Dalam salah satu uraian strategi perangnya, Sun Tzu mengatakan bahwa seorang Panglima Perang mesti bisa dengan dinamis menggerakkan pasukannya sesuai dengan kondisi medan pertempuran, yang konsisten di dalam mengambil keputusan untuk menggunakan strategi perang adalah tujuannya, yaitu untuk memperoleh kemenangan.
 
Dalam menyampaikan kebenaran spiritual, seorang penyampai yang baik, mesti bisa menyampaikan nya dengan luwes dan fleksibel, karena yang konsisten di dalam penyampaian itu adalah kebenaran disampaikan dengan benar dan tepat.
 
Namun, kalau dalam perang, kemenangan yang menjadi tujuan itu tidaklah disampaikan dengan cara licik atau pengecut, namun mesti mengikuti norma-norma disiplin militer dan juga menjunjung tinggi nilai-nilai kehormatan, ini merupakan suatu pra sarat mutlak yang menjadi pilar atau tiang pokok untuk membangun pasukan tempur yang kuat dan penuh daya juang dan daya tempur.
 
Demikian jugalah halnya dalam penyampaian spiritual, si penyampai atau pembabar itu mestilah telah memegang pemahaman yang menyeluruh atas kebenaran spiritual yang ingin disampaikannya sebagai kebenaran sejati, dan didalamnya juga terdapat disiplin mental yang baik serta nilai-nilai kebersihan dan kebenaran sejati yang akan menjadi tiang pokok kebenaran yang akan dibabarkannya, hanya dengan itulah kebenaran sejati yang diuraikannya itu akan menjadi berisi dan dapat memenangkan semua hati yang ditemuinya.....
 
221006.
SJW
 
Jika anda bertanya, harap ke japri saja. Jika sempat akan dijawab jika tidak, mohon maaf saja.


Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1ยข/min. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke