Lepis atau lapis l.....
 
Dalam beberapa kesempatan ada saja yang bertanya kepada saya, apakah saya itu Buddha, islam, kristen, tapi nggak ada yang bertanya kepada saya apakah saya itu hindu atau agama zoroaster.
 
Saya jadi teringat pada suatu diskusi kecil saya dengan seorang bule di pesawat yang membawa kami dari singapura ke jakarta, ya, saya baru pulang dari perjalanan dinas ke Singapura, bukan main ke singapura, hehehe.
 
Kita ngobrol soal indonesia, soal pengalaman di indonesia, kampung halaman dan tentu soal agama, anak dan keluarga sedikit. Dia senang waktu bilang saya senang dengan praktek meditasi zen, dan dia juga pernah beberapa kali ikut retreat meditasi zen, tapi dia bilang bahwa pada akhirnya selalu pertanyaannya,"So, have you decide to join the group/religion?" Dia selalu heran, kenapa sih orang itu selalu meminta kita untuk pindah agama dan ikut dengan kelompoknya, baru boleh belajar ajaran atau teknik meditasi nya. Hehehehe, ya, saya tidak ingin menuliskan jawaban saya di sini, cuma saya ingin berbagi pengalaman dan pandangan saya.
 
Hampir semua agama atau ajaran spiritual itu mengaku ajarannya itu  mendunia, universal dan untuk semua kalangan, tapi ketika tiba giliran belajar dan mengetahui ajarannya, hampir selau pertanyaannya adalah apakah anda itu segolongan dengan saya?? Dan sebaliknya ketika mereka menyimak dan mendengar sesuatu yang menggelitik sisi kebenaran dalam batin mereka, kembali bertanya lagi, apakah anda itu beragama a, b, c atau d?
 
Kalau saya jawab agama saja Z, apa lalu semua kebenaran yang bisa anda temukan dari tulisan saya itu anda anggap palsu? Batal dan tidak berguna???? Katanya ajaran anda mendunia, universal dan merupakan kebenaran bagi semua orang, kenapa ketika anda menemukan kebenaran itu tanpa lebel, lalu anda menganggapnya tidak benar karena lebelnya tidak sama dengan yang ada di dada anda? Sedemikian perlunyakah lebel itu?
 
Mungkin lebel itu sangat perlu, yah, buktinya celana lepis yang bertuliskan "Original Levi's Strauss" itu harganya bisa empat kali lipat dari buatan bandung atau tangerang, walaupun memang mungkin saja kualitasnya bisa jadi dua kali lebih kuat, tapi dengan harga setengahnya tentu anda akan bisa menemukan celana lepis atau celana jeans yang sama mutunya, lalu pertanyaannya, apakah anda mau memakai celana jeans atau memakai mereknya????
 
Ya, itu terserah anda sajalan, anda butuhnya apa, dan belinya apa tentu itu selera dan kepentingan anda. Sama halnya dengan spiritual dan bacaan serta kebenaran. Kalau anda membutuhkan kebenaran universal dengan merek Anu, atau merek Ono, silahkan saja, tapi sori deh, saya tidak jualan merek atau share merek, saya cuma menulis sesuka saya saja, sebisa saya saja.
 
Jadi antara Lepis atau lapis l.... lapis legit... :D
 
081106
SJW


Diskusi dan pertanyaan mohon di kirim ke japri;[EMAIL PROTECTED]


Access over 1 million songs - Yahoo! Music Unlimited. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke