Pembangunan Bendungan Jatigede Menuai Bencana di Masa Depan

Siaran Pers, 11 Oktober 2006 

Jakarta- PEMBANGUNAN Waduk Serbaguna (PWS) Jatigede yang diperuntukkan untuk irigasi dan pencegah banjir, akan berdampak buruk terhadap masyarakat di sekitarnya dan ekosistem secara global.

Proyek Jatigede telah direncanakan sejak tahun 1963 berlokasi di Jawa Barat tepatnya pada wilayah utara, yaitu bagi daerah Indramayu, Majalengka dan Cirebon. Dalam pembangunannya proyek ini akan menenggelamkan 5 kecamatan dan 30 desa.

Dampak yang ditimbulkan dari pembangunan

Sekitar 70.000 jiwa akan kehilangan tempat tinggal dan lahan garapan, 1.200 hektare hutan milik Perhutani akan lenyap, dan puluhan situs sejarah ikut tersapu. Dan hilangnya poptensi hasil bumi yang cukup besar.

Hilangnya lahan subur dan turunnya produksi pertanian Dampak negatif yang timbul akibat Bendung Jatigede ini, tidak saja menyangkut aspek geologi dengan adanya struktur tanah patahan potensi bencana, dan rawan gempa, tetapi juga potensi sumber daya alam, budaya, sosial, dan lainnya.

Bendungan membutuhkan lahan seluas 4.892 Ha, dimana seluas 3,696 Ha merupakan lahan milik penduduk. Dari luas lahan itu hampir 3.200 Ha merupakan lahan yang subur bagi pertanian. Sehingga dampak dari proyek terhadap produksi beras di Kabupaten Sumedang, akan berkurang sekira 80.000 ton per tahun dalam panen hingga tiga kali dengan produksi 5-8 ton/hektar beras berkualitas tinggi.

Dari luas DAS Cimanuk 360.000 Ha, 47% nya merupakan lahan kritis yang merupakan daerah hulu dari sungai cimanuk yang menjadi suplai air untuk bendungan.

Dampak Lingkungan
Ribuan spesies tumbuhan dan hewan, akan ikut amblas sebelum sempat terinventarisasi. Karakter tanah dan hutan sekitar Jatigede yang unik, tentu menyimpan kekayaan alam berupa flora dan fauna sangat beragam. Bendungan diduga berkokntribusi sebanyak ¼ proses pemanasan global (WCD) karena gas metan dan karbondioksida yang dihasilkan.

Dampak Sosial
Hilangnya budaya lokal, dan tenggelamnya puluhan situs bersejarah,
terutama yang berkaitan dengan sejarah sumedang.
Potensi konflik di daerah relokasi
Pelanggaran HAM
Masalah pemindahan penduduk

Sejarah proses pemindahan penduduk secara keseluruhan sangat buruk melihat dari kasus bendungan yang lain, contoh kasus di India, dimana banyak penduduk berakhir di pemukiman kumuh tanpa mendapatkan kehidupan yang layak. Perubahan budaya, cara hidup termasuk dalam memenuhi kebutuhan dasar hidup menjadi tidak terjamin. Contoh nyata pemindahan masyarakat pada proyek pembangunan Kedungombo ke tempat yang tidak subur sama sekali membuat petani tidak dapat memenuhi kehidupannya.

Sehubungan dengan hal tersebut dengan ini kami:

  1. Kami menolak pembangunan bendungan  Jatigede, karena bendungan ini berada pada daerah rawan gempa.
  2. Meminta kepada pemerintahan SBY – KALLA untuk menghentikan rencana pembangunan bendungan Jatigede dan seharusnya sudah belajar dari pengalaman bendungan skala besar lainnya bahwa bendungan membawa lebih banyak masalah daripada solusi.
  3. Bahwa kebutuhan air dan energi listrik menjadi penting tapi tidak dengan cara membebani rakyat dengan hutang luar negeri, merelakan kebudayaannya hancur serta merelakan hancurnya sistem ekologis di sekitar bendungan yang berujung kepada bencana ekologis yang tak berkesudahan. (selesai)

Kontak:

Dadang Sudarja 0815 7275 6056, WALHI Jabar;

Dinar Rani Setiawan 0856 216 5858, Pengkampanye Air dan Pangan WALHI;

M Teguh Surya 0815 3742 8649, Jaringan Advokasi Bendungan Besar dan SUTET

Sumber : www.walhi.or.id
__._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke