LOJONG : Melatih Pikiran

H.H. Dalai Lama

Diterjemahkan oleh : Hendy Hanusin


Teks dasar ajaran ini berasal dari sekitar 800 tahun lalu segera setelah sekolah Kadampa diperkenalkan di Tibet oleh guru India Jowo Je atau Atisa Dipamkara.


Delapan Bait untuk Melatih Pikiran


Dengan memikirkan semua makhluk hidup

yang lebih berharga daripada permata pengabul keinginan

untuk menyelesaikan tujuan tertinggi

semoga saya selalu menganggap mereka berharga.


Ke mana pun saya pergi, dengan siapa pun saya pergi

semoga saya memandang diri sendiri lebih rendah dibandingkan makhluk lain, dan

dari lubuk hati saya yang terdalam

semoga saya menganggap mereka paling berharga.


Semoga saya memeriksa pikiran saya dalam semua tindakan

dan segera bila niat pikiran negatif muncul,

karena itu membahayakan diri saya sendiri dan makhluk hidup lain,

semoga saya dengan kokoh menghadapi dan mencegahnya.


Ketika saya melihat makhluk lain dalam keadaan negatif

atau mereka yang dikuasai keadaan negatif atau sakit,

semoga saya, seperti menemukan harta berharga,

menganggap mereka berharga, karena mereka jarang sekali dijumpai.


Ketika makhluk hidup lain, dikarenakan iri hati mereka,

mencaci maki dan memperlakukan saya dengan cara-cara tidak patut lainnya,

semoga saya menerima kekalahan ini untuk diri saya sendiri,

dan memberikan kemenangan pada makhluk hidup lain itu.


Ketika seseorang yang telah saya tolong

atau orang yang telah saya berikan harapan besar

mencelakakan saya dengan ketidakadilan,

semoga saya melihat orang itu sebagai seorang teman suci.


Pendek kata, semoga saya memberikan baik itu langsung dan

tidak langsung semua kebahagiaan dan manfaat kepada semua makhluk,

ibu-ibu saya, dan semoga saya sendiri secara rahasia mengambil

semua sakit dan penderitaan mereka.


Semoga mereka tidak dinodai oleh konsep-konsep

delapan keterikatan duniawi,

dan sadar bahwa semua hal adalah ilusi,

semoga mereka, tidak melekat, bebas dari belenggu samsara.


Membangkitkan Pikiran Pencerahan


Dengan sebuah keinginan untuk membebaskan semua makhluk

saya akan selalu berlindung kepada

Buddha, Dharma, dan Sangha,

sampai saya mencapai pencerahan sempurna.


Dalam gairah kebijaksanaan dan welas asih,

hari ini di hadapan Buddha

saya membangkitkan Pikiran Pencerahan Sempurna

untuk manfaat bagi semua makhluk hidup.


Selama ruang masih ada,

selama makhluk hidup masih ada,

sampai nanti, semoga saya juga tetap ada

dan menghalau kesengsaraan dunia.



__._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke