yang terpenting adalah hati manusia...dan hati bisa ditutupi 
dengan 'apa yang terlihat'...renungan yang bagus dan baru sempat 
dibaca...saat kita merasa paling baiklah saat kita sudah tidak mau 
untuk berubah dan berjalan di tempat, saat kita melihat kesalahan 
orang lain lebih besar dari kita, adalah saat kita berhenti untuk 
melihat ke dalam diri kita sendiri untuk kembali lagi berubah ke arah 
lebih baik....juga sebagai seorang dokter...bukan karena kemampuan 
dan kecerdasan, serta kelebihan kita dibanding orang lain... karena 
itu cuma karunia yang diberikan untuk dipertanggungjawabkan...be 
great as a doctor,be humble as human, spread the love for 
humanity...cheers!

Debby VA

--- In [email protected], M Yusuf <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>                
>                 Jangan Merasa Diri Lebih Baik Dari Yang Lain
> 
> 
>                 Sebuah kapal karam di tengah laut karena
>                 terjangan badai dan ombak hebat. Hanya dua
>                 orang lelaki yang bisa menyelamatkan diri.
>                 Mereka berenang ke sebuah pulau kecil yang
>                 gersang. Dua orang yang selamat itu tak tahu
>                 apa yang harus dilakukan. Namun mereka berdua
>                 yakin bahwa tidak ada yang dapat dilakukan
>                 kecuali berdoa.
> 
>                 Untuk mengetahui doa siapakah yang paling
>                 dikabulkan, mereka sepakat untuk membagi
>                 pulau kecil itu menjadi dua wilayah. Dan
>                 mereka tinggal sendiri-sendiri berseberangan
>                 di sisi-sisi pulau tersebut. Doa pertama
>                 mereka panjatkan, mereka memohon agar
>                 diturunkan makanan. Esok harinya, lelaki ke
>                 satu melihat sebuah pohon penuh dengan buah-
>                 buahan tumbuh di sisi tempat tinggalnya.
>                 Sedangkan di daerah tempat tinggal lelaki
>                 yang lainnya tetap kosong.
> 
>                 ~~~
> 
>                 Bagaimana dengan nasib lelaki kedua ? Siapa
>                 yang akhirnya menang ? 
> 
> Ceritanya berlanjut sbb:
> 
> Seminggu kemudian, lelaki yang ke satu merasa kesepian dan 
memutuskan untuk berdoa agar diberikan seorang istri. Keesokan 
harinya, ada kapal yang karam dan satu-satunya penumpang yang selamat 
adalah seorang wanita yang berenang dan terdampar di sisi tempat 
lelaki ke satu itu tinggal. Sedangkan di sisi tempat tinggal lelaki 
ke dua tetap saja tidak ada apa-apanya.
> 
> Segera saja, lelaki ke satu ini berdoa memohon rumah, pakaian, dan 
makanan. Keesokan harinya, seperti keajaiban saja, semua yang diminta 
hadir untuknya. Sedangkan lelaki yang kedua tetap saja tidak 
mendapatkan apa-apa. Akhirnya, lelaki ke satu ini berdoa meminta 
kapal agar ia dan istrinya dapat meninggalkan pulau itu. Pagi harinya 
mereka menemukan sebuah kapal tertambat di sisi pantainya. Segera 
saja lelaki ke satu dan istrinya naik ke atas kapal dan siap-siap 
untuk berlayar meninggalkan pulau itu. Ia pun memutuskan untuk 
meninggalkan lelaki ke dua yang tinggal di sisi lain pulau.
> 
> Menurutnya, memang lelaki kedua itu tidak pantas menerima berkah 
tersebut karena doa-doanya tak pernah terkabulkan. Begitu kapal siap 
berangkat, lelaki ke satu ini mendengar suara dari langit 
menggema, "Hai, mengapa engkau meninggalkan rekanmu yang ada di sisi 
lain pulau ini?" "Berkahku hanyalah milikku sendiri, karena hanya 
doakulah yang dikabulkan," jawab lelaki ke satu ini. "Doa lelaki 
temanku itu tak satupun dikabulkan. Maka, ia tak pantas mendapatkan 
apa-apa." "Kau salah!" suara itu membentak membahana. "Tahukah kau 
bahwa rekanmu itu hanya memiliki satu doa. Dan, semua doanya 
terkabulkan. Bila tidak, maka kau takkan mendapatkan apa-apa."
> 
> "Katakan padaku," tanya lelaki ke satu itu."Doa macam apa yang ia 
panjatkan sehingga aku harus merasa berhutang atas semua ini 
padanya?" "Ia berdoa agar semua doamu dikabulkan!"
> 
> ~~~
> 
> Kesombongan macam apakah yang membuat kita merasa lebih baik dari 
yang lain ? Sadarilah betapa banyak orang yang telah mengorbankan 
segala sesuatu demi keberhasilan kita. Tak selayaknya kita 
mengabaikan peran orang lain. Dan janganlah menilai seseorang/sesuatu 
hanya dari "yang terlihat" saja.
> 
>    Terima kasih
>    MYusuf.
>    -----------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke