Orang Brengsek Adalah Guru Sejati ... Ini sangat sungguh sulit 
dijalankan..kalau kita dihina, dicaci maki kita pasti membrontak.
dan marah...
Saya jadi teringat dari ungkapan yang sering saya dengar dari 
ceramah buddhis
yaitu Hati adalah Cermin.
Apapun reaksi kita dari tidakan seseorang, itu adalah refleksi / 
cerminan dari hati kita sendiri.
kita bilang org itu sulit / menjengkelkan... tapi sebetulnya
diri kita sulit / menjengkelkan juga...
  Di buddhis, Jika kita bisa bebas dari hinaan dan cacian dan segala 
bentuk ketidaknyamanan dari dibuat org disekitarnya. Boleh dibilang 
kita ini sudah menjadi Buddha (FO).
  Seorang buddha manis dan pahit semuanya sama ... 
hati sama sekali tidak tergoyahkan.
adakah org yang seperti itu.

--- In [email protected], "purchase" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> dari milist sebelah, maaf kalo sudah pernah ada yang nerima......
> 
> Best Rgrds,
> 
> Tristina
> MG Sport & Music
> 
> 
> Orang Brengsek Adalah Guru Sejati,
> oleh : Gede Prama
> 
> Entah apa dan di mana menariknya, Bank Indonesia amat senang 
mengundang saya untuk menyampaikan presentasi dengan judul Dealing 
With Difficult People.
> Yang jelas, ada ratusan staf bank sentral ini yang demikian 
tertarik dan
> tekunnya mendengar ocehan saya. Motifnya, apa lagi kalau bukan 
dengan
> niat untuk sesegera mungkin jauh dan bebas dari manusia-manusia 
sulit seperti
> keras kepala, suka menghina, menang sendiri, tidak mau kerja sama, 
dll.
> 
> Di awal presentasi, hampir semua orang bernafsu sekali untuk 
membuat manusia sulit jadi baik. Dalam satu hal jelas, mereka yang 
datang menemui saya
> menganggap dirinya bukan manusia sulit, dan orang lain di luar 
sana sebagian
> adalah manusia sulit.
> Namun, begitu mereka saya minta berdiskusi di antara mereka 
sendiri untuk
> memecahkan persoalan kontroversial, tidak sedikit yang memamerkan
> perilaku-perilaku manusia sulit. Bila saya tunjukkan perilaku 
mereka;
> seperti keras kepala, menang sendiri, dll dan kemudian saya tanya 
apakah itu
> termasuk perilaku manusia sulit, sebagian dari mereka hanya 
tersenyum kecut.
> 
> Bertolak dari sinilah, maka sering saya menganjurkan untuk 
membersihkan kaca
> mata terlebih dahulu, sebelum melihat orang lain.
> Dalam banyak kasus, karena kita tidak sadar dengan kotornya kaca 
mata maka
> orangpun kelihatan kotor. Dengan kata lain, sebelum menyebut orang 
lain
> sulit, yakinlah kalau bukan Anda sendiri yang sulit.
> 
> Karena Anda amat keras kepala, maka orang berbeda pendapat sedikit 
saja pun
> jadi sulit. Karena Anda amat mudah tersinggung, maka orang yang 
tersenyum
> sedikit saja sudah membuat Anda jadi kesal.
> Nah, pembicaraan mengenai manusia sulit hanya boleh dibicarakan 
dalam
> keadaan kaca mata bersih dan bening. Setelah itu, saya ingin 
mengajak Anda
> masuk ke dalam sebuah pemahaman tentang manusia sulit.
> 
> Dengan meyakini bahwa setiap orang yang kita temui dalam hidup 
adalah guru 
> kehidupan, maka guru terbaik kita sebenarnya adalah manusia- 
manusia super
> sulit. Terutama karena beberapa alasan.
