Mendaki pegunungan dan menyeberangi sungai Jika kita dapat bertahan, karakter kita menjadi kuat Lalu kita akan melihat manfaatnya, membangkitkan minat dan ketekunan Serta dapat mengatasi segala macam situasi
---------------- Melewati hambatan-hambatan dan menyelesaikan masalah dapat membangun karakter kita. Kenyataannya, semakin sulit suatu masalah, semakin baik untuk karakter. Jika kita tidak menyerah saat kita mengukur sebuah gunung, pada akhirnya kita akan mencapai puncak dan dapat merasakan maknanya. MENDAKI PEGUNUNGAN DAN MENYEBERANGI SUNGAI, mengajarkan kita bahwa untuk mencapai kesempurnaan dalam Dharma memerlukan latihan yang lama. Beberapa master Ch'an menghabiskan puluhan tahun belajar untuk mengerti Ch'an. Beberapa dari mereka menghabiskan puluhan tahun melafalkan sutra. Seiring waktu, perkembangan mereka pun menjadi sempurna. Kita harus memiliki kesabaran dan tidak mencari jalan terpendek dan termudah. Jika kita dapat bertahan terhadap dingin di dalam membersihkan salju, bertahan terhadap panasnya api yang menyala, maka kita pun akan siap menghadapi kesulitan-kesulitan. Sesuatu yang datang dengan cepat, dapat hilang dengan cepat pula. Jadi, JIKA KITA DAPAT BERTAHAN, KARAKTER KITA MENJADI KUAT. Jika kita dapat bertahan 10 tahun dari terpaan dingin, maka kita akan dapat mengatasi ratusan kemerosotan dan memperoleh dasar yang uat seperti batu besar yang sangat kukuh. Jika kita memiliki kebijaksanaan dan keberanian untuk berusaha keras walaupun seberat apapun masalah yang dihadapi, maka KITA AKAN MELIHAT KEUNTUNGANNYA, MEMBANGKITKAN MINAT DAN KETEKUNAN, SERTA DAPAT MENGATASI SEGALA MACAM SITUASI. Jika kita dapat menjadi lembut seperti air, maka kita dapat melewati semak-semak bambu yang tebal. Jika semangat kita sebebas awan-awan, pegunungan yang tertinggi pun tidak dapat menghentikan kita. Jika kamu melayani orang dengan sepenuh hati dan tidak takut kesulitan dan hambatan yang datang setiap hari, dan jika kamu dapat mentolerir semua itu, maka awan-awan akan menghilangkan kepahitan. Dan manisnya matahari akan muncul dengan semua keajaiban kehidupan. Di jaman Dinasti Tang, ada seorang master Ch'an bernama Shih Te (berarti mengambil). Dia adalah master Ch'an yang terlatih. Saat pertama kali tiba di Vihara Kuo Ching, dia tidak dikenal oleh siapapun. Dia diberikan tanggung jawab di bagian rumah tangga dan hanya diberikan sisa-sisa makanan dari dapur. Dia menjalankan semua itu puluhan tahun. Suatu hari saat para bhiksu menceritakan ujaran-ujaran, Shih Te bertepuk tangan dan berkata, "Hanya merenungkan ujaran-ujaran ini, apa baiknya?" Guru yang memimpin kebaktian menegur dia dan dia pun segera menjawabnya, "Sebentar, orang tanpa rasa benci (kebencian) adalah bermoral. Orang yang menjaga pikirannya bersih adalah seperti orang yang melepaskan kehidupan keduniawian dan bergabung di dalam pesamuan para bhiksu dan bhiksuni. Sifat kita semua sama. Tidak ada perbedaan di dalam Dharma." Siapa yang bermoral baik akan memiliki pengalaman pentahapan tertinggi dan memperoleh jasa kebajikan tak terhingga. Ini bukanlah sesuatu, seperti ketidakkekalan dan benar salah yang membatasi dunia ini. Saat ita berkomitmen dengan orang lain, kita seharusnya tidak hanya menepatinya seperti ketika berhembusnya angin di musim semi maupun datangnya gerimis di musim panas, kita seharusnya juga mengetahui bagaimana dapat bertahan dalam dinginnya musim gugur dan dinginnya salju di musim dingin. Jika kita dapat bertahan dari segala kesulitan satu per satu, maka kebaikan dan masa depan yang cerah akan mengikuti.*** --------- sumber: Suara Bodhidharma, edisi 03/III/2003; Ven.Master Hsing Yun, "Cloud and Water", An Interpretation of Cha'an Poems, Hsi Lai University Press, USA, 2000.
