Mabok oleh pencerahan spiritual…..
 
Tulisan dibawah ini yang berjudul "Kemerdekaan, kebebasan atau kebablasan....",   saya tuliskan bukan terinspirasi dari tindakan orang lain, tidak, saya sudah cukup bosan untuk mengamati tingkah polah orang lain yang tentu saja tidak sesuai dengan kesukaan saya atau preferensi saya, karena kita semua punya kesukaan dan preferensi masing-masing, termasuk juga apa yang kita sebut sebagai pencerahan, kesucian, keagungan dll-dll.
 
Saya menyadari atau katakanlah menyaksikan bahwa diri saya sendiri itu sering arogan kepada keluarga saya atau sahabat-sahabat saya dalam hal spiritual, dalam hal pemahaman batin dsb, padahal saya itu sedang membicarakan soal kesucian, soal kebebasan jiwa yang semestinya saya tidak ikut campur dalam membuat batasan atau definisi, maka, pada waktu itu saya pahami saya menuliskan tulisan di bawah ini, katakanlah sebagai suatu hasil kontemplasi saya melihat ke dalam.
 
Kalaulah ada yang merasa ini merupakan sindiran atau tohokan kepada dirinya sendiri, itu saya cuma bisa bilang sori saja, saya tidak bisa membuat anda itu senang dengan gaya bahasa yang mendayu-dayu, lembut merayu, itu bukan gaya saya, dan saya bukan juga lagi menulis surat cinta.
 
Kalaulah anda mencoba menarik benang merah tulisan ini dengan kejadian yang anda alami, mungkin sekali lagi saya minta maaf, itu urusan anda, bukan urusan saya. Dan bisa saja beberapa tahun kemudian ada yang baca lagi, tertohok lagi, jadi, sori saja terlebih dahulu.
 
Bagi saya, paling tidak, pencerahan itu, kesucian itu memberikan saya kebebasan dalam bertindak karena dari sisi internal diri saya itu sudah tidak ada hambatan nafsu, ego atau kepentingan-kepentingan pribadi, apa lagi keinginan aktualisasi diri yang berlebihan, yang ada adalah sebentuk ketulusan dan ketenangan dalam menjalani kehidupan. Nah, dari sisi ini, kalau anda balik bertanya kepada saya, lalu kenapa sih saya menuliskan itu, ya, katakanlah saya sedang membuat diari pribadi on line, dan saya kemas dalam bentuk tulisan yang kalau ada yang ingin membacanya, sekedar selintas, sukurlah, kalau tidak, katakanlah saya sedang sharing saja.
 
Sampai di sini, kalau anda masih saja suka meributkan tulisan saya, silahkan saja, saya tidak kan berkomentar lagi, karena seperti yang telah saya katakan dari awal, benang merah yang anda tarik, jangan anda timpakan ke saya. Masa anda mau menarik saya dalam diskusi panjang yang tiada akhirnya? Saya tidak minat, kok. saya sekedar mengamati diri saya sendiri yang mabok oleh pencerahan spiritual…..  entah kapan sadarnya, nggak tahu juga, semoga cepat... tapi kelihatannya sudah mulai siuman dari mabok, makanya saya menuliskan itu...
 
 Jakarta, 25 October 2006
Bclt aka irwan sutjipto
 
 
===
Kemerdekaan, kebebasan atau kebablasan....
 
Sering kita mendengar pencerahan, kemerdekaan dan kebebasan batin ketika telah tercerahkan... namun kadang kita sedemikian pintarnya sehingga kita lalu dengan yakin nya mengerti akan apa itu pencerahan dan lalu berbahasa dan bertindak dengan gayanya....
 
Seberapa banyak dari kita yang sebetulnya memahami bahwa pecerahan itu bukan lah kemerdekaan, bukan pula kebebasan dan lalu tidak menjadi kebablasan dan tidak punya kontrol diri... dan membolehkan semuanya itu berjalan se mau dan se pengertian atau pengetahuan kita - di luar itu tidak boleh...
 
Pencerahan itu bukan lah bentukan keluar, dan bukan free to ack atau bebas bertindak, bukan pula sakti mandra guna, walaupun kadang diberikan oleh Nya karena memang dibutuhkan .... kalau tidak tentu juga tidak diberikan, tidak perlu toh!!!!????
 
Hehehehe ya, saya kira anda semua tentu telah tahu hal ini, hanya sekedar mengulangi saja, semoga makin paham... mau bergaya  pencerahan??? Mau bergaya sampai??? ooouw silahkan saja... :D
 
Cerah nih yeee!!!!????
 
Jakarta timur , 191006
Bclt


Get your email and more, right on the new Yahoo.com __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke