LOJONG : Melatih Pikiran
H.H. Dalai Lama
Diterjemahkan oleh : Hendy Hanusin
Bait ketujuh
Pendek kata, semoga saya memberikan baik itu langsung dan
tidak langsung semua kebahagiaan dan manfaat kepada semua makhluk,
ibu-ibu saya, dan semoga saya sendiri secara rahasia mengambil
semua sakit dan penderitaan mereka.
Dalam bait ini penderitaan yang sedang dirujuk mungkin begitu kuat, sehingga
sedikitnya pada tingkat pikiran seseorang dapat menanggung sendiri penderitaan,
sakit, dan luka. Seseorang dapat juga, dalam pikiran, mengambil sendiri
negatifitas yang berada pada akar penderitaan-penderitaan ini. Juga, seseorang
dapat membagi semua kualitas-kualitas positif yang dimiliki seseorang, seperti
kegembiraan seseorang, sebab-sebab kegembiraan, akar-akar kebajikan,
tindakan-tindakan positif, dan seterusnya. Seseorang menawarkan
kualitas-kualitas positif ini kepada makhluk hidup lain.
Kata sifat "secara rahasia" merujuk pada praktek tong-len, praktek
memberi dan menerima. Kata "secara rahasia" memberi kesan ini adalah sebuah
bentuk praktek welas asih yang mungkin tidak cocok pada tingkat pemula. Ini
adalah sebuah bentuk latihan mental yang membutuhkan sejumlah tingkat
keberanian dan komitmen. Ini juga ditunjukkan dalam karya Shantideva Bimbingan
pada Cara Hidup Bodhisattva (Bodhicaryavatara). Dalam praktek sebenarnya dari
memberi dan menerima, praktek tong-len dikerjakan dalam hubungannya dengan
proses bernapas, menarik, dan menghembuskan napas, seperti disarankan Chekawa
Yeshe Dorje dalam karyanya "Tujuh Butir Latihan Pikiran" (Lojong don dunma).
Kata sifat "secara rahasia" juga merujuk pada perlunya sejumlah
integritas dalam diri praktisi sehingga praktek tong-len dilakukan dengan cara
bijaksana dan praktisi tidak menjadi seorang yang suka pamer. Seorang praktisi
sejati harus memupuk latihan spiritual seperti tong-len secara hati-hati.
Kenyataannya, salah satu dari guru-guru Tibet dalam silsilah latihan pikiran,
Chekawa Yeshe Dorje, menyatakan dalam "Tujuh Butir Latihan Pikiran"
beliau,"Adalah keadaan dalam pikiran dan bentuk-bentuk pikiran dan emosi-emosi
yang perlu secara radikal ditransformasi dan diperiksa secara cermat, tapi
dalam kaitannya dengan penampilan eksternal, seseorang seharusnya tetap sama."
Poin yang beliau buat di sini adalah berbahaya bagi para praktisi untuk
mengalah pada godaan-godaan untuk pamer. Kadang-kadang apa yang terjadi,
khususnya dewasa ini, adalah orang-orang yang mempunyai hanya sedikit
pengalaman cenderung untuk menganggap berlebih-lebihan pentingnya atau
spritualitasnya, yang hanya memiskinkan pengalaman sejati seseorang. Seorang
praktisi sejati membutuhkan integritas sejati.