Mona Lisa <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Date: Fri, 12 Jan 2007 09:57:25 +0000 (GMT) From: Mona Lisa <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: Master Hong Yi
Sekuntum Teratai utk semua Sangha saya, Para Calon Buddha Berhubung waktu nonton film A Bright Moon di Amitayus dalam keadaan ngantuk berat, jadi kurang mindfull nontonnya. Banyak bagian2 yg terlewat, terpaksa filmnya pinjem lagi sama San dan ditonton ulang. Berikut adalah kesan pribadi dari saya yg awam. Film ini selain menceritakan perjalanan hidup seorang Master Hong Yi, juga mengandung banyak pesan dan makna. Menonton film ini, seperti melihat secara gamblang tahapan2 & proses dari seorang Lie Shutong menjadi seorang Master Hong Yi. Suatu proses yg panjang & sangat tidak mudah, yg tidak semua orang yg bisa menjalaninya. Dan beliau seorang yg sangat konsisten, apapun yg sudah diputuskannya, itulah yg akan dilakukannya sampai tuntas. Perjalanan hidup Master Hong Yi sedikit banyak mengingatkan saya akan perjalanan hidup Pangeran Siddharta menjadi Buddha. Kedua2nya memiliki segalanya; ketenaran, harta, istri yang dicintai & anak tetapi secara total melepaskan semuanya dan memilih jalan pembebasan mutlak. Lie Shutong adalah anak yg sangat berbakti kepada orang tuanya. Demi membahagiakan mereka, beliau tidak lagi memikirkan keinginan2 pribadinya. Bahkan dia menurut saat dia dijodohkan oleh ibunya dgn wanita yg tidak dicintainya, asalkan ibunya bahagia. Keinginannya begitu kuat untuk membahagiakan kedua orangtuanya, terutama ibunya yg telah menderita sekian lama karena merupakan istri muda dari ayahnya. Saat nyawanya terancam dan teman2nya harus lari ke Jepang sekalipun, dia tetap tinggal karena tidak ingin meninggalkan ibunya yg sedang sakit. Demi ibunya yg ingin pulang ke kampung halaman mereka, Lie Shutong mendobrak tradisi2 lama yg menimbulkan pertentangan karena dia tidak mau membawa peti mati ibunya masuk lewat pintu belakang hanya dikarenakan status ibunya yg istri muda. Kematian ibunya meninggalkan kesedihan yg begitu mendalam dalam dirinya [Jadi teringat akan kedurhakaan saya]. Kasih sayangnya yg begitu dalam terhadap seluruh mahkluk hidup, bahkan utk seekor serangga kecilpun beliau tidak ingin menyakitinya. Nyawa tidak memandang besar maupun kecil, kaya ataupun miskin. Nilai setiap nyawa adalah sama berharganya. Penderitaan2 yg ada disekelilingnya merupakan kesedihan baginya dan beliau selalu melakukan apapun utk meringankan penderitaan mereka. Karena rasa cinta & baktinya yg begitu besar terhadap orang tua, negara & penderitaan disekelilingnya, banyak sumbangsih karya2 besar yg telah dihasilkan dan didedikasikannya. [Melihat kecintaan Master Hong Yi yg begitu besar thdp negaranya, membuat saya berpikir.. Sejujurnya, bahkan setengahnya dari rasa bakti itu saja blm ada dalam diri saya. Boro2 sudah menyumbangkan karya2/sumbangsih besar kepada negara, yang ada selama ini malahan tuntutan dan celaan. Ungkapan Jangan tanya apa yang telah diberikan negara kepadamu, tapi tanyalah apa yg telah kamu berikan kepada negara..sungguh ungkapan yg sangat telak]. Seorang yg begitu mencintai negara & tanah air. Dimanapun, kapanpun dan kondisi apapun, beliau tidak pernah melupakan tanah airnya, negaranya & bangsanya. Semasa mudanya, dia sudah dpt merasakan secara mendalam penderitaan yg ada disekelilingnya. Menggunakan segala sumber daya termasuk ketrampilan seni yg dimilikinya untuk sebisanya membantu orang2 yg menderita, walaupun dikala dia sedang diluar negaranya. Di saat Master Hong Yi sedang sakit keras, tetap yang dia pikirkan hanya penderitaan orang lain yang sedang dilanda peperangan dan selalu mengedepankan kepentingan orang lain, bangsa & negara diatas kepentingannya. [ Kalau misalnya saya sendiri udah jatuh sakit, mana sempat lagi mikirin yang lain2nya lagi ] Rasa cinta terhadap murid2nya, bagaikan cinta orangtua yang tulus kepada anak kandungnya. Tidak ada bentakan, pukulan ataupun kekerasan yg dipergunakan selama beliau mengajar. Tidak ada perasaan superior, merasa lebih pintar dsb. Sangat rendah hati dan sabar. Sewaktu seorang Bhikshu muda yg salah paham memarahinya, beliau tidak menaruh dendam atau berusaha membela diri, malah bersikap tetap lembut & meminta pendapatnya. Semua orang adalah sama/sederajat dimata Buddha suatu kata2 yang begitu luas artinya. Saat memutuskan utk meninggalkan semuanya, termasuk Istri yg dicintainya, Beliau sama sekali tidak goyah walaupun saat istrinya memohon. Baginya, Nafsu keinginan yg ada dlm diri tidak akan pernah terpuaskan jika dituruti dan beliau memutuskan memilih pembebasan sejati. (Pada bagian ini, saya baru tahu kalau dulunya bhikshu jepang boleh memiliki istri.). Perjuangan Master Hong Yi begitu berat & gigih utk mencari guru2 yg bisa membimbingnya krn Beliau sadar ketinggalan-ketinggalan & waktu yang tidak panjang lagi, bahkan sempat bermalam diluar Vihara. [Saya tidak perlu menyebrangi lautan, melewati pegunungan, tidak perlu memohon guru untuk membimbing Dharma. Dharma sudah ada didepan mata, berkat jasa2 para Guru Besar]. Master Hong Yi pernah bertanya kepada Master Yin Quang tentang bagaimana cara utk mengurangi penderitaan2 manusia, yang kemudian dijawab bahwa, manusia dapat terhindar dari penderitaan apabila mereka sendiri sudah mengerti tentang Konsep Hukum Karma; yg berbuat baik akan menuai pahala, yg berbuat kejahatan akan mendapat ganjaran. Master Hong Yi sendiri dalam ceramahnya, sering menekankan tentang pentingnya penerapan Sila dan baru bisa dikatakan sbg seorang umat Buddha apabila telah mengamalkan Sila dalam kehidupan mereka. Rasa Bakti & Cinta yg begitu besar, melahirkan begitu banyak karya-karya yang indah, bermanfaat dan abadi . Bakti, Cinta & rasa Syukur kepada Orang tua, Guru, Negara, Bumi serta seluruh kehidupan, dan terutama kepada Tiga Permata. Semoga kami semua dapat menumbuhkan rasa bakti, cinta & rasa syukur tersebut didalam hati kami masing2 dan dpt mewujudkannya secara nyata. With Metta, Suang Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com --------------------------------- 8:00? 8:25? 8:40? Find a flick in no time with theYahoo! Search movie showtime shortcut.
