Mengais sampah menyenangkan ego Ketika seseorang itu telah terbentuk kepribadiannya, seperti sebuah pohon yang batangnya telah menjadi kayu, akan kaku dan keras serta ada bentuk tertentu yang menjadi ciri khas si pohon itu. Kalau kita ibaratkan lampu, maka warna dari lampu itu akan terbias dengan jelas bagi yang melihatnya dan mengamatinya. Seorang sahabat lama, mantan HR di kantorku yang sekarang menjadi pembicara di berbagai seminar dan mengelola mailing list tentang human resources ini juga pernah mengatakan bahwa seseorang yang telah dewasa dan matang, yang kepribadiannya telah terbentuk kuat sesungguhnya tidak akan bisa berubah jauh, yang mungkin dilakukannya adalah beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya dan mengambil atau melakukan yang terbaik yang bisa dilakukannya. Ya, saya kira memang demikianlah kita dan dalam berinteraksi di berbagai tempat dan waktu, individu-individu yang telah matang dan dewasa itu mencoba mengambil hal-hal baik dan positif dari lingkungannya untuk menambah wawasan dan menjadi pedoman bagi dirinya untuk memperbaiki diri. Jarang sekali pribadi-pribadi yang matang ini mau membuang waktu untuk diskusi dan argumentasi yang tidak bermanfaat. TIndakan ini merupakan bagian dari menghargai diri anda sendiri dan hanya dengan membangun pola semacam inilah anda bisa maju dan menjadi dewasa dan besar. Besar dalam arti orang besar-Great Man- orang yang bisa merangkul banyak orang dan menjadi pemimpin yang baik bagi dirinya dan orang banyak. Jadi, maukah anda memulai untuk mencari yang perlu dan penting buat kemajuan anda? Atau anda masih suka mengais sampah untuk sekedar menyenangkan ego anda sendiri? Silahkan, semoga anda tidak lupa kita hidup di panggung sandiwara yang kita juga semua penonton sekaligus pemainnya, .... :) Itu tergantung diri anda sendiri... 070207
Diskusi dan pertanyaan mohon di kirim ke japri;[EMAIL PROTECTED] --------------------------------- Never miss an email again! Yahoo! Toolbar alerts you the instant new Mail arrives. Check it out.
