Rekan-rekan yth, Pada waktu Sang Buddha masih hidup, kalau Beliau itu mengatakan percayalah pada ucapanKu dan ikutilah petunjukKu, ada garansi bahwa yang diikiuti itu sudah terbukti karena Beliau telah mengalaminya. Pada jaman sekarang tidak ada orang yang sudah sampai kesana, apakah yang diucapkan itu memang betul-betul ajaran Sang Buddha atau telah mengalami distorsi, baik karena bermaksud baik maupun buruk yang disadari atau tidak disadari, ajaran itu telah mendapatkan penambahan, pengurangan atau perubahan arti, kita tidak ada yang tahu karena itu pernyataan bahwa ikuti saja tidak perlu bertanya-tanya rasanya kurang sesuai untuk jaman sekarang. Terus bagaimana ? apakah kita kemudian secara apriori menolak semua ajaran Buddha semuanya ?. Saya rasa pandangan ini juga tidak benar karena secara apriori menganggap semua yang tertulis dalam kitab Tipitaka/Tripitak bukan dari ucapan Sang Buddha, ini adalah bentuk ekstrem yang lain. Untuk memecahkan masalah ini saya kira salah satu cara yang bisa dilakukan adalah membaca ajaran Sang Buddha dengan kedalaman seperlunya kemudian mencoba melaksanakan dan mengamati hasil pelaksanaannya, yang cocok dengan pengalaman kita diterima yang tidak cocok ditangguhkan dulu penerimaannya (jangan langsung dibuang karena terkadang dikemudian hari bisa dipakai untuk pembanding, dan mungkin dalam pengalaman yang lebih lanjut ternyata benar, hal semacam ini bisa terjadi dalam kehidupan kita). Teori yang tinggi-tinggi lebih baik dihindari, biar nanti saja kalau kita sudah sampai kesana. Semoga bisa menambah wawasan kita. Kreshna 29-3-07
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
