Numpang 'guyon' ah.....
Selama yang terlibat suka en mau plus ikhlas....koq yang gak kesangkut
jadi repot sih?.....katanya 'ada' karma....kalo karmanya begitu apa kudu
dilarang? Menyalahi karma dong jadinya!:-)
salam,
tda
On Tue, 31 Oct 2006, BCL T wrote:
> Seorang sahabat, N, bertanya ke saya via japri soal Poligami dan saya kira
> dengan masih cukup maraknya diskusi soal ini, mungkin jawaban saya ke sahabat
> itu bisa dijadikan sebagai suatu bacaan yang ikut memperkaya pandangan.
>
> Mungkin memang dalam ajaran Buddha tidak ada satu sutta yang secara specifik
> menjabarkan itu, mungkin juga ada tepatnya saya tidak ingat sutta yang mana,
> namun yang masih jelas dalam ingatan saya bahwa sekitar akhir tahun 1989 -
> awal 1990, soal poligami itu pernah di diskusikan di kalangan umat buddha
> waktu itu dan saya ikut mendengarkan, jadi yang saya tuliskan di bawah ini
> adalah bagian dari diskusi yang saya dengar itu. Sangat mungkin, pandangan
> itu merupakan hasil interpretasi saja dari ajaran yang ada, namun, kembali
> lagi, soal poligami ini kelihatannya tetap merupakan persoalan yang tidak
> sederhana.
>
> Jadi, saya sekedar memforward bagian dari jawaban saya, sisanya terserah
> anda masing-masing.
>
> salam
> irwan
>
> ===
> Rekan N,
>
> Saya tidak mengikuti diskusi soal poligami itu dengan lengkap, malah saya
> juga tidak terlalu mengikuti diskusi di milis-milis itu semua, yang saya baca
> dan amati dengan teliti itu cuma tulisan dari beberapa orang saja, dan itu
> juga tidak semua topik. Bisa habis waktu kita kalau semua topik dan masalah
> kita tanggapi dan baca, sahabat.
>
> Coba anda bayangkan, kalau misalnya anda itu ke supermarket, carrefourlah,
> mungkin kalau semua barang yang ada di sana anda amati dengan teliti, sehari
> saja tidak cukup waktu untuk mengamati itu, bukan? Atau kalau ke kebun raya
> bogorlah, semua rumput, daun dan tanaman anda amati dan telusuri, habis dong
> waktunya.
>
> Kita tidak bisa mengamati semuanya yang ada diluar kita, dan itu juga bukan
> kewajiban kita, yang perlu dan berguna bagi kitalah yang kita ambil, yang
> tidak, tentu tidak usah.
>
> Nah, kalau anda bertanya ke saya, silahkan semua uneg-uneg, pandangan dan
> keluh kesah anda itu boleh dituliskan, agar saya bisa dapat gambaran apa sih
> yang anda pikirkan dan apa yang anda butuh untuk dijawab, jadi, diskusinya
> tentu akan lebih mudah.
>
> Tentang poligami sih, itu tergantung kebudayaannya dan tergantung pandangan
> pribadi masing-masing dan tergantung jamannya. Boleh dikatakan juga
> tergantung agamanya. Di islam itu ajaran yang mengatakan seorang pria itu
> boleh memiliki istri lebih dari satu, ASAL istri pertamanya mengijinkan
> dengan rela/ikhlas. Ini kan sebetulnya kalimat yang paradoksal atau kalimat
> berkait, mana ada sih wanita yang 100% ikhlas mereka di madu. Jadi sebenarnya
> hampir tidak mungkin atau hanya sedikit sekali wanita yang bisa dengan ikhlas
> di madu. Mungkin ada, entah itu karena kebudayaannya begitu atau si wanita
> itu memandang pernikahan itu bukan sebagai suatu bentuk kepemilikan suami
> atau fungsi seksual semata, tapi lebih pada tanggung jawab sebagai ibu,
> sebagai salah satu tiang keluarga.
>
> Berspiritual itu ukurannya hati, jadi, kita musti bisa melihat hati-hati
> para manusia yang terlibat di dalamnya, apakah ada kerelaan dan kebahagiaan
> murni atau tidak, kita mestilah bisa melihat dengan jernih....
>
> Dalam ajaran Sang Buddha sendiri kalau tidak salah pernah di bahas, bahwa
> poligami itu tidak melanggar sila, hanya melanggar bagian laku batin yang
> disebut lobha atau serakah, tapi, saya juga tidak berani mencap demikian,
> kenapa, ya, karena itu tadi, ukurannya hati, ukurannya niatan dalam melakukan
> itu, apakah niatnya sekedar pemenuhan nafsu indriya atau murni ingin
> memberikan kebahagiaan dan juga bantuan atas keterbatasan hidup.
>
> Kita bisa melihat, kan ada saja wanita dan daerah yang miskin atau terbatas
> kaum pria nya dan juga saking miskinnya, para wanita banyak yang menjual
> diri. Tentu dari pada menjual diri, menjadi istri resmi dari satu orang,
> merupakan pilihan yang lebih baik, asal semua pihak saling mengasihi dan
> saling mengisi dalam kehidupan.
>
> Karena ukurannya hati, dan hati itu tidak bisa diukur dengan meteran atau
> alat ukur, makanya dikatakan yang bisa mengukur itu adalah Tuhan, dan
> karenanya kita sebagai manusia itu tidak berhak untuk mengukur, menilai apa
> lagi sampai menghakimi.... ukurannya apa???? Orang - orang yang diberikan
> kemampuan untuk bisa melihat dengan jelas niat dan isi hati orang lain, pun
> diberikan kebijaksanaan untuk tidak sembarangan membuka rahasia ini.... agar,
> tatanan kehidupan tidak menjadi rusak, agar semua bisa belajar untuk bisa
> mendengar sendiri suara hatinya dan menemukan kebenaran darinya.
>
> Oh ya, pelajaran pertama dari guru saya dulu itu adalah bagaimana bertanya
> yang benar. Bertanya yang benar itu akan membuat kita memperoleh jawaban yang
> benar, yang tentunya akan berguna dalam kemajuan batin kita.... semoga ini
> bisa dilatih dan sedikit sudah saya share di atas.
>
> Semoga berguna.
> salam
>
> irwan
>
>
> ---------------------------------
> Get your email and see which of your friends are online - Right on the new
> Yahoo.com
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya
maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta
kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua,
para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/