*Harga Beras Terus Naik*
Rabu, 15 November 2006 | 08:26 WIB

*TEMPO Interaktif*, *Jakarta*:Harga beras diperkirakan cenderung akan terus
naik selama beberapa pekan ke depan karena musim kemarau yang cukup panjang.

Menurut Sekretaris Koperasi Pedagang Pasar Induk Beras Cipinang Nellys
Soekidi, kenaikan harga terjadi karena menurunnya pasokan beras lantaran
musim kemarau yang cukup panjang ini. "Stok masa panen sebelumnya sudah
hampir habis," kata Nellys kepada Tempo.

Dia menambahkan, tren kenaikan harga beras mulai terlihat pekan ini. Harga
beras untuk IR-64 III pekan ini naik menjadi Rp 3.950 dari dari Rp 3.850 per
kilogram pekan lalu. Sedangkan harga beras kelas medium naik dari Rp
4.100pada pekan lalu menjadi Rp
4.200 per kilogram pekan ini.

Namun, sebelum dan sesudah Lebaran, kata Nellys, harga beras malah cenderung
stabil. "Harga beras selama beberapa hari ini naik rata-rata Rp 50-100 per
kilogram. Pekan-pekan depan saya perkirakan bisa naik hingga Rp 200-300 per
kilogram," ujarnya.

Karena itu, dia meminta pemerintah terus mengawasi pergerakan harga beras
pekan-pekan depan. "Apalagi kalau harga rata-rata beras termurah saat ini
sudah mencapai Rp 4.500-4.600 per kilogram. Pemerintah harus segera
melakukan operasi pasar," paparnya.

Pemerintah membenarkan adanya tren kenaikan harga beras menjelang akhir
tahun ini. "Sebab, pasokan berkurang karena masa panen mundur, sementara
permintaan tetap," kata Direktur Bina Pasar dan Distribusi Departemen
Perdagangan Gunaryo.

Dia menjelaskan harga beras mulai naik sejak Oktober lalu. Sekarang
rata-rata harga beras Rp 4.200 per kilogram. Namun, saat ini pemerintah
belum merasa perlu melakukan operasi pasar karena kenaikan harga beras hanya
terjadi pada jenis beras kelas atas.

Departemen Perdagangan juga tidak khawatir tren kenaikan harga beras itu
akan terus berlanjut karena ini terjadi tiap tahun dan sifatnya hanya
sementara.

"Apalagi Departemen Pertanian juga sudah meyakinkan kami tidak ada
kekurangan stok beras," katanya. "Stok di pasar relatif aman," kata Gunaryo.

Ditanyai soal antisipasi terhadap lonjakan harga ke depan, Gunaryo
menyatakan pemerintah akan melihat kondisi perberasan secara komprehensif.
"Kalau lihat dari daerah, infonya kan (stok) cukup. Kita lihat nanti.
Mudah-mudahan tidak ada kekurangan," katanya.

Berdasarkan laporan pantauan harga dan distribusi barang kebutuhan pokok
Departemen Perdagangan, harga beras kualitas medium di Pasar Induk Cipinang
selama seminggu terakhir relatif tetap pada Rp 3.950-4.350 per kilogram.

Bahkan jika dibandingkan dengan harga rata-rata selama tiga bulan
sebelumnya, harga beras turun 1,41 persen.

Adapun harga beras kelas atas, seperti beras Cianjur Kepala (semula Rp 6.000)
dan Cianjur Slyp (semula Rp 5.500), masing-masing naik Rp 100 per kilogram.
Sedangkan harga beras Setra, yang sebelumnya mencapai Rp 5.400, Saigon Rp
4.900, serta Muncul I dan Muncul II Rp 4.300, masing-masing naik Rp 50 per
kilogram.

*Rr Ariyani*

Kirim email ke