Cerita boongan / hoax tuh: http://www.snopes.com/religion/einstein.asp
Ron Khaidi Wong wrote: > Sungguh mengharukan, membuka pencerahan, menjawab pertanyaan yang selama > ini tidak bisa dijawab, awal begitu selesai membaca posting ini, > .......sampai kemudian ketika kita mulai menganalisa uraiannya.... > > Pertama-tama, sang pengarang ingin menjebak pembaca ke dalam pemahaman > dualitas: panas adalah lawan dari dingin, gelap adalah lawan dari > terang, maka kejahatan adalah lawan dari kebaikan,. Dengan demikian jika > tidak ada panas disebut dingin, jika tidak ada cahaya disebut gelap, dan > jika kebaikan disebut kejahatan. Benarkah itu? > > Apa lawan kata dari marah? bahagia? > Apa lawan kata dari hijau? kuning kah? > Apa lawan kata dari kebaikan? > > Apakah benar ketiadaan kebaikan selalu disebut jahat, dan bukan netral? > Jelas kejahatan bukanlah adalah karna tidak ada kebaikan, melainkan > karena disebabkan oleh adanya lobha, dosa dan moha. Dalam kejahatan > orang bisa melakukannya atas dasar kebaikan. Misalnya mencuri untuk > biaya berobat orang tua. Atau membunuh 1000 orang untuk mengambil > jarinya dan dipersembahkan kepada seorang guru untuk membalas jasa > gurunya dalam kepatuhan. > > Kedua, jika asumsi sang mahasiswa adalah demikian (yang sebenarnya > keliru), maka tentu akan makin menambah kebingungan dosen dan pembaca, > bahwa ada sesuatu di luar kuasa Tuhan dari mahasiswa tersebut, yang > tidak mampu dihilangkannya, dan berasal dari entah mana. > > Ketiga, nama besar Albert Einsten pun dicatut ke dalam karangan ini > untuk menunjukkan bahwa, wah, ini hasil pemikiran seorang jenius loh. > Ditambahkan lagi embel-embel 'kisah nyata'. Apakah mungkin seorang > Albert Einsten akan berpikir dengan cara yang keliru seperti ini? > Malahan, Albert Einsten yang sebenarnya mengatakan: Jika ada agama yang > sesuai dengan sains dan masa depan, itu adalah Buddhism! > > Salam kasih, > Khai > > > > Liana Lie wrote: > > >> >>APAKAH TUHAN MENCIPTAKAN KEJAHATAN? ( Kisah Nyata ) >>Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? >>Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah >>universitas >>terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, >>"Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?". >> >>Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan >>semuanya". "Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi. >>"Ya, >>Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut. >> >>Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti >>Tuhan >>menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip >>kita >>bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi >>bahwa >>Tuhan itu adalah kejahatan." >> >>Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor >>tersebut. >>Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia >>telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos. >> >>Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya >>bertanya >>sesuatu?" >> >>"Tentu saja," jawab si Profesor >> >>Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?" >> >>"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak >>pernah >>sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya. >> >>Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. >>Menurut >>hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu >>-460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi >>diam >>dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata >>dingin >>untuk mendeskripsikan ketiadaan panas. >> >>Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?" >> >>Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada." >> >>Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga >>tidak >>ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita >>pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk >>memecahkan >>cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang >>gelombang >>setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu >>ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. >>Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya." >> >>Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?" >> >>Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah >>kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak >>perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara >>tersebut >>adalah manifestasi dari kejahatan." >> >>Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda >>salah, >>Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. >>Seperti >>dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk >>mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan. >>Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. >>Seperti >>dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari >>ketiadaan >>cahaya." >> >>Profesor itu terdiam. >> >>Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein. >> >> >> >>--------------------------------- >>Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business. >> >>[Non-text portions of this message have been removed] >> >>__._,_ >> >> >> > > > > > > ** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia ** > > ** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
