*http://www.kompas.com/kompas-cetak/0502/06/konsumen/1542108.htm
*

*
*

*Mencermati Air Beroksigen dan Air Heksagonal *

BISNIS seputar air minum dalam kemasan kini semakin semarak dengan hadirnya
jenis air beroksigen dan air heksagonal. Minuman semacam itu kini ramai
memenuhi gerai-gerai penjualan di pasar swalayan. Air tersebut menjanjikan
manfaat yang terdengar dahsyat, mampu menyembuhkan berbagai penyakit yang
secara medis pun kerap sulit diobati.

MESKIPUN demikian, seberapa nyata kehebatan klaim-klaim tersebut jika
ditelisik lebih jauh? Air dan kehidupan memang adalah keniscayaan. Air
sangat dibutuhkan dalam proses metabolisme tubuh manusia. Demikian vital dan
semakin dibutuhkannya air di mana pun orang berada hingga pada zaman modern
saat ini, air pun harus ditebus dengan uang. Si air minum ini memang telah
menjadi komoditas yang sangat prospektif.

Menjual air tak cukup lagi dengan embel-embel "air yang diambil dari mata
air pegunungan". Sebab itu, "inovasi" seputar air dikembangkan sedemikian
rupa. Air beroksigen juga air heksagonal mungkin hanya salah satu "inovasi"
yang akan memancing berbagai "inovasi" air yang lain.

Satu molekul air (H2O) merupakan kolaborasi satu atom oksigen dengan dua
atom hidrogen. "Unsur oksigen terlarut dalam air memang secara alamiah tidak
banyak. Sebab itu, orang yang memelihara ikan di akuarium sering menambahkan
oksigen supaya ikan-ikannya mendapat suplai oksigen lebih banyak," tutur Dr
dr Septelia Inawati Wanandi dari Bagian Biokimia dan Biologi Molekuler,
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Oksigen yang ditambahkan di akuarium tersebut bukan untuk diminum oleh para
ikan penghuni akuarium, namun untuk bernapas melalui insang-insang mereka.
Pada air minum kemasan beroksigen, oksigen ditambahkan pada air dalam suatu
tekanan tinggi tertentu. Hal itu, menurut Septelia, memang bisa saja
dilakukan.

Namun, Septelia mengingatkan, sifat kelarutan oksigen tambahan tersebut pada
air sangat labil, mudah terlepaskan kembali ke udara. Terlebih jika air
tersebut berada dalam kondisi di atas suhu ruangan (25-30 derajat Celsius),
terkena panas, atau sekadar terpapar cahaya matahari.

Septelia memaparkan, molekul-molekul air tersebut dalam keadaan cair
bergerak liar tak beraturan. Namun, ketika berwujud padat, seperti es atau
salju, molekul-molekul air tersebut bertingkah laku lebih beradab dalam
susunan yang rapi dan tertib. Keteraturan itu dapat diamati ketika setiap
enam molekul air saling bergandengan membentuk susunan heksagonal (segi
enam).

Susunan tersebut menciptakan sebuah ruang di bagian tengah, yang lalu dapat
memerangkap oksigen lain atau molekul lain. Kondisi itu menyebabkan apa yang
kondang disebut sebagai anomali air.

"Karena itu, air yang didinginkan hingga suhu di bawah empat derajat Celsius
hingga menjadi es, volumenya lebih besar ketimbang air dalam kondisi cair,"
papar Septelia.

Dalam susunan demikian, memang otomatis memungkinkan air mengandung unsur
oksigen lebih banyak dibandingkan air suhu ruangan, apalagi air hangat.
Sebab itu, kata Septelia, meminum air dingin atau es terasa lebih segar
ketimbang air hangat. Selain karena suhunya lebih dingin, air dingin atau es
memiliki kandungan oksigen lebih banyak.

DARI gambaran alamiah itu, manusia kemudian mencoba menciptakan susunan
molekul air heksagonal, namun tetap dalam keadaan cair bukan padat.
Kedengarannya memang fantastis. Kalangan industri lalu menyikapinya dengan
memasarkan alat pembuatnya dalam wujud yang praktis, sepraktis water heater
listrik di kamar hotel.

Alat itu dikatakan mampu menjadikan air biasa menjadi air heksagonal, yang
diklaim bisa menjadi dokter pribadi. Sebab, air yang tercipta dari alat itu
dapat mengobati berbagai penyakit termasuk kanker.

"Penciptaan itu memang mungkin saja, dengan menggunakan energi besar,
seperti medan magnet yang kuat, struktur molekul alami air cair menjadi
heksagonal," tutur Septelia.

Kehebatan inovasi tersebut kemudian berujung pada pertanyaan, seberapa
signifikan manfaatnya, sehingga air-air semacam itu perlu dikonsumsi
manusia?

Septelia secara halus mencoba menjawabnya dari logika ilmiah dasar. Air
beroksigen susunan molekul tetap berbeda dengan air heksagonal. Kesamaan
keduanya adalah sama- sama mencoba menyuguhkan air dengan kandungan oksigen
lebih banyak dari air biasa.

