Namo Buddhaya, Baik, untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu merenungkan bahwa pola logika yang kita anut sekarang ini adalah mengikuti budaya Barat. Jadi penentuan "logis" dan "tidak logis" adalah semata-mata berdasar pola pemikiran Barat. Apakah pola pemikiran Barat adalah satu-satunya yang sahih dalam menentukan "logis" dan "tidak logis"nya sesuatu? Inilah yang justru perlu kita pertanyakan. Sutra-sutra Buddhis adalah suatu perahu kasih yang jelas mengatasi "logis" dan "tidak logis" berdasarkan pola pikir Barat yang materialistis. Secara "logis" berdasarkan ilmu pengetahuan Barat, sifat altruistik tidak mungkin terjadi, karena menurut ilmu biologi, semua makhluk hanya diprogram untuk satu hal: Bertahan hidup! Jadi manusia pada dasarnya adalah makhluk egois, karena sikap altruistik jelas sekali tidak cocok dengan slogan "survival for the fittest"-nya Darwin. Daripada menolong sesama pelari yang kelelahan, mendingan saya lari secepat-cepatnya menuju ke garis finish. Inilah "logika" Barat. Sekarang silakan Anda tanyakan pada diri sendiri. Apakah dunia ini berlaku demikian? Apakah orang bule sendiri menganut pola pandang itu? Jawabnya tidak! Untuk memahami literatur Buddhis, kosongkan dulu pikiran Anda, bagaikan cangkir yang kosong. Mengapa? Karena cangkir yang sudah penuh tidak dapat menerima wawasan kebenaran lagi. Sebagai seorang praktisi Tantra, saya dapat menjelaskan bahwa sutra2 yang bernuansa Tantrik justru sangat relevan untuk mengatasi belenggu2 materialisme modern. BAnyak orang yang salah menganggap bahwa sutra2 Buddhis adalah sama dengan buku2 lainnya, sehingga mereka menerapkan sikap kritis yang liar. Sebagai seorang scholar sikap ini tidaklah salah, tetapi orang yang berpandangan demikian tidak akan mendapatkan apa-apa. Ibaratnya seorang yang hanya mengamati suatu pesta dari luar saja. Mereka tahu dari awal sampai akhir apa yang terjadi di pesta itu, tetapi tidak mendapatkan makanan secuilpun. Apakah hidup semacam itu menurut Anda bermanfaat? Guru2 Tantra sering memainkan logika muridnya, agar meninggalkan belenggu-belenggu logika-ego yang lama. Pertanyaan-pertanyaan itu hanya memuaskan ego saja, yang sekali dipuaskan akan menghendaki pemuasan2 lebih jauh. Ini juga bagian dari samsara. Nah, sekarang marilah kita semua menentukan pilihan hidup kita.
Salam kasih, Tan --- In [email protected], Ika Polim <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Dear Bros & Sis, > > Adalah Suatu Hal Wajar Kalau Kita Suatu Kali "Terheran2", "Terpusing2", & Mungkin Saja "Tersesat" Setelah Membaca Sutra2 Buddha Yang "Dikatakan Sangat Halus, Dalam & Luas" Pengertiannya, Yang Sampai2 Membuat Si Pembacanya Seperti Saya Gambarkan Di Atas. > > Menurut Bros & Sis, > > Masih Perlukah Hal2 Logis tetap Teguh Digunakan Untuk Mengambil Makna Filosofis Dari Sutra2 Buddha Tsb Pada Umumnya?? > > Masih Cocokkah Sutra2 Buddha Untuk Dibaca Oleh Kebanyakan "Orang Modern" Yang Juga Masih Membutuhkan Agar Pikiran Logisnya Tetap "Terpuaskan" Dgn Berbagai Pertanyaan Yang Ditimbulkannya?? > > > With Metta, ika. > > > --------------------------------- > Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ countries) for 2ยข/min or less. > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/zAINmC/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
