Rekan-rekan semua,
Pernah ada yang bermeditasi Samatha dan dia jadi gila.
Pernah ada juga yang bermeditasi Vipassana dan dia juga jadi gila.
Ada juga yang tidak bermeditasi tapi dia juga jadi gila.
Metta,
Chang Le
----- Original Message -----
From: "Hudoyo Hupudio" <[EMAIL PROTECTED]>
Newsgroups: soc.culture.indonesia
To: <Recipient list suppressed:>
Sent: Friday, August 25, 2006 7:35 AM
Subject: [Dharmajala] Meditasi Samatha & Vippasana... Mana yang lebih
beresiko ?
> At 12:47 PM 8/24/2006, "Fatahillah" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Namo Buddhaya,
>
> Maaf, judulnya agak... agak... bingung soalnya tidak menemukan kata yang
tepat
> btw saya mo tanya..
> Selama ini dalam pikiran saya bahwa meditasi yang lebih beresiko ( tanpa
> pembimbing / guru )itu adalah meditasi Vippasana karena saya pernah dan
sering
> membaca bahwa seseorang yang melakukan meditasi vippasana tanpa bimbingan
dari
> seorang guru bisa mengakibatkan stress, dll. karena mengalami
sensasi-sensasi
> yang mungkin agak gimana ( saya sendiri juga tidak tahu ).
>
> Tapi ketika kemarin saya ada diskusi dengan teman saya, dia bilang bahwa
yang
> lebih beresiko itu meditasi samatha terutama meditasi pernapasan (
anapasati ),
> saya jadi agak bingung.. apalagi setelah saya membaca bahwa Sang Buddha
mencapai
> pencerahan sempurna karena melakukan meditasi pernapasan.
>
> Mohon pencerahannya..
>
> Salam Metta,
>
> Erlin
> =================================
> HUDOYO:
>
> Tampaknya teman Anda itu pun tidak punya pengalaman meditasi.
>
> Meditasi apa pun mengandung risiko kalau pemeditasi tidak memahami apa
yang harus dilakukan dalam meditasi. Risikonya ialah kalau ia MEMILIKI
KEINGINAN DUNIAWI KUAT YANG DIHARAPKANNYA DIPEROLEH DARI MEDITASINYA,
seperti ingin sakti, ingin kebal, ingin melihat alam gaib, ingin bisa
mempengaruhi orang lain, ingin cita-cita duniawinya tercapai dsb, dsb. Dalam
hal itu ia akan mengalami konflik dalam meditasinya, dan kalau ini tidak
disadarinya, bisa menimbulkan stres dan gangguan jiwa.
>
> Tapi soal ini tidak perlu dibesar-besarkan. Yang membesar-besarkan
biasanya justru orang yang TIDAK PERNAH BERMEDITASI. Merekalah yang suka
bergunjing tentang "bahaya meditasi".
>
> Baik meditasi ketenangan (samatha-bhavana) maupun meditasi pencerahan
(vipassana-bhavana) sama-sama TIDAK berisiko selama pemeditasi memahami APA
TUJUANNYA dan BAGAIMANA CARANYA. Itu saja dipegang. Jangan takut
bermeditasi.
>
> Memang, dalam meditasi pencerahan (vipassana-bhavana) bisa muncul keadaan
batin tertentu yang membuat orang RAGU-RAGU (vicikiccha), dan/atau membuat
orang MANDEK dalam meditasinya karena mengira telah "sampai". Untuk itu
perlu seorang pembimbing/guru yang mampu mengingatkannya kembali.
>
> Jadi, tidak ada risiko GANGGUAN MENTAL sedikit pun dalam melakukan
meditasi vipassana, sebagaimana sering digembar-gemborkan oleh orang yang
tidak pernah bermeditasi.
>
> Beberapa kasus gangguan jiwa yang terjadi dalam meditasi vipassana
lagi-lagi disebabkan oleh karena pemeditasi TIDAK MEMAHAMI TUJUAN meditasi
vipassana, dan TIDAK MENJALANKAN PETUNJUK yang diberikan pembimbing/guru.
Kasus-kasus seperti ini JUSTRU terjadi dalam retret-retret yang dibimbing
oleh seorang guru, baik di dalam maupun di luar negeri!
>
> Orang-orang seperti ini biasanya SUDAH mempunyai stres atau konflik yang
berat dalam kehidupannya sehari-hari. Mereka mudah dikenali sebelum mulai
meditasi dengan wawancara yang agak mendalam sedikit. -- Jadi, jika Anda
yakin batin Anda tidak mempunyai stres atau konflik yang berat dalam
kehidupan sehari-hari, Anda tidak perlu takut melakukan meditasi vipassana.
>
> Seorang guru vipassana, Bhante Gunaratana, menulis sebuah buku yang
ditujukan bagi orang-orang yang tidak punya pembimbing/guru dan mau berlatih
vipassana sendirian. ("Meditasi dalam Kehidupan Sehari-hari.")
>
> Meditasi adalah intisari Jalan yang diajarkan oleh Sang Buddha. "Umat
Buddha" yang tidak pernah bermeditasi sebetulnya bukan siswa yang
menjalankan ajaran Sang Guru.
>
> Sila, Samadhi (meditasi) dan Pannya harus dilaksanakan sejak AWAL Anda
menjalankan ajaran Sang Buddha. Bukan sila dulu, lalu meditasi belakangan
entah kapan. (Meditasi di sini bukan "meditasi" 1-2 menit dalam kebaktian
yang tidak lebih dari seminggu sekali.) Banyak "umat Buddha" menunda-nunda
atau tidak mau bermeditasi, karena mengira meditasi itu susah, buang waktu,
dan tidak bermanfaat. Mereka sering berkilah, akan bermeditasi setelah tua
atau setelah pensiun nanti.
>
> Pesan saya: BERMEDITASILAH MULAI SEKARANG, SEBELUM MUSIBAH DATANG ! Dan
percayalah, musibah cepat atau lambat pasti akan datang dalam hidup Anda.
>
> Salam,
> Hudoyo
>
>
>
>
>
> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri
saya maupun di luar diri saya **
>
> ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami
taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan
cinta kasih yang kokoh **
>
> ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
dari belenggu kelahiran dan kematian **
>
> ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh
welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore
hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama
melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan
orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
>
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya
maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta
kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua,
para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/