Pengidap di Bali Terus Bertambah 
 
Denpasar, Kompas - Tingkat penularan HIV/AIDS di Provinsi Bali semakin 
mengkhawatirkan. Angka estimasi terbaru dari Komisi Penanggulangan AIDS 
Provinsi Bali menunjukkan, jumlah orang yang terinfeksi HIV/AIDS pada awal 
tahun 2007 sebanyak 4.041 orang, meningkat sekitar 33 persen dari estimasi 
terakhir empat tahun lalu. 
Peningkatan itu di bawah estimasi terbaru nasional yang menjadi dua kali lipat. 
"Peningkatan itu cukup banyak karena lebih dari 1.000 orang dalam empat tahun 
tertular, rata-rata 250 orang per tahun. Ini harus diwaspadai semua pihak," 
kata dr Mangku Karmaya MRepro, Ketua Kelompok Kerja Humas dan Informasi Komisi 
Penanggulangan AIDS (KPA) Bali, di Denpasar, Rabu (7/3). 
Penetapan angka estimasi dilakukan dengan metode epidemiologi gabungan berbagai 
metode survei. Diakui, akurasi metode tidak dapat mencapai 100 persen karena 
fenomena HIV/AIDS seperti fenomena gunung es. 
Menurut Karmaya, angka estimasi itu cukup mendekati kenyataan. Angka itu 
dibutuhkan untuk membuat kebijakan dan pelayanan medis pada penderita. 
Pembaruan metode  
Karmaya menyatakan harus ada pembaruan metode antisipasi penularan HIV/AIDS di 
Bali, terutama di kalangan kelompok paling berisiko, yakni kalangan pekerja 
seks dan pengguna narkoba melalui suntikan. 
Dari survei KPA Bali terungkap bahwa sebagian besar masyarakat sudah tahu 
risiko dan cara penularan HIV/AIDS, tetapi enggan memerhatikan. Misalnya, 
pekerja seks sengaja tidak menggunakan kondom, sedangkan remaja pengguna 
narkoba bertukaran jarum suntik. 
"Harus ada penetrasi program lebih intensif. Kami akan menggencarkan program 
kelompok remaja anti-HIV/AIDS melalui sekolah-sekolah, termasuk menjalin kerja 
sama dengan sejumlah LSM AIDS di Bali," kata Karmaya. 
Dari sisi kebijakan, sudah ada kemajuan, antara lain muncul Peraturan Daerah 
tentang Penanggulangan HIV/AIDS serta adanya standar operasional prosedur 
penerapan pengurangan dampak buruk narkoba (harm reduction) pada pengguna 
narkoba jarum suntik. 
Namun, menurut Ketua KPA Bali yang juga Wakil Gubernur Bali Alit Kesuma 
Kelakan, penerapan aturan-aturan itu di lapangan harus dikawal ketat sekaligus 
tetap meningkatkan kewaspadaan. (BEN) 

 
---------------------------------
No need to miss a message. Get email on-the-go 
with Yahoo! Mail for Mobile. Get started.

Kirim email ke