelintir pemimpin di seluruh dunia yang sedang berjuang untuk memulihkan aspek-aspek spiritualitas yang menangani masalah kemasyarakatan (socially engaged).
Apapun yang ia lakukan, bagaimana pun ia melakukannya, inti kerjanya adalah misi untuk membangun kepemimpinan baru untuk perubahan di seluruh tingkatan, di dalam maupun di luar Siam.
Banyak kerja perintisan telah dicapai dan fondasi-fondasi untuk perubahan sosial yang bermakna pun telah diletakkan.
Kini tantangannya adalah apakah visi aktivis spiritual ini dapat dipertahankan kelanjutannya dan dapat terus berkembang menjadi gerakan yang lebih kuat dan lebih berpengaruh di jangka menengah maupun jangka panjang.
Seiring dengan semakin menuanya pemimpin visioner kita ini, semakin banyak beban tanggung jawab yang jatuh ke pundak para pemimpin yang lebih muda serta berbagai LSM yang telah ia rawat dengan sangat hati-hati selama 30 tahun terakhir ini.
Kita punya program, organisasi, dan strategi untuk meringankan penderitaan dan ketidakadilan yang lebih dari cukup di dunia. Bahkan, kita menaruh terlalu banyak keyakinan pada aksi, terutama aksi politik. Aktivisme sosial cenderung terlalu menyibukkan dirinya dengan yang eksternal. Seperti kaum
intelektual sekuler, para aktivis cenderung melihat segala yang menimbulkan hal yang buruk disebabkan oleh mereka sistem tanpa memahami betapa faktor-faktor negatif ini juga bekerja di dalam diri mereka masing-masing. Mereka mendekati masalah-masalah global dengan mentalitas rekayasa sosial, mengasumsikan bahwa sifat baik seseorang akan dihasilkan dari restrukturisasi radikal masyarakat.
Pandangan yang sebaliknyatransformasi radikal masyarakat mensyaratkan perubahan pribadi dan spiritual terlebih dahulu atau setidaknya secara simultantelah diterima umat Buddha dan umat agama-agama lain selama lebih dari 2,500 tahun. Orang-orang yang ingin merubah
masyarakat harus memahami dimensi-dimensi sebelah dalam perubahan. Transformasi pribadi dalam pengertian seperti inilah yang dapat disediakan agama. Sekadar melakukan ritual-ritual kulit luar tradisi manapun hanya bernilai kecil jika tidak disertai transformasi pribadi. Nilainilai keagamaan adalah nilai-nilai yang menyuarakan kedalaman spiritual dan kemanusiaan kita. Ada banyak penjelasan mengenai pengalaman religius, tapi semuanya berpulang kembali pada menjadi semakin kurang dan berkurangnya sifat egois kita.
Seiring dengan tercapainya transformasi [diri] ini, kita pun memperoleh tanggung jawab moral yang lebih besar. Pertimbangan
spiritual dan perubahan sosial tidak bisa dipisahkan.
Kekuatan-kekuatan lingkungan sosial kita seperti konsumerisme, dengan penekanannya pada nafsu keinginan rendah dan ketidakpuasan dapat merintangi perkembangan spiritual kita. Orang-orang yang berusaha hidup secara spiritual haruslah peduli dengan lingkungan fisik dan sosial mereka.Untuk menjadi benar-benar religius bukanlah dengan menolak masyarakat, melainkan dengan bekerja untuk keadilan dan perubahan sosial. Agama berada di jantung perubahan sosial dan perubahan sosial adalah intisari agama.
Sulak Sivaraksa
Benih-benih perdamaian
Diterjemahkan oleh: Sutedja Tjandra SE., A.Mb
Diedit oleh Jimmy Lominto
Do you Yahoo!?
Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail Beta. __._,_.___
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
__,_._,___
