hi all,
numpang cerita sedikit:
hari ini saya bertemu dengan serombongan Lhama saat makan siang di Satoo
- Shangrila Hotel Jakarta. Rupanya ada umat yang menjamu mereka makan.
Lhama2 ini sudah pasti bukanlah orang Indonesia, karena Umat tsb
berbicara dalam bahasa Inggris dengan mereka.
Jenis makanan yang disediakan bervariasi, mulai dari makanan Jepang,
Chinese, India, Mexico, Eropa, Indonesia dan Melayu.
Karena makan siang-nya Buffet, maka bagi customer yg makan akan sibuk
lalu lalang untuk mengambil makanan dari masing2 stand tersebut.
 
Mungkin saya kolot, kuno, berpandangan sempit/picik, atau terlalu
melekat, tetapi kalau saya boleh usul, bagi para anggota Dharmajala,
yang berkeinginan dan berkesempatan untuk menjamu para anggota Sangha,
alangkah lebih baiknya jangan dilakukan di jenis restoran seperti itu,
karena mungkin akan menimbulkan persepsi atau pandangan yang keliru dari
masyarakat tentang arti jalan kebhikkhuan.
 
thanks,
Susy

Kirim email ke