Puisi-Puisi Chan (9)
Kehidupan datang dan pergi bagaikan cahaya Cinta membawa penderitaan tiada akhir Saat seseorang menyadari kebenaran sejati dan kebohongan Dia akan terbebas dari lingkaran lahir dan mati -------- KEHIDUPAN DATANG DAN PERGI BAGAIKAN CAHAYA. Masa kehidupan kita begitu singkat, sesingkat percikan korek api atau kilatan lampu. Walaupun kita hidup sampai umur delapan puluh atau sembilan puluh, sampai umur seratus dua puluh, di dalam rencana alam semesta kehidupan kita itu adalah sesingkat nyala lampu. Kenapa kita berada dalam kehidupan (yang tiada henti-hentinya) ini? Untuk apa kita bekerja keras? Selain bekerja untuk mencari nafkah penghidupan, kebanyakan dari upaya tersebut adalah untuk cinta. Jadi bisa dikatakan CINTA MEMBAWA PENDERITAAN TIADA AKHIR. Kita dilahirkan karena cinta antara orang tua kita. Sang Buddha memberitahu kita sebagai 'makhluk hidup emosional', karena kita dilahirkan berdasarkan emosi. Kita sering melekat dan memegang erat cinta dan emosi -- cinta pada keluarga kita, cinta antara suami dan istri, juga cinta pada hobby. Karena kemelekatan dan memegang erat-erat semua jenis cinta dan emosi itu, jadinya kita memiliki banyak penderitaan. Apa itu cinta? Kenapa cinta begitu dikejar dengan bersemangat? Apakah begitu berharga? Terus terang, cinta adalah obat yang dioleskan di sebilah pisau. Cinta adalah semua yang manis, pahit, asam, dan pedas yang dicampur bersama-sama. Seseorang memiliki risiko lidahnya terpotong untuk merasakan sedikit manisnya cinta. Beberapa orang mengambil risiko seluruh hidupnya untuk cinta. Ini sangat penting bahwa kita perlu menyeimbangkan cinta kita supaya tidak menjadi ekstrim. Sekarang ini, banyak anak-anak muda jatuh cinta secara buta. Jika mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, mereka marah, bahkan diantaranya melakukan bunuh diri. Satu kali saya berbicara kepada seorang anak muda yang bermaksud melakukan bunuh diri, "Kenapa kamu sangat bodoh?" Dia menjawab, "Perempuan itu sangat cantik, tetapi dia tidak mencintai saya!" Lalu saya berkata kepadanya, "Kenapa kamu menyiksa diri sendiri? Kenapa kamu mau melakukan bunuh diri hanya karena perempuan itu tidak mencintaimu? Masih banyak wanita cantik seperti bintang di langit yang tidak dapat dihitung. Masih banyak wanita lain dimana kamu dapat jatuh cinta dengannya pada saat waktu yang tepat. Tidak ada gunanya membunuh diri hanya karena seorang wanita." Cinta sejati terbentang luas seperti langit biru yang cerah. Jika kita dapat memperluas hati kita, ada banyak hal dapat kita peluk dengan cinta: cinta pada masyarakat kita, pada negara kita, pada sesama umat manusia dan semua makhluk hidup. SAAT SESEORANG MENYADARI KEBENARAN SEJATI DAN KEBOHONGAN, DIA AKAN TERBEBAS DARI LINGKARAN KELAHIRAN DAN KEMATIAN. Jika kita dapat mencintai apa yang seharusnya dicintai dan membiarkan pergi apa yang tidak pantas menerima cinta kita, maka kita tidak akan tersiksa karena cinta. Jika kita dapat mengetahui kebenaran sejati dari cinta, maka kita tidak hanya akan melakukan perbuatan yang keliru, namun juga kita akan dapat membebaskan diri dari lingkaran kelahiran.*** --------- sumber: Suara Bodhidharma, edisi 10/7/II/2002; Ven.Master Hsing Yun, "Cloud and Water", An Interpretation of Cha'an Poems, Hsi Lai University Press, USA, 2000.
