Hidup Sehat Dan Aktif Tanpa Osteoporosis
Osteoporosis atau keropos tulang adalah keadaan dimana tulang menjadi keropos,
rapuh dan mudah patah. Penderita osteoporosis dicirikan dengan tubuh yang
bungkuk atau bengkok. Namun sebenarnya tidak selalu demikian, banyak orang yang
sudah mulai menderita osteoporosis tetapi tidak terlihat dari luar.
Makin lanjut usia makin besar kemungkinannya seseorang menderita keropos
tulang. Kekeroposan tulang juga lebih sering diderita oleh perempuan, terutama
yang sudah mengalami menopause, dibandingkan laki-laki. Oleh sebab itu, wanita
seusia Ibu dan sudah menopause memang sudah seharusnya mewaspadai penyakit ini.
Masyarakat Indonesia terutama kaum perempuannya nampaknya lebih rentan terkena
osteoporosis lebih awal, karena penetapan konsumsi kalsium orang Indonesia jauh
lebih rendah dibanding standar international.
Perlu tahu Indikasi dan Gejala Osteoporosis
Pada tahap awal orang terkena osteoporosis, seringkali tidak ada gejala yang
dirasakan. Anda tidak merasakan sesuatu yang tidak beres pada tubuh. Karena
penyakit ini berkembang secara lambat dan bertahap, maka penyakit ini biasa
disebut "silent disease".
Kondisi rendahnya massa tulang dan tulang keropos ini biasanya baru disadari
setelah seseorang mengalami patah tulang karena trauma ringan atau jatuh. Patah
tulang akibat osteoporosis umumnya terjadi pada tulang pinggul, tulang belakang
atau pergelangan tangan.
Osteoporosis dapat disebabkan oleh massa tulang yang tidak maksimal di masa
peak bone mass (puncak massa tulang) pada umur 30 tahun, sehingga selama
menopause massa tulang dapat turun drastis dan menyebabkan osteoporosis (rapuh
tulang). Wanita kehilangan sekitar 10% massa tulangnya pada lima tahun pertama
masa menopause. Penelitian-penelitian menunjukkan, sekitar separuh dari wanita
berusia di atas 60 tahun mengalami sekurangnya satu kali patah tulang akibat
osteoporosis.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), osteoporosis didefinisikan sebagai:
"Kondisi dimana tulang menjadi tipis, rapuh, keropos dan mudah patah / fraktur
akibat berkurangnya massa tulang, khususnya kalsium yang terjadi pada waktu
lama."
Penyebab Osteoporosis
Kerangka manusia terdiri dari 206 tulang yang terdiri dari kumpulan jaringan
yang hidup dan keras yang berfungsi untuk menopang tubuh, mendukung otot, dan
melindungi organ-organ dalam terhadap cedera. Peran penting lainnya, tulang
bertindak sebagai tempat persediaan kalsium. Sekitar 2% berat orang dewasa
(1,0-1,4 kilogram) terdiri dari kalsium. Sekitar 99% kalsium terdapat dalam
tulang dan gigi, 1% sisanya dalam cairan tubuh dan jaringan lunak.
Agar tubuh dapat berfungsi dengan baik, tingkat kalsium yang konstan harus
tepat terjaga di dalam plasma darah. Setiap hari tubuh kita menerima dan
mengeluarkan kalsium. Pada orang dewasa yang sehat, perputaran kalsium dari
tulang adalah sekitar 500 mg (misalnya 500 mg kalsium masuk ke tubuh dan 500 mg
yang dilepas oleh tulang setiap harinya). Untuk itu, apabila asupan kalsium
tidak memadai maka tulang akan melepaskan kalsium ke dalam darah. Jika
ketidakseimbangan antara jumlah kalsium yang diserap dan jumlah kalsium yang
dilepas terus berlanjut dalam jangka waktu lama, maka persediaan kalsium di
dalam tulang akan menipis yang mengakibatkan rendahnya massa dan kepadatan
tulang sehingga meningkatkan resiko osteoporosis.
Siapa yang Beresiko Terkena Osteoporosis?
Osteoporosis dapat diwaspadai dari perkiraan faktor-faktor resiko. Jika Anda
termasuk salah satu kelompok dibawah ini maka Anda beresiko tinggi terkena
penyakit ini.
Berusia lanjut, hal ini disebabkan karena semakin tua kemampuan tubuh
menyerap kalsium oleh usus semakin berkurang.
Wanita. Menurut Departemen Kesehatan RI, wanita memiliki resiko osteoporosis
lebih tinggi dari yaitu 21,7%. Walau tak setinggi pada wanita, pria juga
beresiko terkena penyakit ini pada angka 14,8%.
Orang Asia dan orang kulit putih karena umumnya mempunyai kerangka tubuh
yang lebih kecil dibandingkan dengan ras Afrika dan Afrika-Amerika.
Kekurangan asupan nutrisi, terutama Kalsium dan Vitamin D .
Mempunyai gaya hidup yang tidak sehat, antara lain: kurang berolahraga,
banyak merokok, dan mengkonsumsi alkohol serta minuman yang berkafein.
Mengalami menopause dini (sebelum umur 45 tahun) atau telah mengalami
menopause.
Memiliki postur tubuh yang kurus dan kecil.
Memiliki sejarah penyakit osteoporosis dan patah tulang dalam keluarga, atau
pernah patah tulang di masa lalu.
Rendahnya tingkat hormon seksual (estrogen pada wanita dan testosteron pada
pria).
Dalam pengobatan dan penyakit tertentu yang mempercepat kehilangan massa
tulang atau mempengaruhi metabolisme tulang, misalnya pemakaian obat-obatan
kortikosteroid, absorpsi gizi yang buruk, dan penyakit ginjal kronis.
Komplikasi
Patah tulang sering terjadi dan merupakan komplikasi serius dari osteoporosis.
Seringkali dialami tulang punggung dan pinggul yang langsung mendukung berat
tubuh. Walau biasanya bisa disembuhkan dengan tindakan operasi modern, patah
tulang punggung atau pinggul dapat menyebabkan kelumpuhan dan bahkan kematian
khususnya pada usia lanjut.
Patah pergelangan tangan biasanya dapat terjadi akibat terjatuh. Terkadang,
patah tulang punggung atau pinggul dapat terjadi tanpa sebab karena tulang
tersebut sudah terlalu lemah.
Kalsium Sahabat Tulang
Salah satu langkah yang paling sering disarankan oleh para ahli kesehatan untuk
mencegah osteoporosis adalah mengonsumsi kalsium yang cukup setiap hari.
Kalsium merupakan mineral utama pembentuk tulang. 99% kalsium berada dalam
tulang dan gigi sedangkan 1%nya ada di dalam tubuh. Bila tubuh kekurangan
kalsium, tubuh akan mengambilnya dari tulang dan bila terjadi terus menerus,
tulang dapat menjadi tipis, rapuh, dan mudah patah.
Karena itu, sejak usia muda Anda perlu membentuk kepadatan tulang yang
maksimal, melalui gaya hidup yang sehat dan memenuhi kebutuhan kalsium.
Menabung tulang sejak dini penting agar peak bone mass ini tercapai maksimal,
sehingga tabungan kalsium Anda saat memasuki menopause cukup dan tulang tidak
mudah keropos.
Kebutuhan kalsium harian adalah 1.000-1.200 mg per hari. Kebutuhan ini
biasanya akan sulit dipenuhi dari asupan makanan. Menurut penelitian Puslitbang
Gizi dan Makanan Departemen Kesehatan RI tahun 2002, rata-rata orang Indonesia
hanya mengonsumsi 254 miligram kalsium per hari. Jadi, di samping mengonsumsi
makanan yang kaya kalsium, kebutuhan kalsium harian dapat dipenuhi dengan
mengonsumsi suplemen mengandung kalsium.
Sumber : www.keluargasehat.com, www.republika.co.id
Informasi Bp. IWAN
---------------------------------
[Non-text portions of this message have been removed]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/dokter_umum/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/