Bodhidharma datang dari Barat tanpa sepatah kata,
Pelatihan diri seutuhnya tergantung pada pikiran.
Jika kita ingin menulis tentang diri dan orang lain;
Semak-semak kita akan segera memenuhi Danau Tung Ting.

-------------

Saat Bodhidharma pertama kali datang dari India ke negara Tiongkok,
beliau tidak membawa sepatah kata atau tulisan. Hanya pikiran Ch'an.
Ini yang menyebabkan kita menyebutnya BODHIDHARMA DATANG DARI BARAT
TANPA SEPATAH KATA.

PELATIHAN DIRI SEPENUHNYA TERGANTUNG DARI PIKIRAN. Saat Bodhidharma
mentransmisi ajarannya, beliau tidak menggunakan kata-kata. Beliau
hanya mengandalkan perenungan pikiran. Jika kita ingin memetik Dharma
dalam pikiran, kita tidak dapat hanya berkata-kata tentang Dharma dan
juga tidak dengan ibadah yang sederhana atau merangkapkan kedua tangan
di dada.

Lebih jauh, kita harus merenungkan dan membayangkan apakah kita
benar-benar memiliki cinta kasih, toleransi, kebijaksanaan dan
Buddhadharma. JIKA KITA INGIN MENULIS TENTANG DIRI DAN ORANG LAIN, dan
tidak dapat bersemangat, kita sedang menuju ke jalan yang salah.

Bahasa adalah hanya sepotong dari ekspresi, bahasa hanya berfungsi
sebagai jembatan. Bahasa bukan kebenaran dan bukan Buddhadharma.
Sebuah gambar kue tidak dapat mengenyangkan perut lapar kita. Jika
kamu benar-benar mengerti arti dari kata-kata tanpa menyadari
kebenarannya di dalam pelatihan dan sikap anda, maka anda bukan
praktisi Ch'an yang sejati.

SEMAK-SEMAK KITA AKAN SEGERA MEMENUHI DANAU TUNG TING. Jaman dulu,
seorang raja mengumumkan ke seluruh negeri bahwa dia akan
menghadiahkan 12 ekor sapi kepada siapa saja yang dapat bermain alat
musik selama 3 hari 3 malam tanpa berhenti. Banyak musisi yang datang
untuk bermain dan berusaha memenangkan hadiah tersebut.

Ada seorang musisi istimewa dapat bernyanyi dan bermain dengan sangat
indah, dengan harapan dapat memenangkan hadiah, dia bermain dengan
mengeluarkan segenap kemampuannya. Setelah 3 hari 3 malam, raja tidak
memenuhi janji dan tidak memberikan hadiah ke musisi tersebut.

Musisi tersebut tidak gembira dan bertanya kepada raja, "Kenapa anda
tidak memenuhi janjimu?" Raja tersebut dengan tenang menjawab, "Demi
keserakahan, kamu bermain secara histeris untuk sapi-sapi tersebut,
kamu hanya memberikan kegembiraan kosong dalam keramaian, saya tidak
memberikan sapi-sapi tersebut, lalu saya hanya memberikan kegembiraan
kosong. Kita tidak saling berhutang satu sama lain, dan di antara kita
juga tidak mengambil keuntungan satu sama lain."

Dalam mempraktekkan Ch'an kita harus memiliki kebaikan, cinta kasih,
kegembiraan dan kemurahan dalam pikiran kita. Sehingga kita dapat
menghargai arti sesungguhnya dari kedatangan Bodhidharma dari Barat.
Lalu kemudian kita dapat memasuki lautan Ch'an dan berlayar dengan
bebasnya. Kegembiraan adalah kosong dan bahasa hanya sebuah khayalan
belaka, dan itu bukan kebenaran dan juga bukan penghabisan yang
terakhir.


---------
sumber: Suara Bodhidharma, edisi 07/III/2003(31); Ven.Master Hsing
Yun, "Cloud and Water", An Interpretation of Cha'an Poems, Hsi Lai
University Press, USA, 2000.

Kirim email ke