Dari milis tetangga ----- Original Message ----- From: Goenardjoadi Goenawan To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; Marketing Community ; [email protected] Sent: Tuesday, January 23, 2007 3:37 PM Subject: [MC-ers] Bagaimana cara menulis yang menarik?
halo sahabat, sering ada pertanyaan, bagi yang mau belajar menulis, bagaimana caranya menulis yang menarik? coba diperhatikan, setiap hari puluhan tulisan masuk ke Milis, namun yang menarik hanya beberapa saja. Bagaimana caranya bisa menarik perhatian pembaca? beberapa paradigma yang sering salah terjadi pada para calon penulis. 1. menulis itu hasilnya tulisan yang sifatnya seperti benda mati. ibarat bikin patung, jadi patung mati. Nah, inilah bedanya.... dia tidak melihat sebuah tulisan itu hidup. Coba anda dengarkan lagunya Rossa yang baru judulnya Cinta, karangan lama Titik Puspa. Anda mendengarnya akan menangis tersedu-sedu, seperti disayat sembilu, jantung anda akan berdegup lebih kencang, mata anda membasahi pipi, dan anda akan terenyuh, betapa jeritan anak manusia akan arti Cinta. Kok bisa? Nah, menyanyi itu sama dengan menulis. Kalau anda menulis dengan format resmi model Maju Tak Gentar, tentu berbeda dengan gaya Kelly Clarkson menyanyi Because of you. Menulis itu mengkomunikasikan makna isi hati anda kepada pembaca. Seperti melihat lukisan, ada yang menangis, ada yang terenyuh, ada yang EGP, capek deh.... karena dia buta seni lukis. Lalu bagaimana menipukan kehidupan kepada tulisan? Berikan isi hati anda yang terdalam. Kalau menulis jangan.... Stadion penuh berisi banyak pendaftar Trans Corp, tercatat ada 65,000 pendaftar yang menghadiri stadion, itu model Maju Tak Gentar. Semua orang disuruh menyanyi selalu lagu maju ak Gentar, kalau tidak Halo-halo Bandung. Cobalah menulis.... Stadion yang panas terik, sungguh menggosongkan semangat para pencari kerja, dengan peluh bercucuran, membasahi seluruh jiwanya, karena sudah lelah menanti harapan tak kunjung datang, dan Trans Corp datang dengan heboh dengan gegap gempita menyongsong duka para pencari kerja dengan harapan... Nyatakah harapan itu, atau hanya secercah cahaya di tengah kegelapan tak pasti. Para pelamar tergopoh-gopoh datang memenuhi stadion tempat harapan para pencari kerja hanya mencari sesuap nasi, di tengah kegalauan hatinya yang sudah pedih, pilu merana mengharapkan masa depan tak pasti. Anda sudah mengambil tissue? 2. Tulisan itu tergantung dari isinya. tidak. tulisan itu tergantung deliverynya, ibarat makanan bergizi, penuh karbohidrat, protein, nutrisinya bagus, tapi disajikan jelek, warnanya tidak membangkitkan selera, maka mau dimakan juga terasa seperti bubur Promina. 3. Tulisan tergantung ide, tergantung cara memulainya, seperti anda mau berenang, mau langsung gaya dada, gaya katak, gaya bebas, malah terlalu banyak dipikir jadinya gaya batu. Menulis itu menyambung hati anda ke telunjuk dan jari tengah anda (bagi yang mengetik dengan 11 jari). Bagaimana cara menyambungnya...... harus dicoba. Setrumlah hati anda, bagaimana hasilnya? Jantung kita itu kadang dimonitor dengan mesin EEG keluarnya tut, tut, tut, kalau tuuuuuuut anda mati. Tulisan juga begitu, kalau tut, tut, tut bernyawa. Kalau tuuuuuuut capek deh, orang tidak membaca. 4. Tulisan itu tergantung kemampuan bahasa anda. coba anda baca tulisan berikut ini... Rumah Kaiu kalau anda membacanya tanpa perhatian, terbaca.. hcvd uil3byobv tidak ada artinya bukan? kalau anda memberi perhatian, dan tulisan itu mengalir, pasti terbaca... RUMAH KAYU, bukan jangan takut dengan tata bahasa, asal jangan bahasa sms saja. 5. Menulis tergantung dari berapa banyak buku-buku yang anda baca. bukan begitu, itu namanya mengetik ulang. Kalau menulis anda cukup memiliki satu buku; Buku Hati Anda tinggal membaca isi hati anda dan membantu menuliskan saja. Kadang anda akan emnulis tanpa sadar, tiba-tiba menjadi sebuah tulisan bermakna. salam, Goenardjoadi Goenawan Penulis Rubrik Pengembangan Diri Majalah Komunitas Ad Info http://swa.co.id/swamajalah/tren/details.php?cid=1&id=3195&pageNum=2 Miliki Buku-buku karya Ir. Goenardjoadi Goenawan, MM.: * Menjadi Kaya Dengan Hati Nurani * Mata Air Untuk Dahaga Jiwaku * Pelangi Kehidupan Entrepreneur * Memasarkan Dengan Hati (terbit 8 November 2006) Ditulis bersama Ir. Stefanus Indrayana, MBA.: * Manajemen Berbasis Nurani (Terbit 1 Januari 2007)
