KETIKA KEADAAN MENJADI SULIT (2)
Jika kita percaya orang yang kita cintai telah menyebabkan penderitaan
kita, kita sangat menderita. Jika orang lain yang menyebabkan
penderitaan kita, kita tidaklah begitu menderita. Akan tetapi ketika
ia adalah orang yang kita cintai, kita tidak dapat menerimanya. Kita
menderita seratus kali lipat. Kita ingin mengunci diri sendiri di
dalam kamar dan menangis. Kita tidak ingin bertemu atau berbicara
dengannya. Meskipun jika dia berusaha untuk menghampiri kita, kita
masih saja marah. Kita tidak ingin disentuh. Kita katakan, "Tinggalkan
aku sendiri!" Ini adalah normal.
Ketika hal ini terjadi, adalah lebih baik bagi kita untuk tidak
menanggapi dengan kata-kata. Hanya latihlah "berhenti." Itulah yang
saya lakukan. Saya kembali pada nafas saya dan mengatakan pada diri
saya, "Bernafas masuk, saya sadar saya terluka. Bernafas keluar, luka
itu masih ada di sana." Saya melanjutkan bernafas seperti ini untuk
tiga atau empat kali nafas, dan ada perubahan.
Kemudian kita perlu untuk pergi kepada orang yang kita cintai yang
baru saja melukai diri kita. Kita menghampirinya dengan penuh
kesadaran, perhatian murni, dan konsentrasi, dan mengatakan: "Aku
sedang menderita, tolong bantu aku." Hal ini cukup sulit untuk
dilakukan, tetapi jika kita melatih diri kita, kita dapat
melakukannya. Kita datang kepadanya, bernafas masuk dan keluar secara
mendalam, menjadi diri kita sendiri seratus persen, dan katakanlah
bahwa kita menderita dan membutuhkan bantuannya. Kita mungkin tidak
ingin melakukannya, karena kita merasa bahwa kita tidak butuh
bantuannya. Kita mungkin ingin menjadi mandiri dan mengatakan, "Aku
tidak membutuhkanmu," karena kita merasa terluka begitu dalam. Itulah
mengapa kita tidak dapat meminta bantuan; kesombongan kita terluka.
Akan tetapi sangatlah penting untuk melatih diri kita untuk
mengatakannya biar bagaimanapun.
Kita perlu melatihnya untuk beberapa saat agar mampu untuk
mempraktekkan ini. Sifat alamiah kita adalah mengatakan dan
menunjukkan bahwa kita dapat bertahan tanpa dia. Hal ini berasal dari
keinginan kita untuk menghukumnya. Kita ingin menghukum orang lain
karena dia telah berani membuat kita menderita. Akan tetapi jika kita
melihat secara mendalam terhadap situasi itu, kita mengetahui hal ini
tidaklah bijaksana. Kita merasa yakin bahwa penderitaan kita
disebabkan olehnya, tetapi mungkin persepsi kita salah. Ketika kita
saling mencintai satu sama lain, kita membutuhkan satu sama lain,
terutama ketika kita menderita.
Diterjemahkan oleh : Dayapala Steven
Diedit oleh : Bhante Dharmavimala
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya
maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta
kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua,
para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/