Note: forwarded message attached.
____________________________________________________________________________________
Do you Yahoo!?
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.
http://new.mail.yahoo.com
--- Begin Message ---
Mulailah dari Diri Sendiri
"Berusahalah untuk selalu menjadi pihak pertama yang menunjukkan cinta dan
perhatian Anda kepada orang lain. Jangan menuntut perhatian dan cinta mereka
untuk diperlihatkan lebih dahulu.
Itulah satu-satunya cara yang saya ketahui untuk ke luar dari kegelapan
hidup," demikian dikatakan Ny.Eunice Chew (52 tahun), salah satu finalis
pemilihan ibu teladan se-Singapura tahun ini.
Diadopsi oleh pasangan Teochew yang kaya-raya dan sudah memiliki seorang
putra tapi masih ingin punya anak perempuan, maka masa kanak-kanak Chew
dipenuhi kemewahan. Liburan keluarga sering dilewatkan di luar negeri. Pasangan
Teochew menyayangi putrinya dengan cara mereka. Menurut cerita Chew, mereka
adalah produk pendidikan kuno yang tidak mengenal pelukan kepada anak-anak
untuk meyakinkan mereka dari waktu ke waktu bahwa orangtua menyayangi
anak-anak.
Akibatnya, Chew tumbuh menjadi wanita yang haus kasih sayang. Ia menikah pada
usia 17 tahun dengan seorang pegawai transportasi yang bangkrut. Dari pria itu
diharapkannya akan datang kasih sayang yang dicarinya. Ternyata ia menikah
dengan pria yang suka menyiksa istri. Perkawinan itu bertahan lima tahun,
dikaruniai dua anak. Tak lama setelah bercerai, ayah angkat Chew wafat karena
sakit. Pembagian warisan menimbulkan pertikaian didalam keluarga besar Teochew.
Akhirnya Chew ternyata tidak kebagian apa-apa selain kewajiban mengurusi ibu
angkatnya yang sudah buta dan lumpuh.
Chew menjual susu coklat Milo untuk menyambung hidupnya. "Ini pengalaman
pertama saya harus bekerja mencari uang. Setiap malam saya menangis karena
tidak mengerti berbisnis. Apa yang harus dikatakan dan bagaimana
mengatakannya?," kata Chew dalam wawancara kepada harian Singapura The Straits
Times. Ia bertahan dua tahun di pekerjaan itu.
"Bagaimanapun susahnya saya mendapatkan uang, saya selalu memastikan bahwa
ibu mendapat ayam goreng dan ikan setiap hari. Dia memang buta dan lumpuh,
tetapi dia membantu saya mengurus anak-anak sehingga saya bisa bekerja mencari
uang," katanya.
Ia kemudian ganti pekerjaan, menjadi koki sebuah toko makanan. Sekitar dua
tahun kemudian ganti lagi menjadi penjual pakaian. Setiap hari ia membopong
empat kantong penuh berisi baju untuk dijual. Tentu saja dengan menumpang
kendaraan umum. Pada waktu bersamaan, ia menambah pekerjaannya dengan dua hal
lain, yaitu menjadi makelar rumah dan mobil bekas, serta memanfaatkan bakatnya
di bidang seni.
Setiap malam Chew mendesain beberapa pola kain untuk sebuah perusahaan garmen
di Jepang. Lumayan pendapatannya. Tapi akhir1970-an, pasar retail tekstil
melemah, Chew beralih menjadi pelayan restoran. Beberapa lama kemudian
meningkat jadi pimpinan pelayan dan kemudian menjadi manajer untuk bidang seni.
"Ketika itu saya mulai sering terbang ke luar negeri untuk bernegosiasi dengan
artis-artis terkenal agar mereka tampil direstoran saya. Sementara itu, saya
tetap meneruskan pekerjaan sambilan yang dulu, yaitu menjual rumah dan mobil,
baik yang baru maupun bekas pakai. "
Chew kemudian berhasil mengumpulkan uang cukup banyak untuk mendirikan bisnis
sendiri di bidang perlengkapan mode, tetapi dua asistennya kemudian membawa
pergi semua tabungannya. "Ketika itu saya sedang sangat membutuhkan uang
karenaibu berkali-kali masuk-ke luar rumah sakit. Hidup saya yang tadinya sudah
enak, harus mulai dibangun lagi dari nol. Betapa bodohnya saya mempercayai
mereka dengan uang sedemikian banyak," kata Chew.
Sempat terlintas pikiran untuk bunuh diri, tetapi bagaimana nasib anak-anak
kelak? "Saya bersyukur memiliki teman-teman yang memberi dukungan moral dan
bahkan meminjamkan uang. Atas bantuan mereka, saya berhasil melewati kesulitan."
Chew sekarang memiliki penghasilan besar dari merawat orang-orang Indonesia
yang berduit, yang sedang dirawat di Singapura karena baru melahirkan atau
sedang terbaring di rumah sakit. Ia juga menjalankan bisnis yang amat
menguntungkan juga, yaitu membuat dan menjual tonik tradisional Tiongkok. Chew
menambah kegiatannya dengan menjadi konsultan tanpa bayaran bagi kaum istri
yang menderita karena suaminya tidak setia, dan bagi orang-orang yang lama
menderita sakit, atau berpenyakit tak tersembuhkan.
"Hidup telah mengajarkan saya bahwa selalu ada jalan ke luar dari setiap
kesulitan. Pasti ada solusi yang masuk akal," kata Chew. "Yang Anda butuhkan
adalah waktu untuk menenangkan diri, mengatasi gejolak emosi, dan melangkah
setapak demi setapak."
Ia menyarankan kepada mereka yang menghadapi kesulitan, agar menulis daftar
kesulitan itu pada sehelai kertas.
Kemudian bacalah apa yang ditulis itu, dan tanyakan pada diri sendiri, 'Apa
hal terkecil yang dapat saya lakukan hari ini untuk mengatasi kesulitan itu?'
"Gelindingkan batu-batu karang yang kecil dari hidup Anda, sampai akhirnya
Anda punya kekuatan untuk mendorong batu karang yang besar.
Saya melihat orang-orang yang sakit berusaha keras untuk bisa hidup.
Dunia ini berubah terus sepanjang waktu. Anda tidak tahu apa yang akan
terjadi besok. Maka jangan sakiti hati siapapun.
Selalu pertimbangkan perasaan orang lain terlebih dahulu, bukan perasaan Anda
sendiri. Kita memang cenderung untuk melihat sisi buruk orang lain, walaupun
karakter mereka mungkin 99 persennya baik, hanya satu persen yang buruk.
Mengapa tidak bersabar dengan memberikan mereka waktu untuk menunjukkan yang
99 persen itu? Di pagi hari, Anda dapat membuatkan minuman panas untuk keluarga
Anda, dan duduk menemani mereka beberapa menit, kemudian memeluk dan menciumi
mereka sebelum semuanya pergi ke tempat kerja atau kesekolah. Sekitar 10 menit
sebelum tidur malam setiap hari, berkumpullah bersama keluarga untuk berbagi
cerita mengenai peristiwa sepanjang hari tadi," demikian Ny.Chew mengakhiri..
---------------------------------
Access over 1 million songs - Yahoo! Music Unlimited.
--- End Message ---