> 
> Pertama, manusia super sulit sedang mengajari kita dengan 
menunjukkan betapa
> menjengkelkannya mereka. Bayangkan, ketika orang-orang ramai 
menyatukan
> pendapat, ia mau menang sendiri. Tatkala orang belajar melihat 
dari segi
> positif, ia malah mencaci dan menghina orang lain. Semakin sering 
kita
> bertemu orang-orang seperti ini, sebenarnya kita sedang semakin 
diingatkan
> untuk tidak berperilaku sejelek dan sebrengsek itu.
> 
> Saya berterimakasih sekali ke puteri Ibu kost saya yang amat kasar 
dan suka
> menghina dulu. Sebab, dari sana saya pernah berjanji untuk tidak 
mengizinkan
> putera-puteri saya sekasar dia kelak.
> Sekarang, bayangan tentang anak kecil yang kasar dan suka 
menghina, menjadi
> inspirasi yang amat membantu pendidikan anak-anak di rumah.
> Sebab, saya pernah merasakan sendiri betapa sakit hati dan tidak 
enaknya
> dihina anak kecil.
> 
> Kedua, manusia super sulit adalah sparring partner dalam membuat 
kita jadi
> orang sabar. Sebagaimana sering saya ceritakan, badan dan jiwa ini 
seperti
> karet. Pertama ditarik melawan, namun begitu sering ditarik maka 
ia akan
> longgar juga. Dengan demikian, semakin sering kita dibuat panas 
kepala,
> mengurut-urut dada, atau menarik nafas panjang oleh manusia super 
sulit, itu
> berarti kita sedang menarik karet ini ( baca : tubuh dan jiwa 
ini ) menjadi
> lebih longgar ( sabar ).
> 
> Saya pernah mengajar sekumpulan anak-anak muda yang tidak saja 
amat pintar,
> namun juga amat rajin mengkritik. Setiap di depan kelas saya 
diuji, dimaki
> bahkan kadang dihujat.
> Awalnya memang membuat tubuh ini susah tidur. Tetapi lama 
kelamaan, tubuh
> ini jadi kebal.
> 
> Seorang anggota keluarga yang mengenal latar belakang masa kecil 
saya,
> pernah heran dengan cara saya menangani hujatan-hujatan orang 
lain. Dan
> gurunya ya itu tadi, manusia-manusia pintar tukang hujat di atas.
> 
> Ketiga, manusia super sulit sering mendidik kita jadi pemimpin 
jempolan.
> Semakin sering dan semakin banyak kita memimpin dan dipimpin 
manusia sulit,
> ia akan menjadi Universitas Kesulitan yang mengagumkan daya 
kontribusinya.
> Saya tidak mengecilkan peran sekolah bisnis, tetapi pengalaman 
memimpin dan
> dipimpin oleh manusia sulit, sudah terbukti membuat banyak sekali 
orang
> menjadi pemimpin jempolan. Rekan saya menjadi jauh lebih asertif 
setelah
> dipimpin lama oleh purnawirawan jendral yang amat keras dan 
diktator.
> 
> Keempat, disadari maupun tidak manusia sulit sedang memproduksi 
kita menjadi
> orang dewasa. Lihat saja, berhadapan dengan tukang hina tentu saja 
kita
> memaksa diri untuk tidak menghina balik.
> Bertemu dengan orang yang berhobi menjelekkan orang lain tentu 
membuat kita
> berefleksi, betapa tidak enaknya dihina orang lain.
> 
> Kelima, dengan sedikit rasa dendam yang positif manusia super sulit
> sebenarnya sedang membuat kita jadi hebat. Di masa kecil, saya 
termasuk
> orang yang dibesarkan oleh penghina-penghina saya.
> Sebab, hinaan mereka membuat saya lari kencang dalam belajar dan 
berusaha.
> Dan kemudian, kalau ada kesempatan saya bantu orang-orang yang 
menghina
> tadi. Dan betapa besar dan hebatnya diri ini rasanya, kalau 
berhasil
> membantu orang yang tadinya menghina kita.
>


Kirim email ke