Seorang sahabat bertanya kepada saya di japri dan berminat belajar meditasi, 
dan saya menginformasikan kepada sahabat ini, guru meditasi yang menurut saya 
cukup kompeten dan bisa dijadikan guru, sedangkan saya sendiri sekedar 
pemerhati saja dan cuma bisa membagikan apa yang bisa saya bagikan dari apa 
yang pernah saya dengar dan baca. 
   
  Saya mencoba membagikan teknik meditasi sederhana yang saya pernah tahu dan 
pernah juga baca, entah kalau juga pernah praktek atau tidak, hehehehehee, lupa 
... :) Di bawah ini saya share ke anda juga, semoga bisa dipergunakan, kalau 
memang minat, tapi kalau ini terlalu dangkal bagi anda, saya musti mohon maaf 
atas keterbatasan saya.
   
  Sekali lagi, semoga bisa dimanfaatkan.
  salam
  sjw.
   
  ======
  Dear M, 
   
  Sebetulnya ada satu metode sederhana yang bisa anda praktekkan, dan metode 
ini umum sekali alias bisa di dapatkan di banyak buku , hanya mungkin 
variasinya di sana sini agak sedikit berbeda.Jadi sedikit saya uraikan saja 
seperti apa yang saya tahu dan pahami, semoga berguna. Tapi mohon saya tidak 
dianggap sebagai guru anda karena yang saya share adalah yang pernah saya baca 
dan temukan saja, bukan ciptaan saya.
   
  Meditasi secara umum dikatakan sebagai upaya untuk memfokuskan perhatian pada 
suatu objek dan dalam istilah Buddhis dikatakan sebagai Bhavana, dan dalam 
ajaran Buddha Bhavana itu di klasifikasikan atas samatha dan vipassana Bhavana. 
Klasifikasi ini umumnya untuk menunjukkan arah yang mungkin dihasilkan dari 
fokus yang dilatih pada meditasi itu. Samatha itu meditasi untuk ketenangan 
atau sebetulnya untuk bisa mendudukkan batin pada posisinya, ya untuk bisa 
menduduk kan batin kan dibutuhkan ketenangan, ketenangan secara batin atau 
inside tentunya bukan sekedar ketenangan fisik. Vipassana adalah metode atau 
praktek yang mengantarkan si penekun pada pencerahan, dan ini merupakan metode 
yang mengarahkan kita untuk melihat dan memahami kehidupan sebagaimana adanya. 
   
  Seperti yang telah saya katakan tadi, perbedaan kedua Bhavana itu adalah pada 
kemungkinan yang dihasilkan dari fokus yang dilatih, maka secara fisik kedua 
metode itu tidak ada perbedaannya yang significant, dan terutama sekali 
perbedaannya adalah teknik pengarahan perhatian atau fokus batin, dan untuk 
samatha Bhavana itu sendiri, lebih merupakan pengenalan kepada batin itu apa 
dan di mana letaknya. Inilah alasannya kenapa Samatha itu dilatih terlebih 
dahulu sebelum melatih Vipassana. Dan dalam Vipassana, fokus latihan lebih 
banyak untuk mengamati batin, aktivitas batin, pikiran dan inside atau bagian 
dalam diri kita sebagai manusia.
   
  Untuk meditasi Samatha sendiri itu ada banyak objek yang bisa dipilih, kalau 
tidak salah ada sekitar 40 objek dan saya kebetulan tidak hafal. Salah satu 
objek meditasi yang sederhana dan banyak dilatih adalah nafas. Dan dalam 
melatih tekni nafas ini atau lebih dikenal sebagai anapannasati, banyak variasi 
yang bisa ditemukan. 
   
  Salah satu teknik yang paling umum digunakan adalah dengan menggunakan 
pelafalan nama Buddha atau nama Bodhisatva.  Caranya.
   
  Anda duduk bersila, boleh dan sebaiknya posisi lotus atau kedua kaki 
disilang, lalu tangan kanan ditaruh di atas telapak tangan kiri dan kedua 
jempol dipertemukan ujungnya. Ini sebagai indikator kalau anda tertidur dan 
dari sisi lain ada juga yang menjelaskannya sebagai mudra dan titik temu agar 
energi alam yang timbul dari meditasi anda bisa berputar dengan baik. Ketika 
anda tertidur atau sangat mengantuk dalam meditasi, biasanya kedua jempol akan 
berjauhan, dan kalau ini anda temukan tentu bisa lebih tekun lagi.
   
  Lalu, setelah anda duduk, mungkin anda bisa berdoa dulu, terserah mau berdoa 
apa saja. Lalu anda katakan kepada diri anda,"Saya sedang duduk bermeditasi, 
dari ubun-ubun sampai ke ujung jari kaki saya dalam keadaan rileks, serileks 
mungkin, setenang mungkin." 
   
  Kemudian anda bisa memulai dengan membiarkan nafas anda mengalir alami dari 
hidung masuk, ke perut anda keluar dari hidung lagi, sealami mungkin, tanpa 
diatur. Pada saat nafas anda tarik masuk, ucapkan kata Bud dan pada saat nafas 
keluar ucapkan Dhaa. Kalau tidak bisa di dalam hati, bisa diucapkan dengan 
perlahan. Kalau anda tidak bisa merasakan nafas anda masuk, anda bisa menaruh 
tangan anda yang bertemu itu agak lebih dekat lagi ke perut. 
   
  Variasi dari teknik ini bisa dengan merasakan sentuhan nafas yang masuk dan 
keluar itu di ujung hidung, bisa juga di pangkal hidung, atau juga bisa di 
dalam perut. Anda bisa memilih yang mana yang cocok buat anda. Tapi jika anda 
telah memilih salah satu, hendaknya tidak diganti-ganti lagi, karena anda tidak 
akan memperoleh kemajuan dengan baik kalau fokusnya diganti-ganti terus.
   
  Melafalkan nama Buddha atau untuk umat lain, islam misalnya diganti dengan 
kata Hu Alllah, itu tujuannya terutama sekali untuk mengurangi resiko anda 
ngantuk dan pikiran berkeliaran ke mana-mana, jadi semacam meditasi dzikirlah.
   
  Kalau anda telah bisa fokus tanpa perlu membaca nama Buddha itu, anda bisa 
saja mengamati nafas dan sentuhan yang anda pilih. Dan anda bisa juga melangkah 
untuk melatih nafas segi tiga, artinya dalam bernafas ada tiga fase; 
tarik-tahan-buang, dan ketiganya itu dilakukan dalam hitungan tertentu, 
misalnya hitungan 3, jadi dalam 3 hitungan anda menarik nafas, dalam tiga 
hitungan anda menahan di perut dan tiga lagi anda membuang. Tetap saja kuncinya 
nafas mesti mengalir lancar, alami dan tidak dipaksakan. Hitungan maksimal yang 
masih boleh dilatih adalah sampai dengan semiblan hitungan, jadi 9 tarik, 9 
tahan dan 9 buang. Ini agar paru-paru kita tidak terlalu dipaksa dalam 
berlatih. Namun, mulailah dengan yang tidak sulit buat anda agar tubuh anda 
tidak menolak dan jadinya malah malas berlatih.
   
  Selama berlatih, jika ada gangguan baik itu suara, gesekan angin dan lainnya, 
sebanyak mungkin anda tidak usah hiraukan dan tetaplah berpegang teguh pada 
objek yang anda telah pilih, dan berdoa sebelum berlatih meditasi tentu akan 
banyak berguna bagi anda yang baru belatih atau pemula. Selain merupakan bagian 
dari keimanan anda, juga merupakan pagar dan juga sebagai sugesti diri agar 
anda bisa menghadapi gangguan-gangguan non fisik itu. Dan getaran dari doa yang 
benar biasanya akan membantu anda untuk memperoleh kemajuan dalam bermeditasi 
karena umumnya doa itu membersihkan energi disekitar anda dan juga memberikan 
kontak kepada para mahluk Suci di jagad ini dan tentunya Tuhan, Allah atau 
apalah anda menyebutnya itu.
   
  Semoga berguna.
  salam
  sjw


Diskusi dan pertanyaan mohon di kirim ke japri;[EMAIL PROTECTED]
 
---------------------------------
Cheap Talk? Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call rates.

Kirim email ke