setuju nolak Revisi UU No. 13

pemerintah & DPR benar2 sudah tidak punya hati nurani
berubah 180 derajat. nyesal juga milih
anggota rakyat ama presiden. 
bener2 gak punya hati buat rakyat, liat UUD 45 yang
menjamin kesejahtraan rakyat, perlindungan terhadap
rakyat.
kalo gini DPR ganti aja jadi DAPUR. gak ada gunanya,
pemerintah juga gitu yg dipikir cuman bonus, vi,
pelicin dari para pengusaha yg brengsek. jadinya
pemerintah ikut2an jadi brengsek.

sori kalo terlalu keras, kenyataan emang gitu.
--- soeripto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> WASPADA !!!! WASPADA !!!! WASPADA !!!!
>  
> Tenaga Kerja = Buruh=Karyawan Swasta=Karyawan
> Pemerintah juga, 
>  
> Tenaga Kerja   BUKAN HANYA BURUH PABRIK.....
>  
> Ayoo kita TOLAK  Revisi UU No.13/2003
>  
>  
> Soeripto
>  
> =====
> BEBERAPA PASAL PERUBAHAN DALAM DRAFT RUU
> KETENAGAKERJAAN 2006 
>  
> NO HAL PENJELASAN 
>   
> 1 Tenaga Kerja Asing Antara lain; adanya penghapusan
> Ps 45 UU 13/2003
> mengenai larangan TKA menduduki jabatan yang
> mengurusi personalia dan atau
> jabatan2 tertentu 
> 2 Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (outsourcing)
> Antara lain; perubahan Ps 59
> UU 13/2003 mengenai persyaratan jenis dan sifat /
> kegiatan pekerjaan yang
> akan selesai dalam waktu tertentu. Dalam draft: PKWT
> dapat dilakukan untuk
> semua jenis pekerjaan. Selain itu, dalam draft
> diusulkan bahwa masa kontrak
> PKWT bisa mencapai 5 (lima) tahun sekaligus 
> 3 Batas usia anak bekerja Diperbolehkan
> mempekerjakan anak di bawah usia 15
> tahun dan berhak untuk menandatangani perjanjian
> kerja (dianggap cakap
> melakukan perbuatan hukum, khusus dalam hub kerja 
> 4 Batasan maksimal jam kerja lembur Kalau dalam UU
> 13/2000 diatur bahwa jam
> lembur per hari 3 jam dan 14 jam per minggu, dalam
> draft; lembur dapat
> dilakukan maksimal 14 jam per minggu (tidak dibatasi
> per hari) 
> 5 
>   Waktu Kerja Dalam draft tidak diatur secara rinci
> ketentuan cuti panjang,
> namun diserahkan ke masing2 Perusahaan untuk diatur
> tersendiri dalam PKB 
> 6 Upah Minum Regional/Propinsi ·      Dalam draft
> tidak mengakomodir istilah
> "penghidupan yang layak" untuk penghasilan pekerja,
> namun diganti dengan "..
> .upah minimum sebagai jaring pengaman." 
> ·      Upah minimum memperhatikan kemampuan sektor
> usaha yang paling
> lemah/marginal 
> 7 Struktur Upah Upah di atas upah minimum, diatur
> dengan skala upah yang
> ditetapkan oleh Perusahaan. 
> 8 Perjanjian Kerja Bersama / Peraturan Perusahaan
> bagi Perusahaan yang
> merger ·      Apabila terjadi merger, Peraturan
> Perusahaan (PP) masing2
> Perusahaan masih berlaku sampai disahkannya PP yang
> baru 
> ·      Batas waktu pembuatan PP yang baru; 6 bulan
> sejak tanggal terjadinya
> merger 
> 9 Akibat mogok kerja tidak sah Akibat hukum dari
> mogok kerja tidak sah ada 2
> alternatif; 
> 1.   PHK tanpa pesangon 
> 2.   Dikategorikan mangkir dan yang mengakibatkan
> peruseahaan rugi, pekerja
> dapat dituntut ganti rugi 
> 10 Pemberian upah bagi karyawan yang dikenakan
> Skorsing Diberikan maksimal
> selama 6 bulan 
> 11 Pesangon Pekerja yang upahnya lebih besar dari 1
> kali PTKP, tidak berhak
> mendapat pesangon - PTKP bagi karyawan tidak kawin:
> Rp 13.200.000,- atau Rp
> 1.1 jt/bulan, red - 
> 12 Perubahan batasan masa kerja sebagai dasar
> perhitungan besarnya uang
> pesangon 1.   PESANGON 
> ·   UU 13/2000; kurang dari 1 tahun: 1 bln upah
> (tidak ada minimal masa
> kerja). Dalam draft; min. 3 bulan baru bisa dapat
> pesangon: 1 bln upah 
> ·   UU 13/2000; maks pesangon 8 bln upah utk kerja 7
> thn. Draft; maks
> pesangon 7 bln upah utk kerja 6 thn. 
>   
> 2.   "UANG JASA" 
> ·   UU 13/2000; uang jasa diberikan dengan kelipatan
> masa kerja 3 thn; min.
> 2 bln upah, maks. 10 bln upah. Draft; kelipatan 5
> thn; min. 2 bln upah, maks
>  6 bln upah 
>   
> 3.   PENGGANTIAN HAK 
> ·   UU 13/2000; diberikan penggantian perumahan
> serta pengobatan 15% dari
> uang pesangon dan atau "uang jasa". Draft; bagi yang
> mendapat fasilitas
> tunjangan perumahan: 10% dan yang mendapat fasilitas
> perawatan: 5% dari uang
> pesangon dan atau "uang jasa". 
>   
> è Jadi bagi yang sblmnya tdk mendapat fasilitas tsb,
> tidak mendapat
> PENGGANTIAN HAK, red 
> 13 Skorsing bagi karyawan yang melakukan keselahan
> berat Karyawan yg
> melakukan kesalahan berat, dpt diberikan skorsing,
> dan selama skorsing krn
> kesalahan berat tsb, tidak diberikan upah 
> 14 Batas waktu maksimal untuk skorsing karena
> karyawan melanggar PKB ·     
> Dapat diberikan skorsing pembinaan paling lama 1
> bulan 
> ·      Ketentuan yg bisa dikenakan skorsing
> pembinaan diatur secara tegas
> dalam PP/PKB. 
> 15 Prosentase upah karyawan skorsing Selama
> menjalani skorsing pembinaan,
> pekerja hanya dibayar upahnya 50% 
> 16 Besarnya Pesangon karena perusahaan melakukan
> efisiensi Kalau dalam UU
> 13/2000 Ps 164 PHK dapat dilakukan krn perusahaan
> rugi terus-menerus selama
> 2 tahun (dibuktikan dengan audit) atau karena force
> majeur dan pesangon
> diberikan 2 kali "PMTK", dalam draft; ps ini
> ditafsirkan sebagai efisiensi
> (karena berakibat pd pengurangan pegawai), dan tidak
> perlu ada laporan audit
>  Pesangon yang diberikan 1 kali "PMTK" 
> 17 Jumlah maksimal pemberian pesangon ·     
> Pesangon "2 kali PMTK" hanya
> diberikan kepada ahli waris pekerja yg meniggal
> dunia. 
> ·      Pekerja pensiun tidak menerima pesangon 
> 18 Karyawan yang pensiun tidak mendapatkan pesangon 
> 
> 
>  
>  
> 
> [Non-text portions of this message have been
> removed]







 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/dokter_umum/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke