Kompas, Jumat, 09 Maret 2007                                                    
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                       
 Iklim dan Cuaca
 Giliran Aceh dan Bali Diterjang Angin Ribut 
 
Jakarta, Kompas - Bencana masih terus mengintai negeri ini. Setelah sejumlah 
daerah didera berbagai musibah pada hari-hari terakhir ini, seperti longsor dan 
gempa bumi, pada Kamis (8/3) kemarin Bali dan Nanggroe Aceh Darussalam diterpa 
angin ribut yang juga membawa maut. 
Angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Bali mengakibatkan 
sedikitnya tiga orang meninggal serta sejumlah korban yang dilaporkan luka-luka 
tertimpa pohon tumbang. 
Cuaca buruk di kawasan wisata ini juga berakibat tersendatnya arus 
penyeberangan laut dari Bali ke Lombok.  
Di Banda Aceh, angin yang menerjang kawasan Pelanggahan, Kecamatan Kutaraja, 
memorak- porandakan sedikitnya enam rumah bantuan untuk korban tsunami. Atap 
keenam bangunan itu jebol dan terangkat, kemudian diterbangkan angin sehingga 
berserakan di tanah. Tak ada korban meninggal di daerah ini. 
"Saat itu gerimis, kami minum kopi di kedai ketika tiba-tiba ada angin kencang 
yang berputar-putar di atas rumah warga. Tak lebih dari satu menit, atap-atap 
rumah itu hancur seperti diempaskan ke bumi," kata Sabirin (41), salah satu 
sakti mata. 
Peristiwa alam di dua wilayah berbeda tersebut diyakini sebagai bagian dari 
rangkaian pengaruh dua badai besar, yaitu George dan Jacob, yang sebelumnya 
terjadi hampir bersamaan di Samudra Hindia. Kedua badai yang membentuk pusaran 
angin atau siklon sudah terbentuk dalam 2-3 hari lalu di selatan Indonesia. 
"Energi yang terkumpul menjadi siklon tersebut turut menyedot pusaran-pusaran 
angin yang sebelumnya terjadi dan berpotensi menimbulkan angin puting beliung 
di wilayah Indonesia," kata Mezag A Ratag, Kepala Pusat Penelitian dan 
Pengembangan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), kemarin. 
Selain merenggut korban jiwa, angin ribut yang melanda sejumlah wilayah di 
Pulau Bali juga menimbulkan kerusakan pada sejumlah bangunan dan rumah ibadah 
umat Hindu, Bali. Pura Puseh dan pura keluarga I Gusti Putu Artana di Penebel, 
Tabanan, termasuk tempat ibadah yang rusak akibat diterjang angin kencang. 
Korban yang meninggal dan menderita luka-luka itu akibat tertimpa pohon 
tumbang. Mereka yang dilaporkan tewas adalah Ni Nengah Erawati (20) dan Ni 
Ketut Jambul (70), keduanya warga Pupuan dan Kerambitan, Tabanan, serta I Ketut 
Jambul (7), warga Payangan, Gianyar. Adapun tiga korban yang tercatat luka-luka 
adalah seorang ibu beserta dua anaknya, yang tinggal di kawasan Renon, 
Denpasar. 
Buruknya cuaca akhir-akhir ini memaksa pihak Administratur Pelabuhan Padangbai 
melarang beroperasinya kapal penyeberangan Bali-Lombok. 
"Pelarangan ini diberlakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Data dan 
ramalan cuaca BMG menjadi acuan utama," kata Made Sudiarti, Administrator 
Pelabuhan Padangbai. 
Tak cuma transportasi laut, hubungan udara dari Lombok ke Bali dan Jawa juga 
sempat terputus. Kuswardji, Airport Duty Manager Bandara Selaparang, 
mengatakan, bandara itu ditutup sejak Kamis dini hari dan baru dibuka kembali 
pada Kamis pagi. Hanya saja, karena cuaca belum aman bagi penerbangan, 
sepanjang Kamis tak ada pesawat lepas landas maupun berangkat dari dan ke 
Bandar Udara Selaparang di Mataram. 
Masih berlangsung  
Badai George dan Jacob, dua badai yang terjadi hampir bersamaan di Samudra 
Hindia pada kisaran koordinat 12 Lintang Selatan, hingga Kamis masih 
berlangsung. Kedua badai itu berpengaruh menimbulkan angin kencang, terutama di 
wilayah Pulau Jawa, dan hujan lebat di Nusa Tenggara Timur. 
Menurut Mezag A Ratag, kedua jenis badai tropis tersebut memiliki usia yang 
berkisar 5-7 hari. Diperkirakan, kedua badai itu akan meluruh dalam dua sampai 
tiga hari mendatang. 
Pergerakan kedua badai itu sekarang menuju ke selatan pada posisi sebelah barat 
Australia dan cenderung makin melemah. Namun, kata Ratag, keadaan demikian 
masih dapat memberikan dampak akibat ekor badai yang dapat menimbulkan gangguan 
cuaca, seperti hujan lebat dan angin kencang di wilayah Indonesia. 
(aik/ben/rul/naw) 

 
---------------------------------
Bored stiff? Loosen up...
Download and play hundreds of games for free on Yahoo! Games.

Kirim email ke