Rabu, 12 Juli 2006 - 19:22 wib
Dari Mana Asal Gemeretak Suara Ruas Jari?

Beberapa bagian ruas jari dan sendi akan menghasilkan
suara saat ditekuk, ditarik, atau diputar - tergantung
jenis sendinya. Melakukannya di sela-sela waktu luang
tentu menyenangkan dan menjadi hiburan tersendiri.
Tapi, di balik itu semua, bagaimana suara tersebut
terbentuk?

Perhatikanlah bentuk ruas jari dan persendian lutut,
lengan, pergelangan tangan, dan leher. Masing-masing
memiliki ukuran dan sifat berbeda-beda. Anda dapat
menggeleng karena leher merupakan sendi putar sehingga
kepala bebas digerakkan ke segala arah. Namun, lutut
dan siku hanya dapat ditekuk satu arah seperti engsel
pintu sehingga disebut sendi engsel.

Seorang pelempar bola kasti atau baseball dapat
menggunakan lengannya dengan bebas untuk mengarahkan
bola karena tulang-tulang di bahu membentuk sendi
peluru. Sendi geser di antara ruas tulang belakang
membuat tubuh seorang pesenam dapat melakukan kayang
dengan luwes. 

Ujung-ujung tulang yang membentuk sendi dilapisi
selaput sendi atau membran sinovial yang menghasilkan
minyak sinovial. Cairan ini berfungsi layaknya pelumas
sehingga gesekan ujung-ujung tulang, daging, dan otot
tidak menimbulkan rasa sakit. Minyak sinovial juga
mengandung berbagai jenis nutrisi dan campuran gas
oksigen, nitrogen, dan karbon dioksida.      

Letusan gas dan pergeseran jaringan

Nah, saat Anda mematah-matahkan tangan, ruangan berisi
cairan di sekitar sendi akan meregang. Karena regangan
itulah, gas di dalam cairan akan dilepaskan. Letusan
gas-gas itulah yang menghasilkan bunyi di persendian.
Menurut para ilmuwan, cairan sendi harus menyerap gas
kembali beberapa saat sebelum Anda dapat membuat bunyi
yang sama.

Tendon dan ligamen juga penyebab timbulnya suara.
Jaringan lunak di persendian ini mirip dengan karet
yang mengikat otot dengan ujung-ujung tulang agar
tidak lepas. Begitu pula dengan ligamen yang
menghubungkan tulang dengan tulang lainnya.

Saat persendian digerakkan, kadang-kadang tendon dan
ligamen lepas dari tempatnya, namun segera kembali.
Misalnya, saat lutut Anda berbunyi karena berdiri dari
posisi duduk.

Pada penderita arthritis, suara gemeretak sangat mudah
terjadi dan rasanya sangat nyeri. Tulang belulang
kehilangan jaringan tulang rawan sehingga ujung-ujung
tulangnya kasar. Cairan sinovial bertambah banyak
sehingga sendi terasa kaku dan sakit.

Para ilmuwan telah mempelajari apakah kebiasaan
mematah-matahkan sendi dapat memicu arthritis atau
merusak organ tubuh. Beberapa hasil penelitian
menunjukkan bahwa kegiatan tersebut dapat dilakukan
kapan saja tanpa berisiko apa pun. Meskipun demikian,
penelitian lainnya menunjukkan bahwa aktivitas yang
berlebihan akan merusak jaringan lembut di sekitar
sendi sehingga tangan bengkak dan sulit digerakkan.  


Sumber: LiveScience.com
Penulis: Wah



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Great things are happening at Yahoo! Groups.  See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/TISQkA/hOaOAA/yQLSAA/wrSolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 


 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/dokter_umum/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke