Sumatera Bagian Selatan
Rabu, 11 Oktober 2006
Kebakaran
Api Sudah Hanguskan 2.800 Hektar Lahan
Jambi, Kompas - Luas lahan yang terbakar di Provinsi Jambi sejak lebih dari dua bulan lalu diperkirakan sudah 2.800 hektar. Sebarannya meliputi seluruh kabupaten, kecuali Kota Jambi, dan sebagian besar merupakan lahan gambut.
Luas areal yang terbakar diyakini akan terus bertambah, karena belum semua laporan masuk dan hingga kini kebakaran di berbagai tempat masih terus berlangsung.
Wakil Gubernur Jambi, Antony Zeidra Abidin, Selasa (10/10), mengatakan, berbagai usaha telah dilakukan untuk memadamkan api, seperti mengerahkan regu pemadam kebakaran hutan dan lahan Manggala Agni, namun belum sepenuhnya berhasil. "Kita mengharapkan hujan segera turun, karena hanya dengan turunnya hujan kebakaran bisa padam," ujarnya.
Menurut Antony, untuk mencegah kebakaran lahan gambut pada masa datang adalah dengan cara menjaga kelembapan, dengan membangun dam pengendali di setiap kanal yang sudah ada. Terhadap perusahaan yang membuka perkebunan di lahan gambut dan membuat kanal, diwajibkan membuat pintu air dan dam pengendali," ujarnya.
Asap yang biasanya menyelimuti Jambi, Selasa kemarin, sudah menipis, dengan jarak pandang lebih dari 1.500 meter. Kecuali Adam Air yang membatalkan penerbangan hingga Kamis (12/10), tiga penerbangan dari Jakarta dan satu dari Batam kemarin mendarat selamat di Bandara Sulthan Thaha Jambi.
Satelit NOAA Senin lalu memantau tujuh hotspot (titik panas) di Jambi. Selasa kemarin terpantau 89 hotspot, tersebar di Muaro Jambi (60), Tebo (12), Bungo (4), Tanjung Jabung Barat (7), dan Tanjung Jabung Timur (6). (nat)


All-new Yahoo! Mail - Fire up a more powerful email and get things done faster. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke