Dear all

Namaste, Suvatthi Hotu,

Benar seperti yang telah disampaikan oleh sis Dian, sis Iven (nama panggilan untuk Irvana) sangat aktif bahkan sebelum kuliah di Jakarta, pada saat masih di Lubuk Linggau juga sudah aktif di Wihara Buddha Indonesia, Lubuk Linggau, Palembang.
Bahkan bukan hanya dia saja yang aktif, adiknya juga sangat aktif sewaktu di Lubuk Linggau. Sis Iven adalah kakak dari Sis Irvien (Phing-phing) yang saat ini kuliah di London School adalah pengurus dari PMVEG dan juga Setjen Sekber PMVBI tepatnya di DPP IPGABI.

Mungkin sebagian teman-teman sudah kenal dengan mereka..
Saat ini kondisi Sis Iven makin memburuk...
Berdasarkan penuturan keluarganya saat saya dan beberapa teman menjenguk ke rumah nya... Sis Iven sedang istirahat dan tidak bisa dijenguk. Sehingga saya dan teman saya hanya bisa melihat punggungnya yang semakin kurus seperti yang sudah disampaikan oleh Sis Dian.
Minggu lalu, tepatnya tanggal 9 Agustus 2006, Sis Iven kembali dioperasi untuk pemasangan selang makanan langsung ke lambung karena sudah tidak bisa makan secara langsung melalui mulut lagi, bahkan air minum pun sudah tidak bisa hanya bisa melalui selang ini langsung ke lambungnya.
Bahkan saat ini, Sis Iven harus menggunakan bantuan oksigen untuk bernafas karena untuk bernafas normal sungguh susah baginya..disebabkan adanya dahak yang menghalangi pernafasannya.
Dari keluarganya diberitahukan bahwa Sis Iven sudah mengidap kanker (tumor ganas) paru-paru karena penyebaran dari tumor lidah yang sudah dioperasi beberapa waktu yang lalu di Malaysia. Bahkan sekarang sudah stadium 4.

Sekedar share, Sis Iven, saya kenalnya sewaktu masih aktif di KMB Dhammavaddhana, Univ. Bina Nusantara, dia salah satu junior saya yang sangat ramah pada siapapun, bahkan pernah menjadi salah satu calon ketua di KMBDv. Sis Iven juga sangat rajin ikut kegiatan kerohanian baik dilingkungan kampus maupun dilingkungan vihara.

Saat ini, yang dapat kami lakukan selaku teman-temannya hanya berdoa dan melimpahkan jasa kepada sis Iven.

Kalau untuk menjenguk, saya rasa bisa tapi jangan ramai-ramai, karena tempatnya yang kecil dan Sis Iven juga tidak mau dijenguk karena dia merasa minder kali yah...

Sekali lagi, saya dan Sis Dian juga teman-temannya hanya bisa menghimbau teman-teman seDhamma dapat meluangkan waktu sejenak berdoa untuk kesembuhan Sis Iven.

Mungkin hanya ini yang dapat saya share...dari teman-teman yang sudah menjenguk, mungkin ada yang bisa share juga???

Dian Juliantine <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


Note: forwarded message attached.

Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business. To: [email protected]
From: Dian Juliantine <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Fri, 11 Aug 2006 03:01:38 -0700 (PDT)
Subject: [Dharmajala] Who is Irvana?

Dear Friends in Dhamma,

Saya punya seorang teman, namanya Irvana (22 thn).
Namanya hampir mirip dengan Nirvana :), is mental happiness, peace of mine. Dia seorang yang ramah, lemah lembut, penyayang. Semua itu terlihat dari
pancaran matanya. Dia sangat aktif mengikuti kegiatan-kegiatan Buddhist. Dan termasuk salah satu pengurus KMBD (Keluarga Mahasiswa Buddhis Dhammavaddhana).

Saat ini Irvana sedang sakit. Dia menderita sakit kanker lidah. Mungkin temen-temen jarang yang mendengar penyakit ini. Dan saya pun baru tau kalo ada penyakit ini. Awalnya dia hanya sariawan biasa. Tapi diobati tidak sembuh2. Lalu ke dokter gigi, karena dipikir penyakit dating dari giginya. Dan giginya dicabut oleh dokter. Namun kian lama penyakitnya tidak sembuh juga. Kembali diperiksa ke dokter, dan ternyata
ada tumor di lidahnya. Lalu keluarga membawanya ke Malaysia untuk berobat
disana. Dan dioperasi tumornya. Selang beberapa waktu rasa sakitnya kambuh lagi, dan setelah dicek ternyata Irvana terkena kanker lidah. Didalam sakitnya Irvana
masih semangat belajar dhamma. Dia mengikuti latihan meditasi yang diadakan Pak Merta di Palembang. Namun ditengah latihannya, dia merasakan sakit yang sudah
tidak tertahan lagi. Akhirnya dia pulang ke Jakarta dan dirawat di RS Graha Medika, Kebon Jeruk .

Karena sudah tidak dapat makan dan minum, kemarin lusa dia dioperasi lagi untuk dimasukkan selang ke saluran pencernaannya. Sekarang dia keliatan sangat kurus
sekali, tulang2nya menonjol keluar. Namun dari raut wajahnya tidak menunjukkan penderitaan yang mendalam karena penyakitnya itu.

Kabar terakhir yang saya peroleh, sekarang kankernya sudah menyebar ke paru-paru, dan hampir ke otak. Sungguh sangat menyedihkan mengetahui dan melihat penderitaan fisik yang dialaminya. Hanya dalam beberapa tahun, diusianya yang masih muda, kanker itu telah menjalar ke seluruh tubuhnya. Irvana tetap keliatan tegar.
Saya mendapat informasi dari salah seorang ibu dari Tzu chi, bahwa beliau juga dulu pernah menderita penyakit kanker, yaitu kanker rahim stadium 3 atau 4. Dan beliau berobat ke Guangzhou, China. Katanya disana ada dokter bagus yang bisa mengobati penyakit tumor & kanker. Anak dari ibu itu pun juga terkena kanker dan
berobat kesana dan sembuh. Sudah sekitar 20 thn dari sakit kankernya itu, sekarang ibu itu sangat sehat, dan telah sembuh dari sakitnya. Saya telah menyarankan keluarga Irvana untuk berobat kesana, namun katanya fisik Irvana masih belum
memungkinkan. Dan biaya yang telah dikeluarkan saat ini sudah cukup banyak.

Dear Friends, apa yang sebaiknya kami lakukan untuk dapat membantu Irvana??? Mohon tanggapan dan doa dari teman2 sekalian.

* Irvana teteplah bertahanÂ…. Kami semua mendukung
kesembuhanmu. Irvana will surely get nirvana, is
mental happiness,peace of mind *


with metta,
DJ

* Bagi teman2 yang ingin menjenguk, dapat ke RS Graha
Medika, Kebon Jeruk Ruang 4207.

Do you Yahoo!?
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail Beta.



    Regards,
Vera


Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ countries) for 2¢/min or less. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **





YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke