Saatnya Mengklaim Utang Ekologis!

Utang ekologis (Ecological Debt) pertama kali dimunculkan pada Konferensi Rio tahun 1992 oleh ornop Amerika Latin dalam konteks penipisan lapisan ozon. Saat itu konsep utang ekologis memiliki fokus utama pada kerusakan lingkungan hidup. Konsep ini kemudian berkembang pada konteks model pembangunan, perdagangan, dan keuangan yang diusung oleh paham neoliberalisme.

Paradigma pembangunan yang berlandaskan prinsip pertumbuhan ekonomi telah menyebabkan terjadinya distribusi yang tidak adil dari sumberdaya alam. Selama ratusan tahun negara-negara di belahan bumi utara telah dimakmurkan oleh eksploitasi sumberdaya alam yang terjadi di belahan bumi selatan melalui kolonialisme. Eksploitasi sumberdaya alam secara masif dan dilakukan secara destruktif tersebut dilakukan untuk memasok bahan baku bagi proses industrialisasi yang berlangsung di negara-negara utara demi mengejar pertumbuhan ekonomi. Proses ketidakadilan dalam eksploitasi dan distribusi resources telah menyebabkan marjinalisasi masyarakat serta kerusakan lingungan hidup di negara-negara selatan.

Dalam perkembangan selanjutnya, negara-negara selatan yang termarjinalisasi pun terseret pada pola-pola pembangunan mainstream, yaitu yang berlandaskan pada pertumbuhan ekonomi. Negara-negara selatan yang memang minim modal kemudian harus mengikuti pola pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang padat modal dan eksploitatif. Proses pembangunan padat modal dan eksploitatif terus berlangsung di negara dunia ketiga melalui tangan-tangan korporasi-korporasi multinasional yang notabene berasal dari negara-negara maju. Melalui Investasi Asing Langsung (Foreign Direct Investment), korporasi-korporasi menanamkan modalnya di negara-negara dunia ketiga dan melakukan eksploitasi resources.

Akibatnya, alih-alih mencapai kemakmuran, negara dunia ketiga malah makin termarjinalkan dan bahkan terjebak dalam perangkap utang yang dikomandani oleh Brettonwoods Institution seperti Bank Dunia (the World Bank) dan Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF). Kondisi tersebut diperparah dengan rusaknya lingkungan hidup dan makin menipisnya sumberdaya alam yang menjadi aset negara dunia ketiga tersebut untuk memakmurkan rakyatnya.

Pada Konferensi Bumi tahun 1992 di Rio de Janeiro disadari bahwa kerusakan lingkungan dan terjadinya perubahan-perubahan alam secara global sebagian besar berasal dari kontribusi negara-negara maju yang selama ini telah mempraktikkan pola-pola pembangunan yang tidak sustainable. Akibatnya, sebagian besar populasi dunia –yaitu mereka yang hidup di negara-negara dunia ketiga—harus menderita.

Kerusakan-kerusakan lingkungan yang terjadi di negara dunia ketiga terjadi untuk memenuhi pola produksi dan konsumsi negara-negara maju tanpa memperhatikan aspek-aspek kelestarian. Oleh karenanya saat ini merupakan saat yang tepat bagi masyarakat dunia ketiga untuk menagih utang ekologis kepada negara-negara maju akibat segala kerusakan lingkungan yang terjadi.

Sumber : www.walhi.or.id

 

 

__._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke