Mari menanam
   
  Natal bagi banyak orang di dunia adalah hari yang ditunggu-tunggu, hari yang 
menyenangkan; pohon Natal, kue-kue, makan malam dan berbagai kegiatan lainnya, 
baik itu di rumah-rumah dan terutama di gereja-gereja. Hari kelahiran Sang 
Kasih sejati, PutraNya yang di utus untuk menyelamatkan kita dari kehidupan 
yang tanpa kasih. 
   
  Sebanyak yang menyambut datangnya Natal dengan suka cita, mungkin sedikian 
juga banyaknya orang-orang di sekeliling kita yang menggerutu dan bahkan 
bersembunyi di pojok-pojok yang gelap sambil marah dan membayangkan hal-hal 
yang mengerikan lainnya, yang mungkin tidak terbayangkan oleh kita, sebagian 
lagi sibuk dengan trauma dan kebenciannya akan para penyebar kasih yang dengan 
nama kasih telah mencoba mengkonversi atau mengajak umat beragama lain untuk 
pindah dan memeluk agama kasih.
   
  Lucu memang, dan ironis faktanya bahwa banyak di antara kita, ups tepatnya 
sebagian besar dari kita itu hidup dalam trauma-trauma dan kejadian-kejadian 
yang membuat kita saling membenci satu dengan yang lain, antara penganut satu 
agama dengan penganut agama yang lain. Kesemuanya itu memberikan simpanan 
memori atau ingatan bagi kita semua dan ketika kita mendengar atau melihat 
sesuatu yang berkaitan dengan trauma-trauma kita itu lalu dengan mudahnya 
asosiasi kita akan beralih pada kejadian yang menimbulkan sakit dan benci di 
dalam diri kita dari trauma-trauma tersebut, dan katakanlah kembali 
masing-masing dari kita itu memupuk rasa benci dan sakit hati kita dengan makin 
mendalam.
   
  Akan panjang sekali uraiannya kalau kita mau membahas satu persatu sebab dan 
akibat dari trauma, sakit hati dan kebencian yang mendiami hati kita semua dan 
secara singkat, walaupun mungkin bagi sebagian orang bisa dikatakan saya 
memaksakan penyingkatan sumber ini, namun, semua kejadian itu, baik dari sisi 
orang yang membuat anda mengalami trauma, rasa sakit dan benci di dalam hati 
anda itu dan diri anda sendiri, sama - sama berada dalam posisi kebodohan, 
kegelapan batin. Mungkin dari sisi dia - yang berbuat- kegelapan dan kebodohan 
dirinya adalah tidak menyadari bahwa apa yang dia perbuat telah menyakiti orang 
lain, dan dari sisi anda tentu kebodohan anda, kegelapan batin anda tentu bisa 
saja karena anda tidak bisa memahami dan memaafkan orang yang berbuat kepada 
anda. Sangat bisa jadi perbuatan yang mesti anda terima itu memang sangat 
menyakitkan dan secara normal, semua orang akan merasa maklum akan kebencian 
yang timbul di hati anda, namun di sisi lain, kalau kita
 menelusuri dengan teliti lalu akan sampai pada suatu titik bahwa anda tidak 
punya cara lain selain dari pada memaafkannya karena toh semuanya telah 
terjadi, kebodohannya telah membuat anda menderita.
   
  Kalau saja semua orang bisa menimbang dan merenungkan apa-apa yang akan 
dilakukannya dan senantiasa mencoba untuk tidak menyakiti orang lain, tentu 
saja trauma dan rasa sakit yang anda alami itu tidak perlu terjadi, dan kiranya 
memang itu yang lebih penting untuk kita coba lakukan untuk masa depan atau 
hari-hari mendatang kita. Mencoba hidup dengan penuh kesadaran, penuh 
pertimbangan akan kasih dan kebaikan yang mesti anda berikan kepada kehidupan. 
Secara sederhana ini merupakan bentukan lain dari tulisan saya di 
kabarindonesia yang berjudul,"Orang pintar, satu detik" dari sisi lain ini 
merupakan praktek meditasi yang tertinggi yang diajarkan oleh Sang Buddha, 
yaitu Sabar; Sabar yang mengamati kehidupan, sabar yang memberikan kebaikan 
pada kehidupan, dan bagi para sahabat umat Nasrani, mungkin ini disebut dengan 
mengisi kehidupan dengan Kasih sejati.
   
  Mulailah dengan diri anda sendiri, dan saya tentu akan memulai dengan diri 
saya sendiri, memulai dengan istri dan anak-anak saya, sahabat-sahabat saya, 
rekan kerja saya dan lalu kepada anda semua, serta kemudian untuk masyarakat 
dan bangsa, dan untuk anda semua, untuk alam semesta. Saya titipkan kasih bagi 
mereka semua melalui hati anda masing-masing, karena di sanalah kasih itu akan 
bertunas dan berkembang. Mari kita tanam bibit kasih dalam hati masing-masing, 
kasih yang tulus, kasih yang memberi tanpa meminta.
   
  salam kasih.
   
  261206
   sjw


Diskusi dan pertanyaan mohon di kirim ke japri;[EMAIL PROTECTED]
 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke