Hello Rudy, Dlm produk periuklanan, 90% adalah kebohongan dan 10% adalah kebenaran, begitulah kira2 pelajaran yg saya peroleh dari mentor saya dibidang management. Nah penggunaan sosok dokter, baju jas dokter, merupakan salah satu kamuflase utk membenarkan produk yg sednag diiklankan. Waktu masih bekerja di kelompok Kalbe, pemilik Kalbe sering berpesan bahwa iklannya perlu ada unsur pendidikannya, tetapi itu saya kira tdk pernah jalan, apalagi dg iklannya sogi yg baru2 ini muncul.
Dokter ketika sedang dlm posisi sebagai dokter dg pasien didepannya, maka tentunya harus menjalanklan sumpah profesinya sebagai dokter. Kalau dokter kemudian menajdi bintang snetron, maka yg ada adalah profesi sebagai bintang sinetron, kini tegantung dari nuraninya apakah sanggub mencampuri profesi dokter yg mengetahui ketidak benarannya produk yg diiklankan, ataukah mengesampingkan nya utk menunjukan profesi dokter dg menguatkan opini terhadap produk dan utk itu ia dibayar. Dari sisi ekonomi, sekjali praktek dg mulut berbusa selama 1 jam, saya dibayar misalnya 150 ribu, dg bermain iklan dan ilan keluar spot 3 menit, selama iklan itu masih ditayangkan, atau kontrak putus, maka akan dibayar paling sedikit 10 juta, artinya Dg kerja 1 jam menagani pasien sebanyak 67 org barulah mendapatkan bayaran yg sama dg main iklan 1 jam utk postring 3 menit di TV. Dg perbandingan ini apakah dosa dan nurani tdk perlu diabaikan???? utk itu anda bisa tanya langsung alasan yg akan disampaikan dari yg melakukannya. Saya pernah ingat bahwa ketika masuk kerja baru saya perhitungan semua kerugian pemilik dlsbnya, dan kemudian saya ditawarkan gaji sebesar kuarng lebih 1 juta yg saya terima mengingat perusahaan tersebut menuju ke arah colapse, akan tetapi kemudian saya menajdi sakit hatri karena ternyata owner menyatakan bahwa dia tdk menipu saya, karena saya maukok dg harga segitu sementara ada org lain yg msuk dg gaji 5 juta, jadi yg goblok saya kenpa tdk minta 10 juta? karena perusahaan biar mau colaps juga sanggubkok menggaji saya 10 juta. Disini peran nurani, dlm trik mengeruk keuntungan berperan, demikian juga dg 10% kebenaran dlm iklan di ketengahkan dg baik, dan 90% kebohongan disembunyikan, artinya juga menurut yg berkompetent, tdk mengapa. jadi kalau dlm posting ini dikemukakan Lula, maka memang sengaja, dokternya di angkat (10%) tetapi kan tdk diekspose dokter juga pake, atau apa kata dokter, yg menilaikan mayrakat sendiri yg mengambil kesimpulan, (sama seperti saya mengambil kesimpulan bahwa perusahaan akan colapse, dan menerima gaji kecil, sementara yg lain digaji besar) kan yg salah masyarakat (saya) yg mengambil kesimpulan sendiri. Apa lula main ilan dlm posisi sebagai dokter??? tdk juga ia dlm posisi sebagai bintang sinetron!! hanya saja kalau ia mengembangkan nuraninya ttg produk yg di iklankannya adalah produk yg menyangkut kehidupan alias kesehatan, maka............. terserah Lula, mau ber nurani, atau pertimbangannya ttg pasien 67 banding sekali main yg sama2 1 jam.???? semoga bermanfaat, Wassallam Rudolph Van Kiesman wrote: > Dear All, > Mau nanya nih, bukan masalah kesehatan, tapi ada hubungannya dengan profesi > dokter. Bolehkah seorang dokter menjadi bintang iklan produk kesehatan > seperti jamu? Kalau ga salah dr. Lula Kamal menjadi salah satu bintang iklan > produk jamu. Kan produk yang diiklankan berhubungan langsung dengan > kesehatan. Orang yang menonton pasti beranggapan bahwa produk tersebut > sempurna karena yang mengiklankan adalah dokter. > > Mohon tanggapan! > > Terima kasih > > > Ruddy > > __________________________________________________________ > > > > > > > > > > > > > > > > --------------------------------- > Découvrez une nouvelle façon d'obtenir des réponses à toutes vos questions ! > Profitez des connaissances, des opinions et des expériences des internautes > sur Yahoo! Questions/Réponses. > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > -- "Absolutely Drug less Health Care solution Organization"