"Namun, pada kedua macam air itu kelarutan oksigen tambahan di dalamnya
tetap mudah terlepas. Ada toleransi suhu tertentu, setidaknya sampai di atas
suhu ruangan, oksigen terlarut mudah lepas. Kalau lepas, ya lalu menjadi air
biasa kembali," kata Septelia. Padahal, dalam keterangan iklannya, air
heksagonal, misalnya, direkomendasikan untuk membuat dari susu bayi, minuman
hangat hingga memasak.

"Air heksagonal dan air beroksigen kalau dipanaskan ya pasti oksigen
terlarutnya terlepas," tandas Septelia.

Kalau toh air beroksigen atau heksagonal itu dalam suhu normal diminum,
potensi oksigen terlepas tetap besar. Suhu tubuh normal manusia, sekitar 37
derajat Celsius, disebutkan Septelia, memungkinkan oksigen terlarut dalam
air terlepaskan ketika memasuki tubuh. Hal inimirip denganjika kitasendawa
setelahminum airberkarbonat(CO>h 7028m,0<>w7028m<>jmp 2008m<>kern199m<2>h
8333m,0<>w8333m<>jmp 0m<>kern200m<).

Jika diandaikan kandungan oksigen terlarut itu mampu sampai di usus, tetap
akan menimbulkan pertanyaan. "Apakah kapiler pada mukosa usus bisa menyerap
oksigennya? Apakah daya serapnya lebih hebat dari alveoli pada paru-paru?
Setahu saya, sampai sekarang organ yang didesain Tuhan untuk menyerap
oksigen hanya paru-paru," tutur Septelia.

Septelia juga mengingatkan bahwa berlebihan mengonsumsi oksigen juga tidak
baik. Sebab, oksigen adalah unsur yang berperan dalam proses oksidasi yang
juga menghasilkan radikal bebas. Manusia tidak bisa terbebas dari radikal
bebas ini karena manusia membutuhkan proses metabolisme yang notabene
merupakan proses oksidasi. Meski demikian, tubuh secara alami juga
memproduksi antioksidan sendiri (antioksidan endogen).

"Tercipta keseimbangan di dalam tubuh, antara jumlah radikal bebas dengan
antioksidannya. Kalau oksigen dalam tubuh berlebihan, bisa memancing jumlah
radikal bebas berlebihan juga, menjadi stres oksidatif," papar Septelia.

Hal itu juga dibenarkan pakar gizi Prof dr Waluyo S Soerjodibroto, MSc, PhD,
SpG(K). Alih-alih menjadi sehat, produksi radikal bebas berlebih malah
berpotensi destruktif pada tubuh. Radikal bebas merupakan molekul oksigen
yang kesepian, sebab atom pada orbit terluarnya terdapat elektron yang tidak
punya pasangan.

Hal itu membuat si molekul menjadi liar, lalu secara radikal mencari
pasangan dengan merampok elektron molekul lain dari berbagai sel-sel tubuh.
Sebab itulah ia disebut radikal bebas. Keradikalan berantai terjadi ketika
molekul yang terampok ikut-ikutan brutal merampas elektron molekul lain.
Kondisi inilah yang lalu membuat sel-sel tubuh rusak.

"Manfaat air beroksigen dan juga air heksagonal, sejauh ini belum terbukti
secara ilmiah ataupun secara klinis. Paling hanya testimonial saja," ujar
Waluyo.

Septelia pun berujar serupa, kalau hanya sekadar memberi kesegaran, air
beroksigen maupun air heksagonal tidak masalah dicoba sesekali. Setidaknya
kesegarannya tak jauh berbeda dengan kesegaran air es dari kulkas. (SF)


>
> On 8/3/06, imam rasyidi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >   Hallo Teman2,
> > Saya baca bukunya Masaru Emoto yang mengenai air itu
> > lho. Akhirnya saya beli air minum hexagonal yang
> > harganya hampir dua kali lipat Aqua. Apakah benar
> > bahwa air hexagonal dapat membuat tubuh lebih sehat
> > dibanding air minum biasa? Waktu saya minum sih
> > rasanya badan lebih segar. Apakah ini hanya sugesti,
> > saya tidak tahu. Tapi mertua saya juga merasakan hal
> > yang sama.
> > Mohon pencerahannya.
> >
> > Salam
> > imamrasyidi.blogsome.com
> >
> > Imam Rasyidi
> > PT Rumah Idaman Indonesia
> > Kontraktor (Rancang Bangun) Rumah
> > Jl Depsos Raya 42B, Bintaro
> > Jakarta Selatan 12330
> > Phone: 021-73885442, 70632661
> > Mobile: 0816-997922, 021-70727840
> > Fax: 021-73885442
> > www.rii-kontraktor.com
> >
> > __________________________________________________
> > Do You Yahoo!?
> > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> > http://mail.yahoo.com
> >
> >  
> >
>
>


[Non-text portions of this message have been removed]






 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/dokter_umum/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke