Dearest Bros & Sis,
   
  Semoga Tulisan Ini Membawa Ke Pengetahuan, With Metta, Ika.
   
   
  Intisari Buddhisme Adalah Pembebasan Manusia Dari Sengsara Dan Kedukaan.
  Sengsara Berasal Dari Ketidaktahuan, Dari Nafsu Untuk Berkuasa, Memiliki, Dan 
Menikmati, Pokoknya Egoisme.
  Untuk Mencapai Kebebasan Dari Nafsu2, Yang Terus Menerus Melahirkan Sengsara 
Dan Kelahiran Kembali, Buddha Gautama Menjalani Delapan Marga,: 1. Pengertian 
Benar, 2. Keputusan Benar, 3. Pembicaraan Benar, 4. Sikap Benar (tobat dari 
nafsu2), 5. Pekerjaan Benar, 6. Kewaspadaan Panca Indera, 7. Keseksamaan, Dan 
8. Meditasi.
   
  Dalam Penghayatan Kosmos, Buddhisme Berpangkal Tolak Dari Agama Hindu, Yang 
Membayangkan Perjalanan Sejarah Sebagai Siklus.
  Kosmos Merupakan Gerakan Daya2.
  Setelah Zaman Terjadinya Dunia, Bencana2 Dan Kemerosotan Lahirlah Jagad Baru, 
Serupa Dengan Setiap Makhluk Yang Berganti-Ganti Lahir, Hidup, Meninggal Dan 
Lahir Kembali.
  Dalam Proses Ini, Berlakulah Hukum Dharma, Yang Mengatur Kosmos.
  Dharma Adalah Lambang Untuk Kenyataan Transenden (adikodrati) Dan Terakhir.
   
  Menurut Guru Zen, Ryomin Azuki, Keberadaan Transindividual Merupakan Faktor 
Purba Dari Eksistensi.
  Dinamakannya Hal Itu "Immanuael" Yaitu Tuhan Dalam Diri Kita.
  Kesadaran Akan Kenyataan Itu Disebut "Satori" Atau "Bodhi" (ilham).
  Buddhisme Tidak Ateis, Seperti Sering Dituduhkan Oleh Penganut2 Agama 
Kristen, Tetapi Sangat Menahan Diri Dalam Pernyataan2 Mengenai Tuhan.
   
  Guru Zen Lainnya, Aitken Roshi, Menggarisbawahi Bahwa Pengalaman Kekosongan 
Diri Dalam Meditasi Zen Sekaligus Merupakan Pengalaman Karunia.
  Pembebasan Dari Keakuan, Rasa Kasih Untuk Alam Yang Menderita Membawa Perbuat 
Amal (sosial).
  Thich Nhu Dien, Pemimpin Pusat Kebudayaan Buddhis-Vietnam Di Hannover Jerman, 
Mengutip Kata Buddha, "Kita Jangan Menebang Satu Pohon pun Tanpa Sebab."
  Hukum Untuk Tidak Membunuh Tidak Hanya Berlaku Terhadap Manusia, Melainkan 
Juga Terhadap Binatang Dan Tumbuhan.
   
  Tujuan Manusia Adalah Nirwana (padam).
  Adalah Padamnya Nafsu2, Sengsara, Kefanaan.
  Adalah Kekosongan, Tetapi Bukan Ketiadaan.
  Dalam Puisi, Nirwana Juga Digambarkan Sebagai Damai, Ketidakterbatasan.
  Perdamaian Terasa Dalam Patung2 Buddha Di Kamboja Dan Borobudur, Di Mana 
Wajah Buddha Mencerminkan Ketenteraman Mendalam.
  Dalam Buddhisme, Terdapat Unsur2 Yang Mendekati Paham Evolusi (sejauh 
mengakui adanya budi dan kesadaran dalm perkembangan dunia): Gerakan Tenaga2, 
Arti Bencana Dan Kematian, Etika Karunia Terhadap Alam, Keselarasan Seluruh 
CiptaanPerlu Diakui Bahwa Hinduisme Dan Buddhisme Tidak Memandang Manusia 
Sebagai Penguasa Di Atas Segala Makhluk (seperti agresif), Melainkan Dalam 
Kesatuan, Persaudaraan Dengan Alam.
  Mengingat Bahwa Manusia Benar2 Berasal Dari Alam, Sikap Ini Tampak Lebih 
Sesuai Dengan Kenyataan Evolusi, Apalagi Lebih Menjamin Kelestarian Bumi.
   
  Kita Bisa Merenungkan Kata2 Bede Griffiths,: "Orang2 Barat Berpegang Pada 
Kesadaran Rasional. Setiap Orang Mengejar Urusannya Sendiri, Tertutup Dalam 
"Aku". Berkuasalah Unsur Maskulin Dan Agresif, Sedangkan Dunia Timur Diresapi 
Oleh Intuisi, Empati Hati Dan Budi. Barat Kerap Kali Menghadapi Timur Dengan 
Serangan, Entah Dengan Senjata Atau Secara Lebih Halus Via Ilmu Dan Teknologi, 
Yang Memeras Manusia Dan Alam. Dunia Barat Kehilangan Kesadaran Intuitif Akan 
Adanya Tuhan. Apa Yang Saya Temukan Di India Adalah Dimensi Samadi Dalam 
Kehidupan. Yang Kekal Dan Tanpa Batas Tidak Terasa Jauh Dan Asing, Melainkan 
Dekat, Ada Di Mana Mana.""
   
  Pada Dewasa Ini, Orang2 Timur Perlu Mempertanyakan Diri, Apakah Sikap Barat 
Tersebut Tidak Mulai Menghinggapi Juga Banyak Orang Timur, Sedangkan Sebagian 
Dari Umat Barat Mulai Menimba Dari Kebijaksanaan Timur ???
  Batas Antara Sikap Barat Dan Timur Makin Lama Makin Tidak Geografis Lagi.
   
   
   
  with metta, ika. 

 
---------------------------------
Have a burning question? Go to Yahoo! Answers and get answers from real people 
who know.

Kirim email ke