Infeksi jamur pada vagina paling sering disebabkan oleh Candida,spp, 
terutama Candida albicans. Vaginitis bukan merupakan penyakit yang 
ditularkan melalui hubungan seksual, meskipun aktivitas seksual juga 
mempengaruhi. (Brown and Chin, 2002). 

Gejala yang muncul adalah kemerahan pada vulva, bengkak, iritasi, dan 
rasa panas. Tanda klinis yang tampak adalah eritema, fissuring, sekret 
menggumpal seperti keju, lesi satelit dan edema. Penegakan diagnosis 
harus didukung data laboratorium terkait, selain gejala dan tanda 
klinis yang muncul dan hasil pemeriksaan fisik seperti PH vagina dan 
pemeriksaan mikroskopik untuk mendeteksi blastospora dan pseudohifa 
(Brown and Chin, 2002). Tujuan terapinya adalah mengatasi gejala yang 
muncul. 

Terapi nonfarmakologis dapat dilakukan dengan mengindari penggunaan 
sabun atau parfum vaginal untuk mencegah iritasi, menjaga agar area 
vaginal tetap bersih dan kering dan menghindari penggunaan pakaian 
dalam yang ketat. Meminum minuman yogurt yang mengandung Lactobacillus 
acidophilus setiap hari akan mengurangi kekambuhan. 

Terapi farmakologis menggunakan obat –obat sebagai berikut: 
butoconazol, klotrimazol, mikonazol, tikonazol, ekonazol, 
fentikonazol, nistatin, terkonazol, ketokonasol, itrakonazol, dan 
flukonazol (Brown and Chin, 2002). Semua jenis antifungi dari golongan 
azol tersebut mempunyai efikasi yang relatif sama (Hughes, 1998). 

Terapi antijamur dapat secara oral ataupun topikal. Secara oral 
direkomendasikan antijamur flukonazol, secara topikal adalah 
butokonazol, klotrimazol, mikonazol, nistatin, terkonazol, dan 
tiokonazol (Bennet, 2002). 

PS: Tetapi berdasarkan penelitian Aris Widayati, dari Fakultas Farmasi 
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. ternyata bahwa pengobatan 
tradisional terhadap keputihan tingkat keberhasilannya lebih tinggi 
dari pengobatan modern. Tingkat pengobatan menggunakan obat 
tradisional mencapai 100% keberhasilan sementara tingkat pengobatan 
menggunakan obat-obata modern tingkat kesembuhannya hanya 66.7%.

Jika anda percaya terhadap penelitian tersebut maka anda bisa coba 
menggunakan obat obatan tradisional. Umumnya obat-obat tradisional 
menggunakan ekstrak Daun Sirih. Ada berbagai macam merek yang menjual 
obat yang mengandung ekstrak daun sirih tersebut.

Salam 

Anton Goland
============
Amani Goland bukan Dokter ND bukan juga Dokter MD, tapi GD alias 
Google Dokter :) 




--- In [email protected], "ellyzabethangelica" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> yg terhormat dr.amani goland
> 
> 
> saya ellyzabetha sudah menikah 3th ,dan sampai saat ini blm di 
> karuniakan anak ,dan haid saya tidak teratur kadang 2 bln br 
dtng ,dan 
> terkadang saya sering mengalami keputihan yg membuat saya risih,2 
> minggu yg lalu saya cek darah dan urin dan ternyata saya memiliki 
> jamur pd vagina saya ,yg saya mau tanya kan apa kah jamur 
berbahaya ? 
> apa karna jamur ini yg menyebabkan saya tidak bisa hamil? solusi apa 
> yg hrs saya lakukan.terima kasih untuk sarannya
>


Kirim email ke