| Kompas, Senin, 07 Agustus 2006 |
| Serangan Israel Makin Gencar Musthafa A Rahman Beirut, Kompas - Pemerintah Lebanon dan Hezbollah menolak mentah-mentah rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB untuk gencatan senjata yang diajukan Perancis dan disepakati Amerika Serikat. Lebanon menganggap rancangan resolusi DK PBB itu tidak mencerminkan kepentingan rakyat Lebanon. Rancangan resolusi usulan Perancis antara lain menyerukan penghentian segera serangan pejuang Hezbollah dan mengharuskan Israel menghentikan seluruh operasi militernya. Rancangan resolusi itu juga mengatur pembentukan zona penyangga yang hanya bisa dijaga oleh Angkatan Bersenjata Lebanon dan pasukan perdamaian internasional dengan
mandat PBB. Kedua pihak bertikai harus menghormati "garis biru" di perbatasan Lebanon. Sebanyak 15 anggota DK PBB akan membahas rancangan resolusi Perancis-AS di New York, Minggu (6/8) waktu setempat. Rencananya, rancangan resolusi itu akan diputuskan melalui pemungutan suara 24 jam setelah introduksi formal. Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri dalam konferensi pers, Minggu (6/8), mengatakan, banyak di antara butir-butir dalam rancangan resolusi Perancis-AS itu tidak bisa diterima dan menggiring Lebanon kembali ke belakang. Berri menambahkan, dalam rancangan resolusi itu, tidak ada penegasan bahwa Israel harus mundur dari tanah Lebanon yang diduduki. Hal itu dianggap membenarkan bercokolnya kembali Israel di Lebanon selatan seperti yang pernah terjadi sebelum tahun
2.000. Ia mengatakan pula, butir yang menegaskan harus ada pengaturan keamanan antara Israel dan Lebanon pascaperang, mengembalikan Lebanon ke tahun 1983, di mana pada saat itu Israel dan Lebanon mencapai kesepakatan pengaturan keamanan. "Kesepakatan keamanan itu bisa memicu lagi perang saudara di Lebanon dan menimbulkan problem dengan negara Arab tetangga," kata Berri. Berri juga menyatakan, keberatan atas penggunaan kalimat "mengakhiri perang" dalam rancangan Perancis-AS sebagai peganti kalimat gencatan senjata. Sebelumnya Menteri negara Lebanon Urusan Energi yang berasal dari Hezbollah, Muhammad Fnesh, juga menyatakan, Hezbollah menolak gencatan senjata selama tentara Israel bercokol di tanah
Lebanon. "Hezbollah berada dalam posisi mempertahankan diri. Jika Israel menghentikan agresinya, maka Hezbollah akan menghentikan serangannya pula, namun dengan syarat tidak ada satu pun tentara Israel yang bercokol diLebanon," lanjut Fnesh. Sedangkan Menteri Luar Negeri Lebanon Fauzi Salouh mengatakan, rancangan Perancis-AS itu tidak bisa diterima. Menurut dia, Lebanon tidak menerima upaya pendiktean terhadap keputusan apapun yang tidak disetujui Pemerintah Lebanon. Ia lalu memperingatkan, jika keputusan gencatan senjata terus tertunda, maka Lebanon akan semakin hancur. Sikap Iran-Suriah Pemerintah Iran dan Suriah juga menolak rancangan resolusi Perancis-AS. Pejabat puncak keamanan
Iran Ali Larijani mengatakan, rancangan itu mengatur penghentian pertempuran secara penuh, namun tidak menyerukan penarikan mundur pasukan Israel dari Lebanon segera. Larijani menilai, rancangan resolusi itu tidak adil. Sebagai contoh, rancangan itu menuntut pembebasan seluruh tahanan Israel namun menyebutkan bahwa para tahanan Lebanon akan dibebaskan melalui negosiasi di bawah pengawasan PBB. Secara terpisah, Menlu Suriah Walid Muallem, Sabtu, mengecam rancangan resolusi DK PBB. Dia menilai, rancangan itu justru akan memicu berlanjutnya perang dan menimbulkan perang sipil di Lebanon. "Tidak seorang pun menginginkan hal itu kecuali Israel," kata Muallem Makin gencar Di saat dunia
mengupayakan gencatan senjata segera, pasukan Israel semakin gencar melancarkan serangan ke Lebanon sejak Sabtu malam hingga hari Minggu. Israel antara lain menggempur kota Tirus, Nakoura dan Nabatiyeh di Lebanon Selatan. Israel juga menyerang markas Front Rakyat untuk Pembebasana Palestina (PFLP) di Lembah Bekaa. Serangan Israel itu telah menewaskan sedikitnya lima penduduk sipil dan 12 lainnya luka-luka di desa Al Ansar dekat Nabatiyeh. Menurut laporan AFP, kelimanya tewas ketika rudal Israel jatuh di sebuah rumah. Selain itu, tiga orang tewas di Nakoura, Lebanon selatan. Mereka juga tewas akibat tembakan rudal Israel. Eskalasi gempuran Israel itu seperti berlomba dengan waktu dan dengan berita tercapainya rancangan resolusi DK PBB yang disponsori AS danPerancis. Namun, nerita tercapainya rancangan gencatan senjata itu, justu semakin
mencemaskan warga Lebanon. Mereka takut Israel akan menyerang Lebanon secara brutal sebelum dipaksa berhenti setelah rancangan kesepataan disahkan DK PBB. Kawasan Beirut Selatan yang dikunjungi Kompas Sabtu sore lalu, tampak seperti kota mati. Beirut selatan yang dihuni mayoritas Muslim Syiah selama ini menjadi sasaran serangan Israel. Distrik American, Auza'i dan Syayyah di Beirut Selatan seperti tidak ada kehidupan sama sekali. Toko-toko ditutup dan apartement ditinggal penghuninya. Pemandangan di kiri-kanan yang terlihat, adalah kehancuran gedung-gedung akibat gempuran Israel selama hampir satu bulan ini. Kepulan asap dari bekas pengeboman masih terlihat jelas dari distrik American. Seorang WNI yang berdomisili di Beirut mengungkapkan, sebelum perang distrik
American ini sangat ramai. Serangan Hezbollah Di Kfar Giladi, giliran Israel yang digempur pejuang Hezbollah, Minggu sore. Sebanyak 11 orang tewas dalam serangan itu dan 14 lainnya luka-luka. Seluruh korban tewas akibat tembakan sebuah roket yang jatuh dekat sebuah daerah pertanian di Kfar Giladi di perbatasan. Televisi Saluran Dua melaporkan, sembilan korban adalah tentara cadangan Israel. Ini adalah hari terburuk Israel sejak perang mulai pecah 12 Juli lalu. (AFP/REUTERS/BSW) |
Do you Yahoo!?
Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail Beta. __._,_.___
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
__,_._,___
