Salam sibijaksana,
Karena saya bekerja di rumah sakit, saya cukup sering menjumpai kasus spt ini.
Kasus ini mengarah ke meningoenchephalitis, dimana awalnya demam, kemudian 
mencret, terus kejang disertai penurunan kesadaran. Meningoencephalitis memang 
mempunyai angka kematian yg tinggi.
Kita sbg lini pertama kesehatan harus mewanti2 orang tua yg anak/bayinya 
menderita demam disertai mencret untuk mengantisipasi keadaan yg memburuk spt 
kasus diatas. Terima kasih.

Salam,
Arif

 ---- Original message ---- 
From: sibijaksana <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 14 Aug 2008 08:49 +00:00
To:  <[email protected]>
Subject: [Dokter Umum] Apakah ada sejawat yang mengalami kasus seperti ini ?

TS yth,

Akhir-akhir ini, beberapa rekan sejawat telah melaporkan adanya 
peningkatan kasus kematian mendadak yang tidak dapat diidentifikasi 
dengan jelas penyebabnya.
Apakah diantara sejawat ada juga yang mengalami kasus serupa ( 
hampir sama ? ).

Kejadiannya begini :
-       Pasien ( biasanya anak-anak / dewasa muda ) datang ke klinik 
atau rumah sakit dalam keadaan jelek ( dengan berbagai variasi ), 
seperti penurunan kesadaran, kejang, semi syok ataupun henti nafas. 
-       Dari anamnesa di dapat, bahwa si sakit sebelumnya hanya 
menderita diare beberapa hari, disertai demam, dan masih dapat 
bermain-main/ beraktivitas seperti biasa. Tanpa tanda-tanda lainnya 
yang spesifik.
-       Sesudah 2-3 hari, tiba-tiba keadaan menjadi jelek.
-       Dan bila dilakukan pemeriksaan laboratorium, hanya ditemukan 
adanya tanda-tanda infeksi yang tidak terlalu spesifik.
-       Perawatan intensif yang diberikan, tidak memberikan hasil 
yang berarti dan pasien kemudian meninggal dengan sukses tanpa 
diketahui penyebabnya.
-       Dan ada juga yang meninggal di rumah sesudah minum obat yang 
diberikan oleh dokternya.  Karena ketika berobat ke poliklinik / 
puskesmas/ rumah sakit ataupun dokter praktek sore dikatakan tidak 
apa-apa, hanya infeksi biasa dan diberikan obat-obatan sesuai 
indikasi.

Mohon informasi atau sharingnya, karena hal ini tampaknya semakin 
meningkat dari hari ke hari. Dan tentunya juga mengancam 
kelangsungan profesi sejawat dokter yang berpraktek. Bagaimana tidak 
berbahaya, karena ketika kita memeriksa pasien masih tampak baik-
baik, tetapi setelah meminum obat yang kita berikan, bukannya 
bertambah baik – tetapi menjadi bertambah jelek – malah langsung 
meninggal.

Kalau ada sejawat yang mengalami kasus ini / ataupun mendengarnya 
dari lingkungan kerja sejawat, kami mohon bantuan partisipasinya.

Mudah-mudahan kita dapat segera bertukar informasi.

Salam sejawat.





---- 
Sent using a Sony Ericsson mobile phone
 

Kirim email ke