hai hansen, Dulu tahun 2005 suami saya terserang hepatitis B akut dan dirawat selama 42 hari di RS Fatmawati Jakarta. Pengobatan selain obat dokter saya selingi dengan herbal yang dibuat sendiri, antara lain temulawak yang dicampur gula aren, kerang layak atau kerang sungai dengan ciri berwarna kuning kecil-kecil diminum air rebusannya dan dimakan daging kerangnya, air rebusan daun sukun yang sudah kering, perbanyak konsumsi glukosa, kebetulan tidak komplikasi dengan penyakit gula, pantang makan makanan yang mengandung gas, misalnya buah nangka, durian, sayur daun singkong, minyak goreng diganti dengan margarin sebanyak setengah sendok teh apabila ingin makan makanan yang digoreng, dan merica. Aturan makan saya atur sedemikian rupa, pagi hari makan 3/4 gelas nasi, 1 potong ayam, 1 potong tempe, 1 gelas sayuran hijau dan buah. kalau siang dan malam nasinya jadi 1 gelas. Untuk anak-anak dan anggota keluarga yang lain walaupun masih kecil sudah divaksinasi hepatitis, sebaiknya suntik ulang dengan jangka waktu antara suntikan pertama dengan kedua 6 bulan dan dan suntikan kedua dgn ketiga 2 tahun. Mudah-mudahan ada perbaikan kualitas kesehatannya, karena hepatitis dapat ditularkan secara vertikal dan horizontal. Byee....
----- Pesan Asli ---- Dari: Hansen Nugraha <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: [email protected] Terkirim: Senin, 14 Juli, 2008 12:19:25 Topik: [Dokter Umum] Re: hep B Penyakit Hepatitis B merupakan salah satu penyakit menular yang berbahaya di dunia. Penyakit ini disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB) yang menyerang hati dan menyebabkan peradangan hati akut atau menahun. Selama ini ada dua cara pengobatan untuk hepatitis B, yaitu pengobatan telan (oral) dan secara injeksi. Salah satu pengobatan oral yang populer untuk penyakit ini adalah obat *Lamivudine* dari kelompok *nukleosida analog*, yang dikenal dengan nama 3TC. Sedangkan pengobatan secara injeksi yang saat ini sedang dikembangkan dalam bidang kedokteran nuklir baik skala industri maupun akademik adalah proses terapi yang dilakukan dengan menyuntikkan microsphere yang mengandung partikel radioaktif pemancar sinar ß yang akan menghancurkan sel kanker hati tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya. Microsphere sendiri didefinisikan sebagai partikel berbentuk bola berskala mikron, yang terbuat dari bahan keramik, kaca atau polimer sebagai pengungkung gas, larutan atau padatan dalam bentuk senyawa organik maupun anorganik. Saat ini, microsphere radioaktif yang telah digunakan dalam kedokteran nuklir terbuat dari gelas sebagai bahan pengungkung dan * Itrium-90* atau *Phosporus-32 *sebagai radionuklida yang dikungkung. Tetapi bahan pengungkung yang berupa gelas ini akan tetap tertinggal dalam waktu yang lama sekalipun proses radioterapi telah selesai, karena tidak dapat diadsorpsi oleh tubuh. Pengunaan polimer biodegradable seperti polilaktat (*polylactic acid*, PLA), poliglikolat (*poyglycolic acid*, PGA), dan derivatnya sedang dikembangkan karena memiliki banyak keuntungan seperti, dapat didegradasi oleh proses hidrolisis dalam tubuh dan dalam waktu sekitar satu bulan akan diabsorbsi sehingga tidak meracuni tubuh (biocompatible) . Microsphere dapat dibuat dengan berbagai metode seperti emulsifikasi, pemisahan fasa dan spray drying. Tetapi pembuatan microsphere dengan metode emulsifikasi mempunyai keuntungan lebih yakni akan mendapatkan microsphere dengan diameter sesuai dengan yang diinginkan sehingga dapat digunakan sebagai pengungkung (drug delivery) radiofarmaka. Untuk karakterisasi microsphere yang dihasilkan dari berbagai metode pembuatan diatas, dapat dilakukan dengan menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) untuk mengetahui diameter microsphere yang dihasilkan, X-Ray Difractometer (XRD) untuk mengetahui kristalinitas dari microsphere, dan Simultaneous Thermal Analysis (STA) yang bertujuan untuk mengetahui informasi transisi termal yang terjadi dalam polimer sehingga kita dapat mengontrol sifat dan kemampuan dari suatu microsphere apakah layak atau tidak digunakan sebagai drug delivery. Pengembangan microsphere di Indonesia, sejauh ini terus dalam proses penelitian agar dapat diaplikasikan dan diproduksi oleh industri. Dari hal ini, diketahui bahwa penelitian tentang microsphere belum berakhir sampai ditemukan microsphere yang benar-benar efektif mengukung obat sampai ke target sasaran, tanpa efek samping, proses sintesis yang mudah dan cepat dan tentunya dengan peralatan dan biaya yang murah. Hal ini pun menjadi tantangan yang menarik bagi para peneliti dan mahasiswa untuk mewujudkannya. tulisan ini saya kutip dari : http://id.wikipedia .org/wiki/ Hepatitis_ B Hepatitis B akut umumnya sembuh, hanya 10% menjadi Hepatitis B kronik (menahun) dan dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati.[8]<http://id.wikipedia .org/wiki/ Hepatitis_ B#cite_note- IDI-7>Saat ini ada beberapa perawatan yang dapat dilakukan untuk Hepatitis B kronis yang dapat meningkatkan kesempatan bagi seorang penderita penyakit ini. Perawatannya tersedia dalam bentuk antiviral seperti lamivudine dan adefovir dan modulator sistem kebal seperti Interferon Alfa Uniferon).[10] <http://id.wikipedia .org/wiki/ Hepatitis_ B#cite_note- 9> Selain itu, ada juga pengobatan tradisional yang dapat dilakukan. Tumbuhan obat atau herbal yang dapat digunakan untuk mencegah dan membantu pengobatan Hepatitis diantaranya mempunyai efek sebagai hepatoprotektor, yaitu melindungi hati dari pengaruh zat toksik yang dapat merusak sel hati, juga bersifat anti radang, kolagogum dan khloretik, yaitu meningkatkan produksi empedu oleh hati. Beberapa jenis tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk pengobatan Hepatitis, antara lain yaitu temulawak <http://id.wikipedia .org/wiki/ Temulawak> (*Curcuma xanthorrhiza* ), kunyit <http://id.wikipedia .org/wiki/ Kunyit> (*Curcuma longa *), sambiloto (*Andrographis paniculata*) , meniran ( *Phyllanthus urinaria*), daun serut /mirten, jamur kayu / *lingzhi* (*Ganoderma lucidum*), akar alang-alang (*Imperata cyllindrica* ), rumput mutiara ( *Hedyotis corymbosa*), pegagan <http://id.wikipedia .org/wiki/ Pegagan> (*Centella asiatica*), buah kacapiring (*Gardenia augusta*), buah mengkudu(Morinda citrifolia), jombang <http://id.wikipedia .org/wiki/ Jombang> (*Taraxacum officinale*) 2008/7/13 <IRWAN_Arief: > > selamat pagi, mohon sharing utk pengobatan heb B, kebetulan istri positif > heb dari kecil dari bawaan lahir > orang tuanya, kemudian waktu istri melahirkan anak kami maka otomatis anak > kami pun terkena bawaan heb B dari istri saya, tp sdh > saya suntik vaksin heb lsg sbg pencegahan diluar suntik vaksin hep B yg > rutin.Yang ingin saya tanyakan utk pengobatan heb B terutama > utk saya harus ke doktr apa?setau saya internist..apakah saya sebaiknya cek > darah dahulu utk mengetahui apakah saya terkena dan memiliki > anti bodi thd hep B?terakhir hampir 1 thn lalu saya sdh cek darah hasilnya > heb negatif dan antibodi pun negatif..tp apabila tjd hub suami istri setau > saya > dapat tertular. kira2 pengobatan yg diberikan spt apa utk saya atau istri > saya yg memang sdh positif heb B..krna jika tuhan masih memberikan titipan > anak kami rencananya akan menambah anak..mohon masukannya.. terima kasih. -- Thank's :) Best Regards, Hansen Nugraha Aris ------------ --------- --------- --------- --------- --------- - ------------ --------- --------- --------- --------- --------- - [Non-text portions of this message have been removed] ___________________________________________________________________________ Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru. Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. Cepat sebelum diambil orang lain! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/ [Non-text portions of this message have been removed]

