--- In [EMAIL PROTECTED], Yohanes <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Note: forwarded message attached. Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com Jadi pengen sharing kegiatan clean up the world kemarin. Just from my point of view, jadi bukan report kegiatan keseluruhan. Mungkin yang lain bisa share lebih banyak soal detil kegiatan : Dari jam kedatangan, rombongan DJ bisa dikatakan jauh lebih baik, karena ketika kita udah kumpul semua, yang lain masih banyak yang belum datang. Kata Acong : Latihan kita (untuk on time) ada gunanya :D Dari pengamatan sepanjang kegiatan, rasanya seh senayan itu kekurangan tempat sampah. Sehingga semakin menurunkan minat orang buang sampah pada tempatnya. Rombongan DJ ngambilin sampah berlawanan dengan arah larinya orang-orang di senayan. Nah, itu ajang yang bagus buat ngamatin perasaan yang muncul. hahaha. Gue pribadi sempat merasa "untung rame2, jadi cuek, kalo sendirian bisa malu banget neh". Saat itu tiba2 kepikir juga, apakah para pemulung juga merasakan perasaan yang sama? Mungkin kalo mereka dah lama, dah cuek juga, tapi pemulung pemula rasanya akan melalui tahapan ini juga. Dan mungkin lebih berasa lagi, karena dia kumpulkan itu demi sesuap nasi, dan dalam penampilan yang khas pemulung. Dimana (gue percaya) ada banyak orang yang memandang rendah mereka. Sedangkan gue yang pakai baju bertema yang keren, yang jelas2 melakukan hal ini cuman buat promote the awareness,yang sebenarnya tipe orang yang ga gampang malu (sebaliknya malah malu-maluin or ga tahu malu :D), yang bisa dengan mudah menganggap event sejenis sebagai "something cool dan cuekin aza apa kata orang" masih berasa malu pada awalnya. Rasanya was-was, apakah di antara percakapan or bisik2 orang2 yang duduk dan lewat, kita menjadi bahan pembicaraan (baca : celaan) mereka :D Untunglah kemudian perasaan ini terlampaui juga. Sejujurnya secara pribadi ini bagian yang paling berkesan dari clean up the world di senayan kemarin, mengetahui dan mengakui perasaan yang muncul. Kita kemudian ke ekayana ikut welcome party. Tiba2 kelintas ide kenapa ga sekalian clean up di ekayana aza, mumpung masih memakai baju bertema itu, dan pas ada acara yang rame di ekayana. So, jam makan siang, kita siapkan kantong2 sampah yang berbeda, 1 untuk gelas aqua, 1 untuk piring dan sendok, dan satu lagi sisanya (termasuk sisa makanan dan tisu2). Orang-orang yang datang buang sampah kita minta mereka untuk memisahkan berdasarkan jenis kantong kita. Hasilnya? Tanggapan yang diterima positif sekali. Gue ga ketemu orang yang protes mengapa harus pisah2 sampah. Meski ada juga 1 orang yang datang bawa piringnya dan pas diminta memisahkan makanan dia, muka menunjukkan perasaan jijik dan langsung menyodorkan piringnya ke kita dan pergi. Alhasil kita yang memisahkan sampahnya. Agak heran juga, bukankah itu makanan dia barusan? Bukan yang basi, bukan pula orang lain yang makan, kenapa mesti jijik? Tapi ada juga orang yang membawakan piring entah siapa punya yang kebetulan diletakin asal aza, dan dengan sukarela memisahkan sampah2 tersebut untuk kita. Jumlah makanan yang terbuang juga tidak banyak (yang di kantong organik yang gue awasin, ga tahu kalo yang lain). Mungkin karena masakannya enak? (Ga makan seh soalnya dah eneq liatin sisa makanan :D) Saran : Untuk ke depan jika pengen dilanjutkan, bisa dimulai dengan menaruh dua jenis tong sampah di satu tempat di vihara setiap minggu, untuk sampah aqua plastik dan sisa makanan. Perlu satu orang yang mengawasi tong sampah dan menerangkan kepada setiap yang mau buang sampah, untuk memisahkan berdasarkan jenis. Mungkin dua tiga bulan sesudahnya semua akan terbiasa dan tong sampah dua jenis ini bisa ditempatkan di semakin banyak tempat. Sedapat mungkin jangan menerima piring dan membantu memisahkan, karena itu ga mendidik. Gitu dari gue, mungkin yang lain bisa share pengalamannya juga. * Mindfulness Living is an ART * __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com --- End forwarded message --- ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
