Maut aja di ributin, saat kita mati, sesaat pikiran kita muncul kita sudah 
menjalani kehidupan yang lain, serta masa kehidupan kita pada alam tersebut 
sudah habis, kemudian kita akan terlahir lagi berdasarkan kondisi pikiran kita 
sesaat sebelum meninggal, kelahiran kita yang baru tersebut hanyalah suatu 
proses menjalani masa kehidupan yang baru, semua saling berhubungan satu sama 
lain, tapi jika kalian mencari maut sama saja kalian orang bodoh, kenapa tidak 
menikmati masa yang tersisa selama masih dalam masa kehidupan sekarang hingga 
masanya habis nanti
  jadi bagi yang merasa menjemput maut itu lebih menarik , silahkan di pikirkan 
lagi deh
   
  Salam Metta
   
   
  Andri Tjiu

shandy8487 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  namo buddhaya

jika ada pertanyaan lebih pilih jemput maut atau maut ngejemput, 
kita sebelum mnjawab harus lah tau siapakah saya dan kenapa kita 
ada? kelahiran dan kematian adalah 1. begitu kita mati, kita akan 
lansung terlahir kembali. bahkan dalam kehidupan kita yang sekarang 
ini sudah banyak kita terlahir dan mati. pada saat pikiran kita 
muncul itulah kelahiran. dan pada saat pikiran lenyap, itulah 
kemantian. jadi dalam hidup ini kita sudah banyak mengalami kematian 
dan kelahiran. dan juga mengapa pada saat orang terlahir itu manusia 
senang dan pada kematian manusia itu sedih? bukannya hal itu 
terbalik? coba anda pikir, seorang bayi terlahir ke dunia ini, dia 
sudah membawa penderitaan nya. sedangkan pada saat orang itu 
meninggal, ia berarti sudah membayar dan menghabiskan buah karma 
buruk masa lampau nya. namun jangan karena ingin cepat membayar 
karma masa lampau, anda jadi tak ingin hidup ya! he3... itu sudah 
bertentangan dengan Dhamma Sang Buddha. jadi jawaban dari pertanyaan 
anda adalah sama saja. ada kelahiran, pasti ada kematian. pada saat 
anda hidup, maut menjemput anda, dan pada saat anda mati, kita 
menjemput kehidupan. semoga sedikit pengalaman saya dapat memberikan 
sedikit warna baru. 

Metta Cittena

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke