Rekan-rekan Dharmajala yth,
 
Menurut saya pemikiran "Spekulasi Sidhharta Gotama orang pilihan" merupakan logika agama monoisme yang ditrapkan pada logika Budhisme. Dalam Budhisme seharusnya berpandangan bahwa adanya seorang Sammasangbudha dalam alam semesta ini karena hukum sebab dan akibat. Rasanya Sang Budha Gotama pernah memperumpamakan lahirnya seorang Sammasangbudha dengan perumpamaan masuknya seekor gajah pada lubang sebuah jarum dalam samudra ( persisinya saya lupa, yang ingat tolong  mengkoreksi perumpamaan ini) atau dengan perumpamaan yang lain. Jadi seharusnya berpikirnya "terbentuknya seorang Sammasangbudha karena teori kemungkinan" karena itu setiap jaman hanya bisa seorang Sammasangbudha yang terlahir karena kemungkinannya luar biasa kecilnya, berkalpa-kalpa hanya ada seorang Sammasangbudha.
 
Semoga dapat dijadikan bahan perbandingan cara berpikir.
 
Kreshna
14-10-2006

Ika Polim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dearest Bros & Sis,
 
Saya Membedakan Antara Siddharta Gotama Dgn Sakyamuni Buddha, Terutama Dalam Hal "Saat Melakukan Pencarian" & "Sudah Menemukannya".
 
Saya Pikir Semua PecintaNya Akan Mengakui Bahwa Sidharta Gotama Adalah Orang Pilihan (pada masa & area kerja tertentu) Untuk Menjadi "Pembuka Jalan Keluar Yang Paling Mujarab" Bagi "Kesesakan Tak Berujung" Yang Diderita Umat Manusia.
 
Kalau Benar Beliau Adalah Seorang Terpilih Sejak Awalnya Dari Antara Sedemikian Banyak Laki2 SejamanNya, Apa Alasannya Sampai2 Beliau Pernah "TERSESAT" (dapat dikatakan demikian) Pada Satu Patahan Masa Pencariannya Dgn Menjalani Hidup Sebagai Petapa Yang Ekstrim Tanpa Hasil???
 
Apakah Seharusnya Sebagai Orang Terpilih Hal2 Seperti Itu Tidak Harus Terjadi???
 
 
 
 
with metta, ika.

How low will we go? Check out Yahoo! Messenger’s low PC-to-Phone call rates.

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke