Pemikiran anda masuk akal juga bro Irwan. Tidak menggurui kok. Memang saya juga pernah memikirkan hal ini dalam2, tapi tidak saya ungkapkan dalam bentuk tulisan.

Emangnya yang mana sih yang merah, yang mana sih yang kuning? Semuanya kan manusia yang beri nama, kenapa harus diributkan? Tul gak?

On 10/5/06, BCL T <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Mari kita bicara warna, anda tidak buta warna, kaaan?
http://groups.yahoo.com/group/semedi/message/10329
 
Di dalam dunia warna dan pewarnaan, terlibat di dalamnya adalah industri kimia yang mengolah sumber daya alam menjadi zat pewarna yang umumnya disebut pigment dan di dalam dunia pigment ini umumnya dikenal pigment organik dan anorganik. Tentu pada tau dong, pigment organik pada umumnya jauh lebih mahal dari yang an organik, terutama sekali kalau kemudian pigment yang digunakan untuk makanan atau istilahnya food grade. Yang terakhir ini selain kualitasnya mesti bagus efek terhadap tubuh manusianya juga mesti minimal atau bahkan tidak ada.
 
Dalam dunia warna dan pewarnaan itu umum diketahui bahwa dalam range pigment yang sama, pigment merah adalah warna yang paling mahal harganya, jauh melebihi biru, kuning dan hitam, mungkin putih juga tidak terlalu mahal. Anda tentu bertanya, kok mahal sih? Padahal merahkan umum, darah merah, bibir merah, pipi merah, tangan merah, dst dst. Yah, tentu saja mahalnya ini karena besarnya biaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan pigment warna merah itu.
 
Sebetulnya saya tidak ini berbicara soal harga, namun lebih pada warna dan terutama sekali si "Merah" ini.
 
Anda tentu bertanya, kenapa kok si Merah? Ya, ada beberapa hal yang menarik dari si dia ini. Pertama tentu karena dia dekat sekali dengan kita, seperti yang telah saya tuliskan, darah kita merah, dst dst. Kemudian reseptor mata kita sendiri salah satunya adalah merah , yang lainnya biru dan hijau. Mungkin ini yang menjadikan banyak alat dalam kehidupan kita ini yang menggunakan dasar Red Green Blue atau RGB ini, seperti kamera digital, tv, monitor dst dst. Nah, tentu menarik bukan, merah warna yang kita temukan di banyak hal dalam diri kita.
 
Mari kita lanjut.
 
Pernahkah anda melihat merahnya darah anda, atau merahnya Apple washington yang dijual di toko buah atau supermarket dekat rumah anda. Bisakah anda menceritakan merahnya darah anda itu ke saya atau merahnya apple washington yang anda lihat itu ke saya dengan sangat persis 100% tanpa selisih??? :)
 
Anda tentu tahu, itu tidak mudah bukan?
Coba kalau (maaf) anda buta warna, tentu bagi anda bisa saja dunia ini hitam putih, atau mungkin kalau anda buta warna tertentu , sisa warna lainlah yang bisa anda lihat, sukur kalau merah masih bisa terlihat lalu bisalah anda ceritakan merahnya darah dan apple itu.
 
Ada tiga elemen untuk bisa melihat warna, apa itu? Ya, kalau masih ingat tentu gampang, terutama bagi para dokter dan pakar eh guru. Dibutuhkan mata tentunya dan objek yang dilihat serta tentu saja LAMPU. Tanpa yang terakhir ini tentu saja saudara-saudara semuanya gelap, hitam tak jelas lagi yang mana warna apa, toh tidak penting.
 
Nah, seperti yang telah dikatakan tadi, mata itu tidak sempurna bahkan bisa saja buta atau cuma sekedar buta warna juga bisa, dan kadang sih banyak juga yang normal matanya tapi buta juga alias punya mata tak bisa melhat, yah, jamaklah namanya juga dunia penuh warna, orang penuh beda, uups, :))
 
Anggaplah mata nya normal dan bisa dianggap standar, lalu cahaya yang mengenai objek, tentu saja beda cahaya akan menghasilkan beda warna yang terlihat oleh mata; termasuk didalamnya sudut pandang atau sudut jatuhnya cahaya itu akan menentukan juga.
 
Dan faktor lain adalah kemurnian warna itu sendiri atau purity, artinya warna merah yang tercampur dengan hitam akan menghasilkan merah kotor atau merah kehitaman, dan kalau ini di kejadiannya untuk darah kok rasanya mengindikasikan gejala yang kurang baik , yah. Wah tapi kita musti tanya Pak Dokter nih, ada dokter di sini?? hehehehe.
 
Nah, yang tadi saya katakan itu adalah bagian dari pengukuran warna sistem L C h atau Lightness (value), Chroma (purity) dan hue.
Sistem ini diperkenalkan oleh AH Munsell, seorang seniman Amerika pada tahun 1905 dengan grafik warna tiga dimensi yang disusun olehnya yang mana terdapat banyak sekali chip warna yang diberi label
dan diklasifikasikan menjadi LCh itu tadi atau dibalik 1 Hue, 2 Value(lightness) dan 3 Chroma (purity).
 
Sesudah Munsell, banyak ilmuwan, dan juga para ahli matematika yang mencoba menemukan sistem untuk menkuantifikasi warna yang kemudian dijabarkan secara numerik, tujuannya adalah agar pengkomunikasian warna bisa lebih mudah dan akurat. Jadi singkatnya agar merahnya darah anda itu bisa saya ketahui dengan pasti dan juga merahnya apel yang anda lihat itu bisa juga saya ketahui, kalau-kalau anda mau meminta saya untuk mengirimkan satu truk tangki 5000 liter merah warna darah anda ke rumah, entah untuk nakut-nakutin istri/suami atau benaran mau memerahkan dunia, siapa tahu :)) Atau anda terkenang-kenang dengan merahnya apel anda dan mau memerahkan rumah anda, atau mungkin anda ingin memerahkan mobil anda seperti warna mobil formula satunya ferarri, siapa tahu.
 
Nah, para ahli itu salah satunya Newton yang menggunakan prisma untuk menunjukkan spektrum warna, kemudian temuan lanjutan dari temuan Newton itu adalah penguraian gelombang elektromagnetik atas warna. Kemudian ada colorimeter dengan metode tristimulusnya dan yang terakhir adalah spektrophotometer yang menggunakan asas pengukuran spektrum warna dan kemudian dioleh dengan mikroprosesor dan kemudian dibandingkan dengan data yang ada di memori mikroprosessor tadi.
 
Demikian seterusnya, kelihatannya sederhana karena saya cuma bisa menunjukkannya dengan beberapa baris kalimat, tapi cobalah anda cari dan lihat sendiri di internet, tentu anda akan menemukan kompleksnya teknologi ini :))
 
Mari kita sedikit menyentuh diskusi yang lagi anda bahas di sini, soal apa itu.... Tuhan, Tanpa aku, ada aku, ada atta, tanpa atta, dst, nah , sebelumnya saya ajak anda kembali merenungkan betapa ruwetnya dunia ini dalam upaya menstandardkan warna merah dan betapa ruwetnya dunia ini untuk mencoba menjelaskan merahnya apel yang ada di toko buah itu. Heran juga yah, banyak ilmuwan, pakar dan doktor yang suka memusingkan diri membahas warna, yah, mungkin saya termasuk orang bodoh yang akan dengan sederhana membawakan anda sebuah apel merah yang baru saya beli kemarin di Giant dekat rumah dan mengatakan,"Ini loh merahnya apel yang ku beli". dan untuk merahnya darah, yaah, nggak pa pa, nanti waktu mau donor darah ke pmi aku akan simpan plaster yang ditaruh ditangan itu dan akan kutunjukkan ke sahabat yang ingin tau merahnya darahku atau kalau perlu kita coel saja sedikit ujung jari ini dengan jarum steril , nah itulah warnanya. Simple bukan? Ya, Sang Buddha mengistilahkan cara bodoh ini dengan Ehi passiko, ah, sori anda semua tentu tahu apa itu. Maafkan saya atas kelancangan ini yang seperti menggurui.
 
salam, dan selamat malam
Jakarta, 2 Mar 2006
irwan


All-new Yahoo! Mail - Fire up a more powerful email and get things done faster.




--
Salam,

€ric £anvin ^^ __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke